
Pantau - Bea Cukai Malang terus melakukan berbagai upaya untuk mengoptimalkan penerimaan negara sekaligus menjaga kepatuhan pelaku usaha. Salah satunya melalui program Metode Berdikari Optimalisasi dan Identifikasi Penerimaan Strategis (MBOIS) yang dilakukan dengan mendatangi langsung pengguna jasa.
Program MBOIS menjadi sarana bagi Bea Cukai Malang untuk memahami proses bisnis perusahaan secara lebih menyeluruh. Melalui komunikasi dan diskusi langsung, Bea Cukai dapat mengidentifikasi perkembangan usaha, potensi kegiatan, serta berbagai tantangan yang dihadapi perusahaan dalam memenuhi kewajiban kepabeanan dan cukai.
Sepanjang Agustus hingga September 2026, kegiatan MBOIS dilaksanakan bersama sejumlah pelaku usaha, antara lain PT Gandum dan PT Merapi Agung Lestari pada Agustus, kemudian PT Bentoel Prima dan PT Gudang Baru Berkah (PT GBB) pada September.
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi forum untuk menggali informasi terkait proses bisnis perusahaan, tetapi juga membahas potensi penerimaan serta permasalahan yang ditemui di lapangan. Pada kunjungan ke PT Bentoel Prima, misalnya, tim MBOIS mengumpulkan informasi untuk mendukung proyeksi penerimaan cukai hasil tembakau, mengidentifikasi permasalahan, serta menghimpun masukan perusahaan terhadap kebijakan cukai.
Kepala Kantor Bea Cukai Malang, Johan Pandores, menjelaskan bahwa MBOIS merupakan salah satu upaya strategis untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai kegiatan usaha sekaligus mengidentifikasi potensi penerimaan negara.
“Melalui MBOIS, kami membangun komunikasi yang lebih intensif dengan pengguna jasa. Dengan memahami proses bisnis secara langsung, kami dapat memberikan pelayanan yang lebih tepat sekaligus mengidentifikasi potensi penerimaan secara lebih akurat,” ujar Johan.
Menurut Johan, informasi yang diperoleh dari kegiatan MBOIS selanjutnya dapat menjadi bahan analisis dalam mendukung pengelolaan penerimaan. Data tersebut juga membantu Bea Cukai dalam memahami kondisi aktual dunia usaha sehingga pelayanan dan penyelesaian berbagai kendala dapat dilakukan secara lebih tepat.
“Sinergi dengan pengguna jasa menjadi bagian penting dalam menjaga kepatuhan. Kami ingin komunikasi tidak berhenti pada kegiatan kunjungan, tetapi terus berlanjut melalui koordinasi dan kolaborasi yang konstruktif,” kata Johan.
Program ini menunjukkan bahwa pengelolaan penerimaan negara membutuhkan data yang akurat, komunikasi yang terbuka, dan pemahaman terhadap dinamika dunia usaha. Dengan kolaborasi antara Bea Cukai dan pengguna jasa, potensi penerimaan dapat diidentifikasi dan dikawal secara lebih optimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
- Penulis :
- Shila Glorya




