
Pantau - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menegaskan penguasaan ilmu pengetahuan serta pemerataan akses pendidikan menjadi kunci utama untuk memutus mata rantai kemiskinan di Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Brian dalam kegiatan Sarasehan Mitra Beasiswa di Jakarta, Rabu (16/9/2026).
"Karenanya, satu-satunya jalan untuk menghentikan sistem yang terus terjadi pada keluarga-keluarga yang kurang mampu adalah dengan pendidikan," katanya.
Sains dan Teknologi Dorong Kemajuan Bangsa
Brian turut mengutip pesan Presiden RI Prabowo Subianto mengenai pentingnya penguasaan sains dan teknologi untuk membawa Indonesia menjadi negara maju di tengah perkembangan dunia modern.
"Di dunia yang modern ini, hanya dengan sains dan teknologi, kita bisa menghilangkan kemiskinan, bisa menjadi negara maju dan bisa menjadi negara modern," ujarnya.
Menurut Brian, perguruan tinggi menjadi tempat berkumpulnya talenta-talenta muda yang dipersiapkan menjadi peneliti, dokter, insinyur, dan ahli teknologi untuk mendukung kemajuan Indonesia.
Namun, keterbatasan biaya masih menjadi kendala bagi sebagian anak muda berbakat untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
"Pendidikan tinggi merupakan tempat berkumpulnya talenta-talenta sains dan teknologi. Di kampus anak-anak muda kita belajar menjadi insinyur, peneliti, dokter, ahli teknologi yang terus akan memajukan bangsa kita. Namun sering pintu itu belum terbuka sama lebar bagi setiap anak," ucap Brian.
Pemerintah Gelontorkan Lebih dari Rp15 Triliun untuk Beasiswa
Untuk memperluas akses pendidikan tinggi, pemerintah menggelontorkan dana lebih dari Rp15 triliun setiap tahun melalui program beasiswa yang diperuntukkan bagi keluarga tidak mampu.
Meski demikian, Brian menyatakan kebutuhan beasiswa yang tinggi membuat upaya tersebut tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah.
Ia pun mengajak pemerintah daerah, dunia usaha, mitra filantropi, perguruan tinggi, dan elemen masyarakat lainnya untuk memperkuat semangat gotong royong melalui penyediaan beasiswa pendamping.
"Ada banyak anak-anak berbakat, dia terpaksa berhenti di pintu gerbang perguruan tinggi karena satu kendala yaitu biaya. Di sanalah biasiswa berperan. Jika pendidikan tinggi adalah pintunya, maka tentu beasiswa ini adalah kunci untuk membuka pintu tersebut," kata Brian melanjutkan.
Brian juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, dunia usaha, mitra filantropi, dan perguruan tinggi yang telah membantu membuka akses pendidikan bagi mahasiswa berprestasi.
Ke depan, Mendiktisaintek berharap ekosistem penyediaan beasiswa dapat terintegrasi dengan baik sehingga persoalan ekonomi tidak lagi menghalangi anak bangsa untuk melanjutkan pendidikan dan mengejar cita-cita.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




