
Pantau - Musibah gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) melumpuhkan ribuan fasilitas pendidikan dan memaksa ratusan ribu siswa belajar di tengah keterbatasan.
Kerusakan masif ini mendorong Komisi X DPR RI menuntut langkah darurat dari pemerintah pusat dalam rapat bersama mitra kerja di Senayan, Jakarta, Rabu (16/9/2026).
Sorotan tajam disampaikan Anggota Komisi X DPR RI Rycko Menoza yang meminta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) memprioritaskan anggaran pemulihan pada gedung sekolah yang mengalami rusak berat.
Data Kemendikdasmen per 10 September mencatat dampak gempa mengguncang 2.447 satuan pendidikan serta mengganggu aktivitas 287.864 peserta didik dan 32.585 tenaga kependidikan.
Lebih dari 62 ribu warga sekolah bahkan sempat bertahan di lokasi pengungsian akibat bangunan fisik yang roboh dan berbahaya untuk ditempati.
Pemulihan sektor pendidikan ditegaskan tidak boleh berhenti pada perbaikan fisik gedung semata. Pemerintah dituntut bergerak cepat menyediakan lokasi belajar sementara yang layak agar masa depan dan hak pendidikan anak-anak di NTT tidak terbengkalai terlalu lama.
"Jangan sampai sekolah, tenaga pendidik, guru, maupun anak-anak yang memang harusnya mendapatkan waktu dan hak yang sama, mereka jangan sampai terlalu lama berada di pengungsian," ujar legislator asal Lampung tersebut.
Penyediaan tempat belajar darurat menjadi solusi jangka pendek yang mendesak untuk segera direalisasikan. Langkah ini dinilai vital agar proses kegiatan belajar mengajar tetap berdenyut di tengah rentetan proses rehabilitasi infrastruktur.
"Minimal mereka mencari tempat lain untuk bisa mendapatkan kesempatan yang sama untuk bisa melanjutkan kegiatan belajar-mengajar," kata politisi Golkar itu.
Pembentukan tim khusus penanganan bencana sektor pendidikan turut diusulkan demi memastikan alokasi bantuan fisik dan teknis berjalan tepat sasaran.
Penanganan menyeluruh diharapkan mampu mengembalikan keceriaan serta aktivitas belajar anak-anak korban gempa secara normal.
- Penulis :
- Khalied Malvino




