
Pantau - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyatakan hampir 50 persen lulusan Program Magang Nasional 2025 yang menjalani pemagangan di perusahaan dan sektor industri telah mendapatkan pekerjaan setelah tiga bulan menyelesaikan program.
Informasi tersebut disampaikan Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kemnaker Darmawansyah saat Kick Off Program Pemagangan Nasional Batch 2 Angkatan 2 di Jakarta, Rabu.
Dari sekitar 60 ribu alumni yang menjalani pemagangan di sektor industri melalui Program Magang Nasional 2025, sekitar 30 ribu orang tercatat telah bekerja.
"Sekitar 30 ribu dari 60 ribu alumni yang menjalani magang di industri pada Magang Nasional 2025 telah bekerja," kata Darmawansyah.
Penyerapan Kerja Meningkat Setelah Tiga Bulan
Kemnaker masih melakukan penelusuran terhadap perkembangan para peserta setelah menyelesaikan program pemagangan, termasuk mereka yang sebelumnya menjalani magang di kementerian dan lembaga.
Namun, Kemnaker belum dapat mengukur tingkat penyerapan kerja peserta yang menjalani pemagangan di kementerian dan lembaga karena proses rekrutmen dilakukan secara terpusat oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB).
"Kalau yang bekerja di kementerian dan lembaga, kami tidak bisa mengukur serapannya karena rekrutmen kementerian dan lembaga terpusat oleh Kementerian PAN-RB. Jadi kami pisah datanya," ungkap Darmawansyah.
Kemnaker melakukan penelusuran atau tracer terhadap perkembangan alumni Program Magang Nasional setiap tiga bulan.
Penelusuran terbaru yang dilakukan pada pekan sebelumnya menunjukkan tingkat penyerapan kerja alumni mengalami peningkatan.
Saat peserta baru menyelesaikan program, tingkat penyerapan kerja tercatat sekitar 30 persen, kemudian meningkat hingga mendekati 50 persen setelah tiga bulan.
"Setiap tiga bulan kami lakukan tracer. Kami baru lakukan tracer pekan lalu, dan angkanya sudah bergerak. Yang awalnya itu 30 persen saat mereka lulus, dan ini sudah mendekati 50 persen sesudah tiga bulan," kata Darmawansyah.
Data tersebut merupakan hasil penelusuran terhadap peserta Program Magang Nasional 2025 atau Magang Nasional Angkatan 1.
Kemnaker berencana kembali melakukan penelusuran dalam tiga bulan berikutnya untuk memperbarui data tingkat penyerapan kerja para alumni.
Kemnaker Cocokkan Data Peserta dengan BPJS Ketenagakerjaan
Penelusuran perkembangan alumni dilakukan menggunakan dua metode untuk mengetahui kondisi peserta setelah menyelesaikan program.
Metode pertama dilakukan dengan mengirimkan kuesioner kepada peserta mengenai perkembangan mereka setelah mengikuti pemagangan.
Metode kedua dilakukan dengan mencocokkan data peserta dengan data kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.
Dalam pencocokan tersebut, Kemnaker secara khusus melihat status peserta sebagai penerima upah untuk membantu mengidentifikasi apakah mereka telah bekerja.
Pemerintah Targetkan 150 Ribu Peserta pada 2026
Pemerintah melanjutkan Program Pemagangan Nasional pada 2026 dengan menargetkan total peserta mencapai 150 ribu orang melalui tiga batch.
Pada Program Pemagangan Nasional 2026 Batch 1, sebanyak 46 ribu peserta mengikuti program tersebut.
Sementara itu, sebanyak 40.962 peserta dinyatakan lolos seleksi pada Batch 2.
Kemnaker akan terus melakukan evaluasi secara berkala untuk mengukur manfaat program pemagangan bagi peserta.
Evaluasi tersebut mencakup peningkatan kompetensi, pengalaman kerja selama mengikuti pemagangan, serta perkembangan peserta setelah menyelesaikan program.
- Penulis :
- Arian Mesa




