HOME  ⁄  Nasional

Yusril Persilakan Media Cek Langsung Temuan Ombudsman soal Fasilitas di Lapas Cibinong

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Yusril Persilakan Media Cek Langsung Temuan Ombudsman soal Fasilitas di Lapas Cibinong
Foto: (Sumber :Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra menerima audiensi Dewan Bisnis AS-ASEAN (US-ASEAN Business Council/USABC) di Jakarta, Selasa (22/9/2026). ANTARA/HO-Kemenko Kumham Imipas RI//aov/aa.)

Pantau - Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra mempersilakan media massa memeriksa langsung temuan Ombudsman Republik Indonesia (ORI) terkait fasilitas yang disebut berstandar apartemen di Lapas Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Yusril mengatakan langkah tersebut diperlukan untuk memastikan peruntukan fasilitas yang ditemukan Ombudsman di kawasan lapas pada Rabu (23/9/2026).

“Apakah benar ada fasilitas mewah berstandar apartmen di sana. Kalau ada, pastikan fasilitas apa itu, apakah itu rumah pegawai di dalam lapas atau tempat asimilasi napi menjelang bebas atau memang benar itu fasilitas mewah untuk para napi tertentu yang sanggup membayar,” ucap Yusril kepada wartawan di Jakarta, Kamis (24/9/2026).

Yusril mengaku telah berkoordinasi dengan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto sejak Rabu hingga Kamis pagi dan memutuskan membuka akses bagi media untuk melakukan peliputan langsung.

Ia menegaskan seluruh pihak harus terbuka dan menyatakan sanksi dapat dijatuhkan apabila terbukti terdapat pejabat atau pegawai Lapas Cibinong yang bersalah menyediakan maupun mengomersialkan fasilitas tersebut.

Sebaliknya, Yusril meminta Ombudsman memberikan klarifikasi secara terbuka apabila temuan tersebut tidak benar atau terjadi kesalahan persepsi.

“Jadi, jangan ada dusta di antara kita. Tapi, jangan pula ada fitnah di antara kita,” tuturnya.

Ombudsman Temukan Lebih dari 10 Kamar

Anggota Ombudsman RI Fikri Yasin sebelumnya mengatakan fasilitas yang ditemukan berada di kawasan belakang Lapas Cibinong dan terpisah dari blok hunian warga binaan pada umumnya.

“Bagus, bagus sekali. Standar apartemen. Artinya walaupun kecil-kecil, kelengkapannya semua ada. Kelengkapan alat rumah tangga semua ada,” kata Fikri.

Menurut Fikri, Ombudsman menemukan lebih dari 10 kamar di sejumlah bagian kawasan dengan fasilitas antara lain ruang tamu, kamar tidur, dapur, televisi, kulkas, dan perlengkapan memasak.

Ombudsman juga mendapati sekitar enam hingga tujuh orang yang diduga warga binaan berada secara terpisah di kawasan tersebut, tetapi belum memastikan identitas maupun status mereka.

Temuan tersebut diperoleh dalam inspeksi mendadak kedua Ombudsman ke Lapas Cibinong sepanjang 2026 setelah inspeksi pertama pada Juli disebut tidak memperoleh akses untuk melakukan pemeriksaan.

Dalam inspeksi kedua pada Rabu (23/9/2026), Ombudsman mengaku kembali mengalami kendala akses hingga terjadi cekcok dan aksi saling dorong dengan petugas keamanan sebelum tim dapat memasuki sejumlah bagian kawasan lapas.

Peruntukan Bangunan Masih Dipertanyakan

Anggota Ombudsman RI Syafrida Rachmawati Rasahan mengatakan tim menemukan sejumlah bangunan di kawasan belakang lapas, termasuk deretan kamar di sekitar rumah dinas kepala lapas.

Menurut Syafrida, petugas Lapas Cibinong menyampaikan bahwa bangunan tersebut merupakan tempat istirahat petugas, tetapi Ombudsman masih mempertanyakan peruntukan sebenarnya.

Ombudsman memperkirakan setiap bangunan berukuran sekitar tipe 36 dengan fasilitas berupa ruang tamu, ruang makan, kamar, televisi, dan dapur.

Tim Ombudsman juga mengaku menemukan minuman beralkohol di salah satu kulkas serta sejumlah botol minuman beralkohol di tempat pembuangan sampah kawasan lapas.

Syafrida menegaskan Ombudsman belum dapat memastikan pemilik maupun pengguna minuman tersebut sehingga masyarakat diminta tidak berspekulasi.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026