HOME  ⁄  Nasional

Dinkes Depok Meningkatkan Layanan Cek Kesehatan Gratis dengan Sistem Jemput Bola

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Dinkes Depok Meningkatkan Layanan Cek Kesehatan Gratis dengan Sistem Jemput Bola
Foto: (Sumber :Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Devi Maryori. ANTARA/Feru Lantara..)

Pantau - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, Jawa Barat, meningkatkan pelayanan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) melalui sistem jemput bola untuk membantu masyarakat mendeteksi risiko kesehatan sejak dini.

Berdasarkan data Dashboard Sehat Indonesiaku Kementerian Kesehatan per 23 September 2026, tingkat kehadiran masyarakat Depok dalam program CKG mencapai 87,14 persen.

Sebanyak 413.148 orang telah menjalani pemeriksaan kesehatan dari total 474.114 peserta yang mendaftar, mulai kelompok balita hingga lanjut usia.

"Petugas puskesmas melaksanakan CKG di dalam dan luar puskesmas secara berkala melakukan mekanisme jemput bola mendatangi lokasi keramaian hingga pemukiman warga," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok Devi Maryori di Depok, Rabu (30/9).

Pemeriksaan Disesuaikan dengan Kelompok Usia

Devi menjelaskan CKG merupakan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang diberikan kepada seluruh kelompok usia untuk mendeteksi berbagai faktor risiko kesehatan.

Jenis pemeriksaan yang diberikan kepada masyarakat berbeda dan disesuaikan dengan kelompok usia masing-masing.

Bayi mulai usia dua hari dapat menjalani pemeriksaan untuk mendeteksi kekurangan hormon tiroid, kadar enzim G6PD, kelainan adrenal, penyakit jantung bawaan, serta pemantauan masalah pertumbuhan.

Balita dan anak prasekolah mendapatkan layanan pemeriksaan pertumbuhan dan perkembangan, deteksi dini tuberkulosis (TBC), gangguan pendengaran dan penglihatan, kesehatan gigi, talasemia, serta risiko diabetes melitus melalui pemeriksaan gula darah.

Anak usia sekolah menjalani pemeriksaan antropometri, tekanan darah, gula darah, gangguan penglihatan dan pendengaran, serta skrining anemia.

Warga Diimbau Periksa Kesehatan Setahun Sekali

Pemeriksaan bagi kelompok dewasa mencakup faktor risiko kardiovaskular, tuberkulosis, Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), sejumlah jenis kanker, fungsi indera, kesehatan jiwa, organ hati, hingga pemeriksaan khusus calon pengantin.

Sementara itu, pemeriksaan bagi kelompok lansia berfokus pada geriatri, gangguan kardiovaskular, kesehatan paru, skrining kanker, fungsi indera, kesehatan jiwa, dan organ hati.

"Kami mengimbau warga Depok untuk partisipasi aktif mengikuti CKG minimal 1 tahun sekali dan menindaklanjuti hasil CKG dengan menerapkan pola hidup sehat," ujarnya.

"Jika sudah terdiagnosa memiliki penyakit tertentu, maka diharapkan rutin kontrol di fasilitas kesehatan untuk mendapatkan tatalaksana penyakit sesuai standar, demi menjaga kualitas hidup yang sehat," tuturnya.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026