HOME  ⁄  Nasional

Bupati Bantul Ajak Warga Jaga Kerukunan Jelang Pilur Serentak 2026 di 30 Kalurahan

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Bupati Bantul Ajak Warga Jaga Kerukunan Jelang Pilur Serentak 2026 di 30 Kalurahan
Foto: Bupati Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Abdul Halim Muslih saat ditemui di Kantor Bupati Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin 28/9/2026 (sumber: ANTARA/Agung Dwi Prakoso)

Pantau - Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengimbau masyarakat menjaga kondusivitas dan kerukunan menjelang Pemilihan Lurah (Pilur) Serentak 2026 yang dijadwalkan berlangsung di 30 kalurahan di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada 4 Oktober 2026.

Halim menyatakan seluruh tahapan dan proses penyelenggaraan Pilur telah memiliki dasar aturan melalui peraturan daerah dan peraturan bupati.

“Tahapan dan proses Pilur sudah diatur melalui Perda maupun Perbup,” kata Halim.

Pilur Serentak 2026 akan diikuti 87 kandidat calon lurah yang telah ditetapkan untuk berkompetisi memperoleh suara terbanyak.

“Calon kandidat lurah sudah ditetapkan panitia, tahapan saat ini kampanye dan puncaknya tanggal 4 nanti pemungutan suara,” ungkap Halim.

Tahapan kampanye berlangsung pada 28-30 September 2026, sedangkan pemungutan suara dijadwalkan pada 4 Oktober 2026.

Warga Diminta Hindari Konflik Antarpendukung

Halim mengajak masyarakat Bantul, khususnya warga di 30 kalurahan penyelenggara Pilur, mengedepankan semangat persaudaraan dan menjaga kerukunan selama proses pemilihan.

“Karena kalau tidak dilandasi semangat persaudaraan, persahabatan, ya kita mengkhawatirkan adanya polarisasi, resistensi antar satu pendukung dengan pendukung yang lain,” kata Halim.

Pemerintah Kabupaten Bantul juga telah melakukan pemetaan potensi kerawanan dan mitigasi konflik selama tahapan Pilur, termasuk pada masa kampanye, masa tenang, dan hari pemungutan suara.

Menurut Halim, masyarakat perlu memahami bahwa setiap kompetisi dalam proses demokrasi akan menghasilkan pihak yang menang dan kalah.

“Sing menang ora umuk, sing kalah ora ngamuk (yang menang tidak boleh sombong, yang kalah tidak boleh marah),” ungkap Halim.

Halim juga memaknai Pilur sebagai proses pembelajaran demokrasi agar masyarakat semakin matang dalam menghadapi perbedaan pendapat maupun pilihan politik.

“Tidak semua orang itu dewasa di dalam menghadapi kompetisi. Maka seluruh warga Bantul, ayolah berdemokrasi dengan riang gembira dan bersahabat,” kata Halim.

Bupati Bantul Dorong Rekonsiliasi Usai Pilur

Halim mengingatkan setiap potensi konflik perlu segera ditanggulangi bersama agar tidak berkembang menjadi perselisihan berkepanjangan.

Para pendukung juga diminta tidak menyimpan rasa sakit hati secara berlebihan apabila hasil Pilur tidak sesuai dengan harapan mereka.

“Kalau ada baper-baperan (bawa perasaan) itu ya jangan lama-lama, harus ada rekonsiliasi. Harus disadari ya itulah konsekuensinya,” ungkap Halim.

Setelah seluruh proses Pilur selesai, Halim meminta masyarakat kembali menjaga kerukunan dan bekerja bersama untuk membangun serta memajukan kalurahan masing-masing.

“Semua harus kembali bersahabat, bersaudara untuk membangun desa,” kata Halim.

Penulis :
Leon Weldrick
FLOII 2026