HOME  ⁄  Nasional

BPVP Muncar Banyuwangi Latih 284 Peserta Vokasi hingga Persiapan Magang ke Jepang

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

BPVP Muncar Banyuwangi Latih 284 Peserta Vokasi hingga Persiapan Magang ke Jepang
Foto: (Sumber :Kegiatan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Batch IV, Magang Hub Nasional serta Magang ke Jepang hasil kerja sama dengan IM Japan di BPVP Muncar Banyuwangi, Jawa Timur. ANTARA/HO-Pemkab Banyuwangi/aa..)

Pantau - Sebanyak 284 peserta mengikuti Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Batch IV, Magang Hub Nasional, serta Magang ke Jepang hasil kerja sama dengan IM Japan di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Muncar, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Kepala BPVP Banyuwangi Susanto mengatakan pelatihan keterampilan terapan tersebut mencakup berbagai bidang, mulai dari pariwisata, pengelasan, barista, pengolahan pangan hingga pertanian hidroponik.

"Alumni dari BPVP Banyuwangi yang sudah terserap di dunia kerja pada tahun 2026 ini mencapai 1.720 orang, baik yang bekerja di industri maupun yang memilih jalur wirausaha mandiri," ujarnya di Banyuwangi, Rabu (23/9/2026).

84 Peserta Bersiap Magang ke Jepang

Susanto mengatakan program Magang Jepang hasil kerja sama dengan IM Japan telah memasuki tahun kedua.

Pada 2025, program tersebut diikuti sekitar 100 pendaftar dengan 95 orang berhasil lolos ke tahap seleksi awal.

Pada 2026, sebanyak 84 peserta tersisa setelah proses penyaringan dari total 250 orang.

"Banyuwangi ini menjadi pusat diklat fase pertama, sebelum nantinya para peserta melanjutkan ke diklat fase kedua di pusat pelatihan IM Japan di Bekasi. Jadi, dua bulan mereka kami godok di sini, dan dua bulan berikutnya di Bekasi, setelah itu dikirim ke Jepang," kata Susanto.

Peserta Dibekali Bahasa hingga Budaya Jepang

Salah seorang peserta program Magang IM Japan asal Banyuwangi, Mohammad Yahya Kamelasan, mengatakan dirinya telah menjalani pelatihan selama satu bulan di BPVP Muncar bersama puluhan peserta lainnya.

"Masih kurang satu bulan lagi sebelum lanjut pendidikan dan pelatihan di pusat. Kami di sini belajar penguasaan bahasa Jepang, tentang budayanya hingga kedisiplinan," katanya.

Program pelatihan tersebut menjadi bagian dari penguatan keterampilan peserta untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026