
Pantau - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia (SDM) di bidang metrologi dan instrumentasi guna menjamin ketepatan ukuran dan takaran produk sekaligus memperkuat perlindungan konsumen.
Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri mengatakan kompetensi SDM metrologi semakin dibutuhkan seiring perkembangan teknologi yang memengaruhi aktivitas perdagangan dan menghadirkan kebutuhan baru dalam bidang pengukuran.
“Pada prinsipnya alat ukur ini sangat penting. Ini menentukan bagaimana perlindungan konsumen, lalu kemudian bagaimana perkembangan inovasi yang tentunya dibutuhkan untuk mengamankan pasar dalam negeri kita,” katanya.
Pernyataan tersebut disampaikan Roro saat menghadiri Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-8 Akademi Metrologi dan Instrumentasi (Akmet) Tahun 2026 di Kampus Akmet, Sumedang, Jawa Barat.
Metrologi Jamin Ketepatan Ukuran dan Takaran Produk
Roro menjelaskan metrologi tidak hanya berkaitan dengan keberadaan dan penggunaan alat ukur, tetapi juga berperan memastikan produk yang diterima konsumen memiliki ukuran serta takaran yang sesuai.
Kepastian ukuran dan takaran dinilai penting untuk memberikan jaminan kepada masyarakat maupun pelaku usaha dalam melakukan transaksi perdagangan.
“Bidang ini sangat-sangat penting untuk memastikan bahwa segala produk yang kita sajikan kepada konsumen itu sesuai, takarannya sesuai, ukurannya sesuai,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 610 siswa-siswi dari berbagai daerah di Indonesia dinyatakan lulus dengan predikat baik.
Kelulusan tersebut menjadi bagian dari upaya menyiapkan SDM metrologi dan instrumentasi yang mampu menjawab berbagai kebutuhan dalam kegiatan perdagangan.
Roro menekankan para lulusan Akmet juga perlu memiliki kemampuan untuk terus beradaptasi dan berinovasi mengikuti perkembangan zaman.
Kemampuan tersebut diperlukan karena perkembangan teknologi digital, instrumentasi, energi, hingga kendaraan listrik memunculkan kebutuhan baru terhadap kompetensi di bidang metrologi.
“Yang diajarkan di sini adalah bagaimana adaptasi tersebut harus dilaksanakan,” katanya.
Kendaraan Listrik Hadirkan Kebutuhan Baru Metrologi
Salah satu perkembangan teknologi yang membutuhkan dukungan metrologi adalah meningkatnya penggunaan kendaraan listrik beserta keberadaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).
Menurut Roro, perkembangan kendaraan listrik dan SPKLU membutuhkan dukungan sistem metrologi legal serta laboratorium pengujian untuk alat ukur pengisi daya kendaraan listrik.
Kemendag telah bekerja sama dengan Korea International Cooperation Agency (KOICA) sejak 23 Juni 2025 untuk mengembangkan sistem tersebut.
Kerja sama itu mencakup pembangunan sistem metrologi legal dan laboratorium pengujian alat ukur pengisi daya kendaraan listrik.
Program tersebut juga meliputi pengembangan laboratorium, penyusunan dan pengembangan regulasi teknis, serta penguatan SDM di bidang metrologi legal.
Hingga 2026, Akmet tercatat telah meluluskan sebanyak 430 orang yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Para lulusan Akmet telah berkiprah di berbagai instansi pemerintah maupun sektor industri dan jasa pada bidang metrologi, kalibrasi, instrumentasi, pengendalian mutu, serta rekayasa.
Roro berharap kompetensi yang diperoleh para lulusan dapat dimanfaatkan untuk memperkuat ketersediaan SDM metrologi dan instrumentasi di berbagai daerah.
Kompetensi tersebut juga diharapkan mendukung terciptanya aktivitas perdagangan yang adil, tertib, dan terpercaya serta berkontribusi terhadap pencapaian visi Indonesia Emas 2045.
- Penulis :
- Arian Mesa




