
Pantau - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bersama Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) mendorong pengembangan pekerjaan hijau atau green jobs untuk mendukung pelindungan lapisan ozon dan penerapan sistem pendinginan berkelanjutan.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan transisi menuju ekonomi hijau perlu diikuti kesiapan tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai perkembangan teknologi dan kebutuhan industri.
Selain keterampilan teknis, tenaga kerja juga perlu memiliki pengetahuan dan wawasan mengenai lingkungan dalam menjalankan pekerjaannya.
Hari Ozon Sedunia Jadi Momentum Percepat Kesiapan Tenaga Kerja
Yassierli menjadikan momentum Hari Ozon Sedunia sebagai kesempatan untuk mempercepat kesiapan tenaga kerja menghadapi transisi hijau.
Menurutnya, operator dan teknisi reparasi AC serta peralatan pendingin menjadi salah satu kelompok tenaga kerja yang berada di lini depan dalam upaya tersebut.
“Momentum Hari Ozon Sedunia pada hari ini kita jadikan untuk mengakselerasi kesiapan tenaga kerja dalam menghadapi transisi hijau. Salah satu yang menjadi lini depan adalah operator dan teknisi reparasi AC serta peralatan pendingin,” ungkap Yassierli.
Menurut Yassierli, teknisi di bidang refrigerasi dan tata udara atau refrigeration and air conditioning (RAC) perlu mempunyai kompetensi yang memadai agar mampu mengikuti perkembangan teknologi.
Para teknisi juga perlu memahami aspek lingkungan ketika menjalankan pekerjaannya, terutama terkait penggunaan teknologi dan bahan pada sistem pendingin.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Kemnaker bersama KLH/BPLH terus mengembangkan standar dan materi pelatihan yang relevan bagi tenaga kerja di bidang RAC.
Materi pelatihan antara lain mencakup cara memilih dan mengoperasikan teknologi serta peralatan pendingin dengan memperhatikan dampaknya terhadap lingkungan.
Pelatihan juga memberikan pemahaman agar zat-zat yang berbahaya terhadap lingkungan tidak lagi digunakan dalam pekerjaan terkait sistem pendingin.
“Bagaimana memilih, mengoperasikan, termasuk bagaimana zat-zat yang berbahaya terhadap lingkungan tidak lagi digunakan. Ini menjadi bagian dari komitmen Indonesia secara global untuk mengurangi kerusakan ozon,” kata Yassierli.
Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen Indonesia secara global dalam mengurangi kerusakan lapisan ozon.
Kolaborasi Penguatan Kompetensi RAC Berjalan Sejak 2017
Kolaborasi Kemnaker dan KLH/BPLH dalam pengembangan kapasitas tenaga kerja di bidang RAC telah berlangsung sejak 2017.
Kerja sama tersebut mencakup pemutakhiran Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), pengembangan kurikulum dan skema pelatihan, serta penguatan kompetensi tenaga kerja di bidang RAC.
Dalam kegiatan tersebut, KLH/BPLH menyerahkan secara simbolis hibah sebanyak 99 unit peralatan pelatihan RAC kepada Kemnaker.
Sebanyak 99 unit peralatan itu akan digunakan untuk mendukung kegiatan pelatihan tenaga kerja di 14 Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas/Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP/BPVP) yang tersebar dari Aceh hingga Sorong.
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat mengatakan kompetensi teknisi perlu diperkuat seiring perkembangan teknologi pendingin.
Penguatan kompetensi diperlukan agar teknologi pendingin dapat digunakan secara aman sekaligus menyesuaikan perkembangan teknologi yang semakin ramah lingkungan.
Menurut Jumhur, hadirnya teknologi baru membuat tenaga kerja di bidang tersebut membutuhkan pelatihan ulang.
Dalam kolaborasi itu, Kemnaker menyediakan tempat untuk melaksanakan pelatihan tenaga kerja, sedangkan KLH/BPLH menyediakan peralatan yang dibutuhkan.
“Karena sekarang teknologinya sudah baru, maka perlu pelatihan ulang. Kemnaker menyediakan tempat untuk melatih tenaga kerja, sementara kami menyediakan peralatannya,” ungkap Jumhur.
Jumhur menjelaskan tenaga kerja hijau merupakan tenaga kerja yang menjalankan pekerjaannya dengan memperhatikan upaya mengurangi emisi dan dampak terhadap lingkungan.
- Penulis :
- Arian Mesa




