HOME  ⁄  Pertambangan

RKAB Dipangkas 50 Persen, Produksi Batu Bara dan Penjualan Alat Berat United Tractors Tertekan

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

RKAB Dipangkas 50 Persen, Produksi Batu Bara dan Penjualan Alat Berat United Tractors Tertekan
Foto: Head of Corporate Investor Relations PT Astra International Tbk (ASII), Tira Ardianti dan Direktur Keuangan PT United Tractors Tbk (UNTR), Vilihati Surya dalam Astra Media Day di Menara Astra, Jakarta, Rabu 23/09/2026 (sumber: UNTR)

Pantau - PT United Tractors Tbk (UNTR) mencatat penurunan penjualan batu bara dan alat berat setelah Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) yang disetujui pemerintah hingga pertengahan Juni 2026 hanya sekitar 50 persen dari kapasitas produksi batu bara perseroan.

Direktur Keuangan United Tractors Vilihati Surya mengatakan perseroan sebenarnya memiliki kapasitas produksi batu bara hingga 15 juta ton.

Namun, hingga pertengahan Juni 2026, RKAB yang memperoleh persetujuan pemerintah baru mencapai 7,4 juta ton.

“Kalau kita lihat memang sampai dengan paruh pertama kita RKAB-nya turun 50 persen. Kita itu sebenarnya punya kapasitas bisa produksi sampai dengan 15 juta ton, tapi pada pertengahan Juni kemarin, yang baru disetujui RKAB-nya itu baru 7,4 juta,” ungkap Vilihati.

Penjualan Batu Bara Turun 22 Persen

Persetujuan RKAB yang hanya sekitar separuh dari kapasitas produksi tersebut berdampak terhadap kinerja penjualan batu bara United Tractors.

Sepanjang Januari-Agustus 2026, penjualan batu bara perseroan tercatat turun 22 persen secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi 6.723 ton.

Kondisi tersebut mulai berubah pada Agustus 2026 setelah United Tractors memperoleh persetujuan peningkatan RKAB produksi batu bara dari sebelumnya 7,4 juta ton menjadi 12,4 juta ton.

“Di Agustus (2026) ini kita sudah mendapatkan kenaikan RKAB ke 12,4 juta,” kata Vilihati.

United Tractors masih menghadapi potensi hambatan produksi karena kondisi wilayah operasionalnya di Kalimantan Tengah yang diperkirakan terdampak fenomena El Nino dan musim kering.

Perseroan memperkirakan penjualan batu bara dapat lebih optimal pada kuartal IV 2026, khususnya pada November hingga Desember.

“Tantangannya ini sekarang itu lagi El Nino, lagi musim kering di area Kalimantan Tengah. Jadi kita produksi dan nanti kita jualannya mungkin di kuartal IV, yaitu November-Desember, lebih maksimal,” ungkap Vilihati.

Penjualan Alat Berat Komatsu Ikut Tertekan

Dampak kebijakan RKAB juga merembet ke bisnis alat berat United Tractors karena pelanggan dari sektor pertambangan batu bara menahan pembelian mesin berukuran besar.

Penjualan alat berat Komatsu sepanjang Januari-Agustus 2026 turun 21 persen secara tahunan menjadi 2.689 unit.

Pada periode yang sama tahun sebelumnya, United Tractors mampu menjual sebanyak 3.408 unit alat berat Komatsu.

Penurunan terutama terjadi pada segmen big machine atau mesin berukuran besar yang memiliki kontribusi signifikan terhadap keseluruhan penjualan alat berat perseroan.

Penjualan big machine sepanjang Januari-Agustus 2026 tercatat sebanyak 436 unit, turun dari 860 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Vilihati menjelaskan pelanggan big machine, terutama perusahaan pertambangan batu bara, memilih menahan pembelian alat berat akibat dampak kebijakan RKAB.

“Sayangnya di tahun ini memang karena dampak dari RKAB, mungkin teman-teman semua tahu ya, dampak dari RKAB, secara tidak langsung pelanggan-pelanggannya di penjualan mesin besar, yang terutama di pertambangan batu bara itu ngerem dulu untuk pembeliannya alat berat,” kata Vilihati.

United Tractors kini mengandalkan peningkatan RKAB menjadi 12,4 juta ton untuk mendorong produksi dan mengoptimalkan penjualan batu bara pada November hingga Desember 2026.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026