
Pantau - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang, Jawa Barat, mengupayakan penyelesaian pembangunan Jembatan Cipicung di Kecamatan Cibugel dengan anggaran lebih dari Rp3,6 miliar untuk memulihkan akses masyarakat di kawasan perbatasan Sumedang-Garut.
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir memastikan pembangunan jembatan berjalan lancar dan sesuai spesifikasi dengan memperhatikan kualitas konstruksi agar dapat digunakan dalam jangka panjang.
"Pembangunan ini harus berjalan lancar, berkualitas, dan tahan lama sehingga bisa digunakan masyarakat secara aman dan nyaman. Kita ingin jembatan ini memiliki kekuatan yang baik dan bisa dimanfaatkan dalam jangka waktu panjang,” kata Dony.
Jembatan Cipicung merupakan salah satu akses yang menghubungkan Kecamatan Cibugel di Kabupaten Sumedang dengan Kecamatan Selaawi hingga Limbangan di Kabupaten Garut.
Jembatan tersebut sebelumnya mengalami kerusakan akibat bencana sehingga pemerintah memutuskan menggantinya dengan konstruksi baru.
Jembatan pengganti direncanakan memiliki panjang sekitar 15 meter dengan lebar konstruksi mencapai enam meter.
Jembatan Darurat Disiapkan untuk Pengendara Motor
Selama pembangunan berlangsung, pemerintah menyediakan jembatan darurat yang dapat dilalui kendaraan roda dua agar mobilitas masyarakat tetap berjalan.
Kendaraan roda empat tidak dapat menggunakan jembatan darurat sehingga dialihkan melalui jalur alternatif Cibugel-Patrol.
Dony mengakui pembangunan Jembatan Cipicung menimbulkan ketidaknyamanan sementara bagi masyarakat yang biasa menggunakan akses tersebut.
“Memang ada ketidaknyamanan bagi masyarakat selama pembangunan berlangsung. Namun, akses alternatif tetap disiapkan agar aktivitas masyarakat tetap berjalan,” ujar Dony.
Pengaturan akses sementara tersebut dilakukan untuk menjaga mobilitas dan aktivitas masyarakat hingga pembangunan jembatan selesai.
Jembatan Diharapkan Perkuat Konektivitas Sumedang-Garut
Pembangunan Jembatan Cipicung menjadi bagian dari upaya Pemkab Sumedang meningkatkan konektivitas Kecamatan Cibugel yang berbatasan dan memiliki akses penghubung langsung dengan Kabupaten Garut.
Pembangunan tersebut juga berjalan seiring dengan target peningkatan kemantapan jalan kabupaten di Sumedang dari 87,28 persen pada 2025 menjadi 89,62 persen pada 2026.
Dony berharap penyelesaian Jembatan Cipicung dapat memulihkan mobilitas masyarakat sekaligus memperlancar pergerakan orang dan distribusi barang di kawasan perbatasan.
“Keberadaan jembatan ini penting untuk mendukung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat akses penghubung antara Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Garut,” kata Dony.
Setelah pembangunan selesai, Jembatan Cipicung diharapkan kembali menjadi akses utama masyarakat Kecamatan Cibugel menuju wilayah Kabupaten Garut sekaligus memperkuat konektivitas antarkedua daerah.
- Penulis :
- Leon Weldrick




