HOME  ⁄  Nasional

DPLN GEKRAFS Arab Saudi Resmi Dilantik, Dorong Optimalisasi Pasar melalui Diaspora Indonesia

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

DPLN GEKRAFS Arab Saudi Resmi Dilantik, Dorong Optimalisasi Pasar melalui Diaspora Indonesia
Foto: Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) meresmikan Dewan Perwakilan Luar Negeri (DPLN) Arab Saudi periode 2026–2029 di Saudi Arabia, Selasa (22/9/26)

Pantau – Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) meresmikan Dewan Perwakilan Luar Negeri (DPLN) Arab Saudi periode 2026–2029 di Saudi Arabia, Selasa (22/9/26). Pengukuhan ini menjadi bagian dari langkah GEKRAFS memperkuat jejaring ekonomi kreatif Indonesia sekaligus mengoptimalkan peluang pasar melalui keberadaan diaspora Indonesia di Arab Saudi.

Prosesi tersebut turut dihadiri jajaran GEKRAFS, di antaranya Temi Sumarlin selaku Sekretaris Jenderal GEKRAFS, Arifin Ihsan Rismansyah selaku Ketua Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) GEKRAFS, Octaviani Putri Pertiwi selaku perwakilan Badan Otonom Pembinaan dan Pendampingan UMKM GEKRAFS, serta Septiana Putri Dwi Jayanti selaku perwakilan Bidang Kerja Sama, Media dan Pemasaran GEKRAFS.

Hadir pula Konsul Jenderal Republik Indonesia di Arab Saudi sebagai bagian dari dukungan terhadap penguatan jejaring dan diplomasi ekonomi kreatif Indonesia di Arab Saudi.

Dalam pelantikan, H. Isradi F Syafruddin resmi menjabat sebagai Ketua DPLN Arab Saudi didampingi H. Zukri Abdul Hamid sebagai Wakil Ketua serta H.M. Sami’an sebagai Sekretaris, dan H. Ulil Amry sebagai Bendahara.

Ketua Umum DPP GEKRAFS, Kawendra Lukistian, dalam sambutannya mengatakan pembentukan DPLN Arab Saudi menjadi bagian dari langkah GEKRAFS memperluas jejaring ekraf di Timur Tengah dan membuka akses yang lebih luas bagi pelaku ekonomi kreatif Indonesia.

“Arab Saudi memiliki peluang yang besar, dan kita ingin pelaku kreatif Indonesia mampu membangun kolaborasi dan membuka akses bisnis yang berkelanjutan. Salah satunya juga melalui Creative Economy Diplomatic Mission, ini menjadi bagian dari upaya kita membawa ekonomi kreatif Indonesia lebih dekat dengan pasar global,” ujar Kawendra, Selasa (22/9).

Menurut Kawendra, keberadaan DPLN di luar negeri memiliki peran strategis dalam membangun koneksi antara pelaku ekonomi kreatif Indonesia dengan ekosistem lokal di negara tujuan, termasuk memanfaatkan jejaring diaspora Indonesia.

“DPLN Arab Saudi harus menjadi jembatan yang menghubungkan talenta, produk, karya, dan pelaku usaha Indonesia dengan mitra lokal dari Arab Saudi,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal GEKRAFS Temi Sumarlin turut menyampaikan sambutan dan harapannya dalam rangkaian pelantikan DPLN Arab Saudi.

“Kami berharap kehadiran DPLN GEKRAFS Arab Saudi dapat memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus membuka lebih banyak ruang kolaborasi bagi pelaku ekonomi kreatif Indonesia. Keberadaan diaspora Indonesia juga dapat menjadi bagian dari jejaring untuk memperkenalkan dan mengembangkan produk serta layanan ekonomi kreatif Indonesia di pasar Arab Saudi,” ujar Temi Sumarlin.

Sementara itu, Ketua Komite Luar Negeri/Koordinator Luar Negeri GEKRAFS, Osco Olfriady Letunggamu, mengatakan Creative Economy Diplomatic Mission 2026 merupakan bagian dari penguatan diplomasi kreatif Indonesia melalui jaringan GEKRAFS di luar negeri.

“Diplomasi kreatif harus kita dorong menjadi diplomasi yang produktif. Artinya, kita tidak hanya memperkenalkan Indonesia, tetapi juga membuka ruang pertemuan antara pelaku ekonomi kreatif Indonesia dengan mitra di Arab Saudi untuk membangun kerja sama yang konkret,” ujar Osco.

Menurut Osco, penguatan jejaring di Arab Saudi dapat menjadi ruang bagi pelaku ekonomi kreatif Indonesia untuk memahami kebutuhan pasar sekaligus membangun hubungan dengan komunitas dan diaspora Indonesia yang berada di negara tersebut.

Usai pelantikan, Ketua DPLN GEKRAFS Arab Saudi, Isradi F Syafruddin, mengatakan kepengurusan yang baru dikukuhkan akan fokus membangun jejaring dan membuka ruang kolaborasi antara pelaku ekonomi kreatif Indonesia dan Arab Saudi.

“Melalui DPLN GEKRAFS Arab Saudi ini kita akan berupaya menjadi penghubung agar potensi tersebut dapat diterjemahkan menjadi kerja sama yang nyata,” ujar Isradi.

Menurut Isradi, diaspora Indonesia dapat menjadi bagian dari jejaring yang mendukung pengenalan produk, jasa, dan potensi ekonomi kreatif Indonesia di Arab Saudi.

“Kami ingin membangun jejaring yang bisa memberikan manfaat bagi pelaku ekonomi kreatif Indonesia. Diaspora Indonesia menjadi salah satu bagian penting yang dapat kita libatkan untuk memperluas koneksi dan membuka peluang pasar,” katanya.

Dalam rangkaian agenda tersebut, GEKRAFS turut menyelenggarakan sejumlah kegiatan yakni Creative Talk, Business Matching, hingga Mini Expo yang mempertemukan ekosistem ekonomi kreatif Indonesia dengan jejaring dan peluang bisnis di Arab Saudi.

Melalui Creative Talk, GEKRAFS membuka ruang pembahasan mengenai potensi ekonomi kreatif dan peluang kolaborasi. Sementara Business Matching menjadi ruang pertemuan langsung antara pelaku ekonomi kreatif Indonesia dengan jejaring bisnis di Arab Saudi. Adapun Mini Expo menjadi ruang untuk memperkenalkan potensi dan produk ekonomi kreatif Indonesia.

Rangkaian agenda tersebut juga diarahkan untuk membuka komunikasi dan penjajakan kerja sama lintas sektor, termasuk dengan memanfaatkan jejaring diaspora Indonesia. Hal ini sekaligus membuka ruang bagi pelaku ekraf untuk melihat berbagai kebutuhan masyarakat Indonesia di Arab Saudi, termasuk dalam aktivitas yang berkaitan dengan perjalanan haji dan umrah.

Adapun rangkaian kegiatan Creative Economy Diplomatic Mission 2026 ini turut didukung oleh PT Bank BNI dan Telkomsel. Melalui agenda tersebut, GEKRAFS mendorong terjadinya komunikasi bisnis secara langsung, termasuk penjajakan kerja sama, pengembangan pasar, promosi produk dan jasa kreatif, serta peluang kolaborasi lintas sektor, sekaligus memperkuat posisi ekonomi kreatif Indonesia dalam jejaring internasional.

Penulis :
Shila Glorya
FLOII 2026