HOME  ⁄  Nasional

Mensos Gus Ipul Gerakkan Ribuan Pilar Sosial di Sulsel Jadi Agen Perlinsos untuk Perbarui Data Bansos

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Mensos Gus Ipul Gerakkan Ribuan Pilar Sosial di Sulsel Jadi Agen Perlinsos untuk Perbarui Data Bansos
Foto: (Sumber :‎Makassar — Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) bersama Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono mengajak ribuan sumber daya manusia (SDM) Program Keluarga Harapan (PKH), operator data desa, dan pilar-pilar sosial se-Sulsel untuk memperkuat pemutakhiran data penerima bantuan sosial.)

Pantau - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul bersama Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono mengajak ribuan sumber daya manusia Program Keluarga Harapan (PKH), operator data desa, dan pilar sosial di Sulawesi Selatan menjadi Agen Perlindungan Sosial (Perlinsos) untuk membantu pemutakhiran data penerima bantuan sosial.

Ajakan tersebut disampaikan dalam agenda Gerakan Nasional Peduli Tetangga untuk Perlindungan Sosial di Aula Arafah, Asrama Haji Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (15/9/2026).

Melalui Agen Perlinsos, para pendamping dan pilar sosial diharapkan membantu masyarakat yang layak memperoleh bansos agar tercatat dalam sistem.

“Bekerja itu harus dimulai dengan data yang akurat agar sasarannya tepat,” kata Gus Ipul.

Kemensos Temukan 25.214 KPM Terindikasi Terkait Judi Online

Perbaikan data menjadi salah satu perhatian Kemensos, termasuk dalam menindaklanjuti temuan penerima bantuan yang terindikasi berkaitan dengan aktivitas judi online.

Di Sulawesi Selatan, Kemensos mencatat sebanyak 25.214 keluarga penerima manfaat (KPM) terindikasi terkait aktivitas judi online.

Gus Ipul mengatakan Kemensos juga menemukan sejumlah kasus identitas penerima bantuan yang dimanfaatkan orang lain untuk aktivitas di luar tujuan bansos.

“Jadi, banyak sekali kasus yang kita temukan, di mana lansia, sebatang kara, tidak dapat bansos, tetapi ternyata KTP-nya dimanfaatkan orang lain. Nah, yang seperti ini kita dalami, kita telusuri, dan tetap kita beri bantuan sambil kita luruskan KTP yang dimanfaatkan orang lain,” jelasnya.

Kemensos membuka ruang bagi SDM PKH, operator data desa, pemerintah desa, hingga masyarakat untuk menyampaikan usulan maupun koreksi terhadap data.

“RT, RW bisa mengoreksi sekarang. Kepala desa lewat operator data desa boleh. Setiap orang boleh mengoreksi, boleh usul, boleh sanggah,” ujarnya.

Gus Ipul menegaskan masyarakat juga dapat mengajukan sanggahan apabila menemukan kekeliruan dalam pengelompokan desil.

“Kalau ada kesalahan desil, kita masih sangat memberikan kesempatan untuk melakukan sanggahan atau juga mungkin diusulkan kembali untuk mendapatkan bansos. Karena memang belum semua data itu kita lakukan ground check,” katanya.

Agen Perlinsos Bersifat Relawan Tanpa Upah

Untuk memperluas partisipasi masyarakat, Gus Ipul meminta pendamping dan unsur pilar sosial di seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan ikut mengampanyekan keberadaan Agen Perlinsos.

Partisipasi sebagai Agen Perlinsos juga terbuka bagi RT/RW, Karang Taruna, komunitas, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga profesi lainnya.

“Siapa pun bisa, para wartawan juga bisa. Agen Perlinsos ini menjadi relawan. Tidak ada upah, tidak ada gaji, tidak ada honor,” tutur Gus Ipul.

Gus Ipul menjelaskan Agen Perlinsos hanya bertugas membantu proses pengusulan masyarakat, sedangkan data yang masuk tetap melewati verifikasi sistem dan validasi Badan Pusat Statistik (BPS).

“Untuk itu, mari kita sukseskan Gerakan Nasional Peduli Tetangga. Kita mulai dari yang dekat. Kita mulai dari tetangga-tetangga kita, saudara-saudara kita,” ajaknya.

Ribuan Pilar Sosial Hadiri Gerakan Peduli Tetangga

Kegiatan Gerakan Nasional Peduli Tetangga untuk Perlindungan Sosial turut diisi dengan pemutaran video pengenalan Agen Perlinsos dan tata cara menjadi Agen Perlinsos.

Peserta juga menyaksikan video Cahaya yang menginspirasi, penampilan baris variasi, pertunjukan tari, pidato empat bahasa, serta paduan suara dari siswa dan siswi Sekolah Rakyat.

Kegiatan tersebut dihadiri seribuan peserta yang terdiri atas SDM PKH, Taruna Siaga Bencana (Tagana), operator data desa, Karang Taruna, Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), serta Pelopor Perdamaian se-Sulawesi Selatan.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026