HOME  ⁄  Nasional

Menhub Dudy Pastikan Kecelakaan KMP Virgo Transport 8 Diinvestigasi Menyeluruh Usai Evakuasi Korban

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Menhub Dudy Pastikan Kecelakaan KMP Virgo Transport 8 Diinvestigasi Menyeluruh Usai Evakuasi Korban
Foto: Arsip foto - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi (sumber: ANTARA/Harianto)

Pantau - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memastikan pemerintah akan melakukan investigasi menyeluruh untuk mengusut penyebab kecelakaan KMP Virgo Transport 8 di Laut Jawa setelah proses evakuasi korban selesai.

Pemerintah menempatkan evakuasi korban sebagai prioritas utama sebelum penyelidikan terhadap penyebab kecelakaan dilakukan berdasarkan fakta-fakta yang ditemukan di lapangan.

"Yang paling penting pertama adalah kalau saya, evakuasi dulu. Evakuasi, (lalu) investigasi. Karena setiap kecelakaan pasti sebab-sebabnya berbeda," kata Dudy.

Menurut Dudy, setiap kecelakaan dapat memiliki penyebab berbeda sehingga penyelidikan harus dilakukan secara khusus berdasarkan kondisi dan fakta dalam masing-masing kejadian.

Manifes, Muatan, Kelaikan Kapal, dan Kru Diperiksa

Pemerintah akan menguji seluruh informasi yang berkaitan dengan kecelakaan, termasuk memastikan kesesuaian manifes kapal dengan kondisi sebenarnya.

Kondisi dan pengelolaan muatan kapal juga akan diperiksa, termasuk dugaan mengenai pengikatan muatan di dalam kapal serta berbagai faktor lain yang berpotensi memengaruhi keselamatan pelayaran.

Investigasi turut mencakup pemeriksaan kelengkapan dokumen KMP Virgo Transport 8 dan aspek kelaikan kapal untuk mengetahui kondisi armada sebelum maupun ketika kecelakaan terjadi.

Kondisi awak atau kru kapal juga menjadi bagian dari pemeriksaan untuk mencari penyebab kecelakaan secara menyeluruh.

"Jadi, kita melihat apa yang lesson learned-nya yang harus kita lihat dari sekarang. Bilangnya, informasinya manifesnya sudah benar, benar enggak? Kan itu mesti diuji. Dan masih banyak, termasuk kelaikan kapal, krunya seperti apa," kata Dudy.

Menhub menegaskan berbagai ketentuan mengenai keselamatan pelayaran telah tersedia, sementara tantangan yang dihadapi adalah konsistensi pelaksanaan aturan tersebut oleh seluruh pihak yang bertanggung jawab di lapangan.

Hasil investigasi nantinya akan digunakan sebagai dasar untuk mengevaluasi berbagai aspek penyelenggaraan pelayaran dan menyusun langkah perbaikan sesuai penyebab yang ditemukan.

Pemerintah berharap penyelidikan tersebut dapat menghasilkan berbagai pelajaran penting untuk memperkuat sistem keselamatan pelayaran nasional dan mencegah kecelakaan serupa.

Presiden Prabowo Minta Penyebab Kecelakaan Diusut

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto juga menegaskan komitmen pemerintah untuk mengusut tuntas penyebab kecelakaan KMP Virgo Transport 8 di Laut Jawa yang terjadi pada Minggu, 13 September.

Prabowo menyampaikan pernyataan tersebut ketika meresmikan LRT Jakarta Jalur Kelapa Gading-Manggarai di Jakarta pada Rabu, 16 September.

"Kita terus akan melakukan investigasi. Menyelidiki apa sebab dari kejadian tersebut. Supaya di masa depan kita lebih bisa mitigasi, dan bisa mengambil langkah-langkah yang terbaik," kata Prabowo.

Menurut Presiden, penyelidikan diperlukan untuk mengetahui faktor penyebab kecelakaan sekaligus menjadi bahan evaluasi dalam memperkuat mitigasi dan menentukan langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.

Prabowo juga menyampaikan belasungkawa dan doa kepada keluarga yang terdampak kecelakaan tersebut.

"Dan kita selalu berdoa agar keluarga yang ditinggal diberi ketabahan keteguhan," kata Prabowo.

Basarnas Temukan 127 Korban

Hingga Rabu pukul 12.00 Wita, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas mengonfirmasi sebanyak 127 korban telah ditemukan.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 108 orang dinyatakan selamat dan 19 korban meninggal dunia.

Sementara itu, sebanyak 116 korban lainnya masih dalam proses pencarian.

Berdasarkan manifes KM Virgo Transport 8, total terdapat 243 orang yang tercatat berada di kapal tersebut.

Jumlah korban yang telah dikonfirmasi belum memasukkan satu jenazah yang ditemukan nelayan di Kalimantan Tengah pada Selasa, 22 September.

Jenazah tersebut masih menjalani proses identifikasi di RS Bhayangkara Banjarmasin untuk memastikan apakah merupakan korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 atau meninggal karena penyebab lain.

Penulis :
Leon Weldrick
FLOII 2026