HOME  ⁄  Nasional

KPAI Mendorong Quality Control Ketat dalam Program MBG bagi Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

KPAI Mendorong Quality Control Ketat dalam Program MBG bagi Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita
Foto: (Sumber :Deputi Promosi dan Kerja Sama Badan Gizi Nasional Mariman Darto (kiri) dan Wakil Ketua KPAI Jasra Putra dalam FGD bertajuk "Penguatan Pengawasan KPAI terhadap Program Makan Bergizi Gratis bagi Ibu Hamil, Ibu Menyusui dan Balita (3B)" di Jakarta. ANTARA/HO-KPAI.)

Pantau - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendorong pengawasan dan quality control yang lebih ketat dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita atau kelompok 3B.

Wakil Ketua KPAI Jasra Putra mengatakan pengendalian kualitas harus diterapkan pada seluruh tahapan program, mulai dari penyusunan menu hingga makanan dikonsumsi penerima manfaat.

"Pentingnya penguatan quality control pada seluruh rantai penyelenggaraan MBG 3B, mulai dari perencanaan menu, pemilihan bahan pangan, proses pengolahan, higiene sanitasi, distribusi, hingga makanan diterima dan dikonsumsi oleh penerima manfaat," kata Jasra di Jakarta, Rabu (30/9).

Menurut Jasra, pelaksanaan MBG 3B tidak boleh hanya berorientasi pada jumlah makanan yang diproduksi dan disalurkan.

Ia menekankan makanan yang diberikan harus aman, bermutu, sesuai kebutuhan biologis penerima, serta memberikan manfaat bagi tumbuh kembang.

Kebutuhan Gizi Kelompok 3B Berbeda

Jasra menjelaskan ibu hamil, ibu menyusui, dan balita mempunyai kebutuhan gizi yang berbeda sehingga pemberian makanan tidak dapat diseragamkan.

"Bumil, busui, dan balita memiliki kebutuhan gizi yang berbeda. Karena itu tidak bisa diperlakukan sebagai satu kelompok yang sama. Bahkan pada balita sendiri, kebutuhan makanan berbeda sesuai usia dan tahapan tumbuh kembangnya," ujar Jasra.

KPAI juga menegaskan kesalahan dalam pengelolaan MBG untuk kelompok 3B tidak boleh dipandang sekadar sebagai persoalan biasa dalam distribusi makanan.

Menurut Jasra, kelompok tersebut berkaitan dengan periode 1.000 hari pertama kehidupan yang menjadi masa penting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.

"Untuk kelompok 3B, kita bicara tentang periode 1.000 hari pertama kehidupan. Ini adalah masa yang sangat krusial dan tidak bisa diulang. Waktu terus berjalan. Karena itu setiap pemberian makanan harus dikelola dengan baik karena kesempatan untuk memperbaiki kesalahan pada periode ini tidak sama dengan memperbaiki persoalan di kemudian hari," katanya.

BGN Sepakat Pengawasan Harus Menyeluruh

Deputi Promosi dan Kerja Sama Badan Gizi Nasional (BGN) Mariman Darto turut menekankan pentingnya penguatan quality control dalam pelaksanaan MBG 3B.

Menurut Mariman, pengendalian kualitas harus diterapkan secara menyeluruh dan tidak hanya dilakukan pada salah satu tahapan program.

"Penguatan kualitas tidak cukup dilakukan pada satu titik saja, tetapi harus menjadi bagian dari keseluruhan proses penyelenggaraan program. Hal ini penting agar makanan yang sampai kepada penerima manfaat memenuhi standar keamanan, mutu dan kebutuhan kelompok sasaran," katanya.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026