
Pantau - Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat Indroyono Soesilo menegaskan komitmen Indonesia untuk menjaga dan melestarikan Raja Ampat sebagai kawasan strategis yang memiliki peran penting bagi kehidupan laut dunia.
Komitmen tersebut disampaikan saat Raja Ampat menjadi fokus pembahasan dalam Raja Selamanya Alliance Dinner yang diselenggarakan International Union for Conservation of Nature (IUCN) bersama Earthbar di New York, Amerika Serikat, Senin, 21 September.
“Menjaga Raja Ampat bukan semata-mata menjaga destinasi wisata Indonesia, tetapi menjaga salah satu jantung kehidupan laut dunia. Indonesia memiliki tanggung jawab sekaligus kesempatan untuk menunjukkan bahwa konservasi alam dapat berjalan seiring dengan kesejahteraan masyarakat,” kata Indroyono.
Pernyataan tersebut disampaikan melalui keterangan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Washington yang diterima di Jakarta pada Rabu.
Raja Ampat Masuk Proyek Percontohan Konservasi
Raja Selamanya Alliance Dinner mempertemukan sejumlah diplomat, pemimpin di bidang konservasi, filantropis, dan organisasi internasional untuk memperkuat komitmen bersama menjaga Raja Ampat sebagai salah satu kawasan laut dengan kekayaan biodiversitas tertinggi di dunia.
Indroyono menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia tengah menyiapkan 13 taman nasional sebagai proyek percontohan menuju pengelolaan kawasan konservasi berkelas dunia, termasuk Taman Nasional Raja Ampat.
Dalam mendukung upaya tersebut, Indonesia menjalin kerja sama dengan IUCN, Global Environment Facility (GEF), Conservation International, kalangan filantropi, serta berbagai mitra internasional lainnya.
Kerja sama itu diarahkan agar konservasi tidak berhenti pada perlindungan satwa dan terumbu karang, tetapi juga memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat yang tinggal di Raja Ampat.
Manfaat tersebut antara lain didorong melalui pengembangan perikanan lestari dan pariwisata yang bertanggung jawab sehingga kegiatan ekonomi dapat berjalan selaras dengan perlindungan lingkungan.
Program konservasi juga diharapkan menciptakan lapangan kerja hijau, memberikan manfaat dalam bidang pendidikan, serta memperkuat perekonomian lokal.
Raja Ampat Menjadi Pusat Biodiversitas Laut Dunia
Raja Ampat UNESCO Global Geopark memiliki luas sekitar 3,7 juta hektare yang mencakup wilayah laut, gugusan pulau, kawasan karst, hutan, serta bentang geologi bernilai penting.
Perairan Raja Ampat menjadi habitat bagi lebih dari 1.600 spesies ikan karang dan memiliki lebih dari 550 spesies terumbu karang.
Kekayaan tersebut menjadikan Raja Ampat sebagai salah satu pusat biodiversitas laut terkaya di dunia.
Indonesia tidak menempatkan Raja Ampat hanya sebagai destinasi wisata unggulan, tetapi juga sebagai amanah nasional yang perlu dijaga sekaligus bagian dari kontribusi Indonesia dalam mendukung upaya global melindungi dan melestarikan lingkungan.
- Penulis :
- Arian Mesa




