HOME  ⁄  Nasional

KSAL Tegaskan KRI Sriwijaya-100 Siap Beroperasi, TNI AL Tinggal Menunggu Perintah Pengerahan

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

KSAL Tegaskan KRI Sriwijaya-100 Siap Beroperasi, TNI AL Tinggal Menunggu Perintah Pengerahan
Foto: KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali saat jumpa pers usai mengikuti acara peresmian nama KRI Sriwijaya di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis 24/9/2026 (sumber: ANTARA/Walda Marison)

Pantau - Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menyatakan kapal induk KRI Sriwijaya-100 telah siap beroperasi untuk menjalankan tugas negara dan kini tinggal menunggu perintah pengerahan.

“Ya kita tunggu perintah. Intinya kapal ini siap,” kata Laksamana Ali setelah mengikuti upacara pemberian nama kapal induk dan pengibaran bendera Merah Putih di atas kapal tersebut.

Upacara pemberian nama dan pengibaran bendera Merah Putih itu berlangsung di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Kamis.

Batal Tampil dalam Sailing Pass HUT Ke-81 TNI

Sebelum dinyatakan siap menjalankan penugasan, KRI Sriwijaya-100 telah dipersiapkan untuk tampil dalam sailing pass di Teluk Jakarta.

Sailing pass tersebut semula direncanakan menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT Ke-81 TNI yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 4 Oktober.

Namun, rencana penampilan KRI Sriwijaya-100 dalam sailing pass tidak terlaksana setelah acara tersebut dibatalkan.

Perayaan HUT Ke-81 TNI kemudian diganti dengan kegiatan yang lebih sederhana di Markas Besar TNI, Cilangkap.

Setelah batal tampil dalam rangkaian tersebut, KRI Sriwijaya-100 dipersiapkan untuk menjalankan misi lain sesuai dengan tugas yang diberikan.

TNI AL Siapkan Retrofit KRI Sriwijaya-100

Laksamana Ali mengatakan TNI AL juga membuka kemungkinan melakukan retrofit atau pembaruan terhadap KRI Sriwijaya-100 dalam waktu dekat.

Pelaksanaan retrofit akan mempertimbangkan kebutuhan penugasan kapal sehingga misi yang diberikan dalam waktu dekat akan diprioritaskan.

“Tapi, kita lihat apabila ada penugasan untuk kapal dalam waktu dekat maka penugasan dulu baru retrofit,” jelas Laksamana Ali.

Laksamana Ali menambahkan proses retrofit KRI Sriwijaya-100 nantinya akan melibatkan perusahaan dalam negeri PT PAL dan perusahaan asal Italia, Fincantieri.

Penulis :
Shila Glorya
FLOII 2026