
Pantau - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan hunian sementara atau huntara bagi korban terdampak gempa bumi di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), memiliki struktur kokoh dan tahan terhadap guncangan gempa.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menyampaikan penjelasan tersebut untuk mengklarifikasi informasi yang beredar di media sosial mengenai kondisi pembangunan huntara.
Informasi yang menjadi perhatian masyarakat berkaitan dengan pembangunan huntara di Dusun Ronting, Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur.
Tujuh Huntara Tetap Kokoh Diguncang Gempa M 5,3
BNPB menyatakan ketahanan struktur huntara telah terlihat ketika gempa bumi susulan berkekuatan magnitudo 5,3 mengguncang Manggarai Timur pada Senin (21/9).
“Kekuatan struktur huntara terbukti secara nyata saat guncangan gempa bumi susulan M 5,3 melanda Manggarai Timur pada Senin (21/9). Sebanyak tujuh unit huntara di Desa Gurung Liwut berdiri kokoh, aman, dan tidak mengalami kerusakan sedikit pun,” ungkap Berton.
Menurut BNPB, tujuh unit huntara di Desa Gurung Liwut tetap berdiri dan tidak mengalami kerusakan akibat guncangan tersebut.
Berton menjelaskan tujuh unit huntara tahan gempa itu bahkan telah resmi diserahterimakan kepada warga penerima manfaat pada hari yang sama ketika gempa susulan terjadi.
BNPB Klarifikasi Video Kerangka Baja Ringan Roboh
BNPB juga memberikan klarifikasi terkait video yang beredar luas di media sosial dan memperlihatkan kerangka baja ringan roboh di lokasi pembangunan huntara.
Menurut Berton, kerangka baja ringan dalam video tersebut masih berada pada tahap awal pemasangan atau work in progress sehingga konstruksinya belum selesai.
Pada saat kejadian, kerangka tersebut belum dikunci secara penuh dan fondasinya juga belum dicor menggunakan semen.
BNPB karena itu menegaskan kerangka yang roboh tersebut bukan huntara yang telah selesai dibangun ataupun unit yang siap dihuni.
“BNPB memastikan bahwa kerangka yang roboh tersebut bukan bagian dari unit huntara yang sudah jadi atau siap huni,” ungkap Berton.
Huntara Dibangun dengan Rangka Baja Ringan
Secara teknis, setiap huntara dibangun dengan ukuran 6 x 4 meter menggunakan tiang dan rangka utama berbahan baja ringan.
Bagian dinding huntara menggunakan material gipsum, sedangkan atap menggunakan seng GRC.
Setiap unit juga dilengkapi dua pintu dan dua jendela yang dirancang untuk menyediakan ventilasi memadai bagi penghuni.
Pemerintah Siapkan Penanganan 14.184 Rumah
Selain membangun hunian sementara, pemerintah menyiapkan penanganan jangka panjang melalui program rehabilitasi dan rekonstruksi rumah masyarakat terdampak gempa.
Program tersebut mencakup penanganan 2.422 rumah permanen yang mengalami kerusakan berat melalui penyediaan hunian tetap.
Pemerintah juga menyiapkan dana stimulan sebesar Rp15 juta per unit untuk penanganan 7.616 rumah dengan kategori rusak ringan.
Sementara itu, sebanyak 4.146 rumah dengan kategori rusak sedang akan mendapatkan dana stimulan sebesar Rp30 juta per unit.
BNPB mengimbau masyarakat bersikap bijak dan objektif dalam menerima maupun menyebarkan informasi mengenai penanganan pascagempa melalui media sosial.
Menurut BNPB, penyebaran informasi secara bijak dan objektif diperlukan untuk membantu menjaga situasi tetap kondusif selama proses pemulihan masyarakat terdampak bencana.
- Penulis :
- Arian Mesa




