
Pantau - Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin memberikan santunan pribadi sebesar Rp5 juta kepada masing-masing dari 108 korban selamat kecelakaan KM Virgo Transport 8 untuk membantu mereka kembali ke daerah asal.
Bantuan diberikan setelah para korban berhasil dievakuasi melalui operasi pencarian dan pertolongan atau SAR kecelakaan kapal yang hilang kontak di perairan Masalembo, Laut Jawa.
Muhidin menjelaskan korban selamat yang berada dalam kondisi sehat tidak mendapatkan santunan dari Jasa Raharja, berbeda dengan korban meninggal dunia yang memperoleh santunan sesuai ketentuan yang berlaku.
Karena itu, Muhidin memutuskan memberikan bantuan secara pribadi kepada seluruh korban yang berhasil selamat.
“Secara pribadi kita memberikan Rp5 juta kepada semua korban yang selamat. Yang 108 ini dulu kita kasih sambil melihat perkembangan,” ungkap Muhidin.
Pernyataan tersebut disampaikan Muhidin ketika meninjau pos koordinasi perkembangan operasi SAR hari keempat kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin.
Pemprov Kalsel Siap Tambah Biaya Kepulangan Korban
Muhidin menegaskan santunan tetap diberikan kepada seluruh korban selamat tanpa membedakan keputusan mereka setelah dievakuasi.
Korban yang memilih pulang ke daerah asal maupun tetap berada di Banjarmasin atau melanjutkan aktivitas lainnya tetap memperoleh bantuan tersebut.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan juga akan membantu biaya perjalanan apabila ongkos kepulangan korban menuju daerah asal melebihi nilai santunan.
Bantuan tambahan tersebut terutama diperuntukkan bagi korban dari luar Kalimantan yang membutuhkan biaya perjalanan lebih besar.
Muhidin mencontohkan apabila tiket menuju Surabaya seharga Rp1 juta, korban tetap menerima sisa Rp4 juta dari santunan Rp5 juta.
Sementara apabila biaya perjalanan menuju daerah seperti Flores lebih besar, pemerintah akan menanggung tambahan biaya agar korban dapat sampai ke daerah tujuan.
“‘Misal kalau tiket ke Surabaya Rp1 juta, berarti sisa Rp4 juta kita berikan. Dan misal kalau ke Flores mahal, itu kita tanggung lagi sampai ke Flores,” kata Muhidin.
Menurut Muhidin, bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian kepada masyarakat yang terdampak kecelakaan KM Virgo Transport 8 agar korban selamat dapat segera kembali dan berkumpul bersama keluarga.
Operasi SAR Masih Mencari 129 Orang
Di tengah penyaluran bantuan kepada korban selamat, operasi SAR masih berlangsung untuk mencari korban KM Virgo Transport 8 yang belum ditemukan.
Muhidin turut meminta kebutuhan keluarga korban yang masih menunggu perkembangan pencarian di Banjarmasin diperhatikan oleh operator.
Ia juga meminta petugas penghubung disediakan agar keluarga dapat memperoleh perkembangan operasi pencarian secara langsung.
Keluarga korban dapat meminta nomor telepon petugas yang bertanggung jawab, termasuk dari unsur Danlanal, Basarnas, Pelabuhan, dan Pelindo.
“Yang menunggu ini bisa meminta nomor HP yang bisa bertanggung jawab di sini, petugas. Ada Danlanal, Basarnas, Pelabuhan, Pelindo, sehingga bisa memberikan informasi kalau sudah ditemukan korban yang belum ketemu,” ujar Muhidin.
Hingga Selasa, 15 September, pukul 22.00 Wita, Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengonfirmasi sebanyak 114 korban telah ditemukan dan seluruhnya berhasil mendarat di Banjarmasin.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 108 orang ditemukan selamat dan enam orang meninggal dunia.
Dengan demikian, sebanyak 129 orang dari total 243 orang yang berada di KM Virgo Transport 8 masih belum ditemukan.
Penyebab Kecelakaan Masih Didalami
Pemeriksaan terhadap sejumlah pihak yang berkaitan dengan kecelakaan KM Virgo Transport 8 masih berlangsung, termasuk terhadap nakhoda, kapten, dan kru kapal.
Keterangan para korban selamat juga dikumpulkan untuk menggali rangkaian peristiwa hingga kapal mengalami kecelakaan.
Muhidin menegaskan penentuan penyebab kecelakaan menjadi kewenangan pihak berwenang berdasarkan pemeriksaan dan pendalaman.
“Penyebab kecelakaan ada pada kewenangan pihak berwenang berdasarkan hasil pemeriksaan dan pendalaman, termasuk untuk mengetahui ada atau tidaknya unsur kelalaian maupun faktor lain yang menyebabkan kecelakaan kapal,” kata Muhidin.
KM Virgo Transport 8 dilaporkan hilang kontak di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada Minggu, 13 September, sekitar pukul 02.00 Wita ketika dalam pelayaran dari Surabaya menuju Banjarmasin.
Kapal yang membawa 243 orang tersebut diketahui telah berlayar dari Surabaya sejak Sabtu, 12 September.
- Penulis :
- Arian Mesa




