HOME  ⁄  Nasional

Kemensos Verifikasi 1,4 Juta Lebih Penerima Bansos yang Terindikasi Judi Online

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Kemensos Verifikasi 1,4 Juta Lebih Penerima Bansos yang Terindikasi Judi Online
Foto: Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul di Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu 23/9/2026 (sumber: ANTARA/Ilham Nugraha)

Pantau - Kementerian Sosial (Kemensos) memverifikasi lebih dari 1,4 juta penerima manfaat bantuan sosial (bansos) yang terindikasi berkaitan dengan judi online sebagai bagian dari pemutakhiran data penerima bantuan pemerintah.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan lebih dari satu juta penerima manfaat telah menjalani klarifikasi untuk memastikan kebenaran informasi sebelum pemerintah menentukan tindak lanjut.

“Kalau untuk penerima manfaat bansos yang terindikasi, ya 1,4 juta lebih, yang klarifikasi sudah satu juta lebih,” ungkap Gus Ipul.

Kemensos Temukan Identitas Penerima Bansos Digunakan Orang Lain

Kemensos menilai verifikasi diperlukan karena indikasi dalam data tidak secara otomatis membuktikan penerima bansos bersangkutan terlibat langsung dalam aktivitas judi online.

Salah satu persoalan yang ditemukan dalam proses tersebut adalah nomor kartu tanda penduduk (KTP) milik penerima manfaat yang digunakan pihak lain untuk berbagai keperluan.

“Kita sedang melakukan verifikasi. Kadang-kadang ada nomor KTP daripada penerima manfaat itu dimanfaatkan orang lain untuk membeli rumah, untuk langganan listrik,” kata Gus Ipul.

Temuan penggunaan identitas oleh pihak lain tersebut menjadi salah satu persoalan yang diperiksa dalam proses pemutakhiran data penerima bansos.

Pemerintah perlu memastikan kesesuaian antara identitas yang tercatat dalam data dan kondisi sebenarnya dari setiap penerima manfaat sebelum mengambil tindakan.

Sekitar 1.900 Pegawai Kemensos Juga Diverifikasi

Selain penerima bansos, Kemensos memverifikasi sekitar 1.900 lebih pegawainya yang terindikasi berkaitan dengan aktivitas judi online dalam berbagai kategori.

Kemensos belum menentukan tindakan terhadap seluruh pegawai tersebut karena proses klarifikasi masih berlangsung.

“Nanti kalau sudah selesai semua klarifikasinya, kita akan umumkan berapa yang diturunkan jabatannya. Beberapa yang mungkin bisa kita berikan tergantung pada tingkat pelanggarannya,” ungkap Gus Ipul.

Penurunan jabatan menjadi salah satu tindakan yang dapat diberikan, sedangkan tindakan lainnya akan disesuaikan dengan tingkat pelanggaran masing-masing pegawai berdasarkan hasil pemeriksaan.

Kemensos masih menunggu seluruh proses klarifikasi selesai sebelum menentukan langkah terhadap penerima bansos maupun pegawai yang terindikasi berkaitan dengan judi online.

Pemutakhiran data tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan ketepatan data penerima bantuan sosial sekaligus memperkuat digitalisasi dalam sistem penyaluran bansos.

Kemensos berharap verifikasi dan penguatan sistem digital dapat membuat penyaluran bantuan semakin tepat sasaran serta mengurangi kesalahan dan penyalahgunaan identitas penerima manfaat.

Penulis :
Shila Glorya
FLOII 2026