
Pantau - Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) menjadikan Lomba Desa 2026 sebagai sarana menemukan, mendokumentasikan, dan menyebarluaskan berbagai praktik baik serta inovasi desa dalam mengembangkan potensi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Sekretaris Direktorat Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan (Ditjen PDP) Kemendes PDT Rachmatia Handayani mengatakan kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang apresiasi terhadap inovasi, kreativitas, dan keberhasilan desa.
“Lomba Desa Tahun 2026 merupakan salah satu upaya untuk mendorong dan memberikan ruang apresiasi terhadap berbagai praktik baik, inovasi, kreativitas serta keberhasilan desa dalam mengembangkan potensi dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat desa,” kata Rachmatia saat membuka Sosialisasi Lomba Desa Tahun 2026 yang diikuti secara daring di Jakarta, Rabu (30/9).
Lomba Desa Tak Sekadar Kompetisi
Rachmatia mengatakan Lomba Desa 2026 tidak hanya diarahkan menjadi ajang kompetisi antardesa.
Kegiatan tersebut juga menjadi wadah untuk mengidentifikasi berbagai pengalaman dan inovasi yang telah diterapkan desa dalam pembangunan serta pemberdayaan masyarakat.
“Kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tapi juga menjadi sarana untuk menemukan, mendokumentasikan dan menyebarluaskan berbagai praktik baik yang telah dilakukan oleh desa,” ujarnya.
Melalui dokumentasi tersebut, praktik baik yang terbukti berhasil di suatu desa diharapkan dapat diketahui secara lebih luas.
Inovasi Desa Diharapkan Bisa Direplikasi
Kemendes PDT berharap pengalaman dan inovasi dari desa-desa berprestasi dapat menjadi sumber inspirasi bagi desa lainnya.
Penerapan praktik baik tersebut dapat disesuaikan dengan kondisi, kebutuhan, serta potensi yang dimiliki setiap desa.
“Dengan demikian, pengalaman dan inovasi dari desa-desa yang berprestasi dapat menjadi inspirasi dan juga direplikasi oleh desa lainnya sesuai dengan kondisi dan potensinya masing-masing,” kata Rachmatia.
- Penulis :
- Aditya Yohan




