HOME  ⁄  Nasional

Meutya Hafid Hadiri Forum Global, Negara-Negara Percepat Perlindungan Anak dari Risiko AI

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Meutya Hafid Hadiri Forum Global, Negara-Negara Percepat Perlindungan Anak dari Risiko AI
Foto: Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid (sumber: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

Pantau - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menghadiri pertemuan tingkat tinggi internasional yang membahas penguatan perlindungan hak dan keselamatan anak di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Pertemuan berlangsung di Amerika Serikat, Selasa, 22 September 2026, di sela-sela Sidang ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Forum tersebut mempertemukan sejumlah kepala negara, badan-badan PBB, perwakilan masyarakat sipil, serta perusahaan teknologi global untuk membahas langkah bersama menghadapi perkembangan AI yang semakin memengaruhi kehidupan anak.

Pertemuan dipimpin Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez, Presiden Kenya William Ruto, dan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese.

Manfaat dan Risiko AI bagi Anak

Salah satu fokus pembahasan adalah manfaat AI bagi anak, terutama untuk mendukung pendidikan dan memperluas akses terhadap informasi.

Para peserta pada saat yang sama menyoroti sejumlah risiko penggunaan AI, mulai dari pelanggaran privasi dan penyalahgunaan data anak hingga paparan terhadap konten berbahaya.

Penyalahgunaan AI untuk menghasilkan materi seksual yang melibatkan anak turut menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut.

Macron menilai dunia perlu mengambil pelajaran dari pengalaman menghadapi perkembangan media sosial agar tidak kembali terlambat merespons kemunculan teknologi baru seperti AI.

Salah satu pendekatan yang dibahas adalah kewajiban melakukan penilaian risiko sebelum teknologi AI dapat digunakan atau diakses oleh anak.

Penilaian tersebut dinilai perlu dilakukan secara independen dengan melibatkan pemerintah, PBB, ilmuwan, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya.

Macron menilai model-model AI perlu diperiksa agar anak mendapatkan perlindungan yang lebih baik saat menggunakan teknologi tersebut.

Forum itu membahas upaya memastikan AI tidak digunakan anak tanpa terlebih dahulu melalui proses penilaian dan persetujuan.

Penilaian risiko juga perlu mempertimbangkan usia anak, tujuan penggunaan teknologi, serta konteks budaya, bahasa, dan pendidikan.

Pedro Sánchez, William Ruto, dan Anthony Albanese turut menyampaikan pengalaman serta pendekatan yang diterapkan negara masing-masing dalam memperkuat perlindungan anak di tengah perkembangan AI.

Kerja Sama Internasional Dipercepat

Forum juga membahas kebutuhan memperkuat standar keselamatan dan penelitian mengenai dampak penggunaan AI terhadap perkembangan anak.

Keterlibatan orang tua, pendidik, dan anak dalam penyusunan kebijakan penggunaan AI turut menjadi bagian dari pembahasan.

Para peserta sepakat mempercepat kerja sama internasional untuk melindungi anak di tengah pesatnya perkembangan teknologi AI.

Pembahasan mengenai perlindungan tersebut akan dilanjutkan dalam Paris Peace Forum pada November 2026.

Pertemuan lanjutan dijadwalkan membahas metodologi penilaian AI, mekanisme pelaksanaan kebijakan, serta aspek pendanaan.

Selain mengikuti pertemuan di PBB, Meutya bertemu dengan perwakilan Roblox untuk membicarakan perlindungan anak di ruang digital.

Meutya juga mengadakan pertemuan dengan perwakilan Google untuk membahas penguatan infrastruktur dan ekosistem digital.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026