
Pantau - Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Timur memperkuat pendampingan bagi pelaku usaha untuk mengembangkan dan mengolah bahan pangan lokal menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.
Kepala Sudin KPKP Jakarta Timur Taufik Yulianto mengatakan pendampingan dilakukan melalui pembinaan dan pelatihan pengolahan hasil pertanian kepada masyarakat.
"Sudin KPKP Jakarta Timur terus mendampingi dan membina para pelaku usaha dalam mengolah dan mengembangkan bahan pangan lokal seperti hasil pertanian menjadi suatu produk," kata Taufik saat dihubungi di Jakarta, Selasa (22/9/2026).
Sebanyak 200 warga mengikuti pelatihan pengolahan hasil pertanian yang digelar di Training Center (TC) Klender, Jalan I Gusti Ngurah Rai, Duren Sawit, Jakarta Timur.
Pelatihan tersebut berlangsung selama dua hari pada 21-22 September 2026.
Tingkatkan Nilai Jual dan Pendapatan Masyarakat
Taufik menjelaskan pengolahan hasil pertanian dilakukan untuk meningkatkan nilai tambah dan pendapatan masyarakat sekaligus memperpanjang masa simpan bahan pangan.
"Pertimbangan utama mengadakan pelatihan olahan hasil pertanian adalah dapat meningkatkan nilai tambah produk dan pendapatan masyarakat, sekaligus memperpanjang umur simpan bahan pangan, khususnya pada komoditas pertanian," kata Taufik.
Menurut Taufik, bahan pertanian yang sebelumnya hanya dipasarkan dalam kondisi segar dapat memiliki nilai jual lebih tinggi setelah melalui proses pengolahan dan pengemasan yang tepat.
Pelatihan tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengembangkan usaha dan memasarkan produk hasil olahan.
"Peserta juga diberikan materi terkait strategi marketing dan pemasaran produk olahan pertanian," ucap Taufik.
Selain aspek pemasaran, Sudin KPKP Jakarta Timur memberikan pemahaman mengenai penerapan sanitasi dan higiene agar produk olahan memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan.
Taufik memastikan pendampingan dan pembinaan terhadap pelaku usaha akan terus dilakukan agar produk yang dihasilkan mampu bersaing di pasar.
Emping Condet Jadi Contoh Olahan Pangan Lokal
Salah satu potensi pangan lokal yang telah dikembangkan pelaku usaha binaan Sudin KPKP Jakarta Timur adalah melinjo yang diolah menjadi emping Condet.
Emping Condet dari Kecamatan Kramat Jati dikenal sebagai salah satu makanan khas DKI Jakarta.
"Ada contohnya, salah satu binaan telah melakukan pengolahan melinjo, yaitu emping Condet, Kecamatan Kramat Jati, sekaligus salah satu makanan khas DKI Jakarta," ujar Taufik.
Pengolahan melinjo tersebut menunjukkan komoditas pertanian dapat dikembangkan menjadi produk pangan dengan karakteristik tersendiri sekaligus memiliki nilai ekonomi.
Taufik berharap pelatihan dan pendampingan dapat mendorong masyarakat menghasilkan produk pangan bernilai ekonomi tinggi serta mampu bersaing di pasar.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




