HOME  ⁄  Nasional

Kemensos Gandeng Polri Jadi Agen Perlinsos, Bhabinkamtibmas Dikerahkan hingga Pedesaan

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Kemensos Gandeng Polri Jadi Agen Perlinsos, Bhabinkamtibmas Dikerahkan hingga Pedesaan
Foto: (Sumber :Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) bersama Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (KPTDP) Luhut Binsar Pandjaitan mendatangi Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (30/9), untuk menyosialisasikan perluasan Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital kepada jajaran kepolisian di seluruh Indonesia.)

Pantau - Kementerian Sosial (Kemensos) menggandeng Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk memperluas jaringan Agen Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital hingga desa dan kelurahan guna membantu masyarakat melakukan registrasi bantuan sosial (bansos) untuk 2027.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul bersama Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (KPTDP) Luhut Binsar Pandjaitan menyosialisasikan program tersebut kepada jajaran kepolisian di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (30/9/2026).

Keduanya diterima Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo bersama jajaran Mabes Polri, sementara sosialisasi secara daring diikuti jajaran 36 Polda, 513 Polres, dan 5.069 Polsek di seluruh Indonesia.

"Kami hari ini mengumpulkan para rekan pejabat utama dan seluruh jajaran untuk bisa segera menindaklanjuti apa yang menjadi arahan Bapak Presiden berkait dengan koordinasi dan sosialisasi Agen Perlinsos," kata Listyo.

Polri Dilibatkan Perluas Agen Perlinsos

Gus Ipul mengatakan Perlinsos Digital menjadi bagian dari transformasi pengelolaan perlindungan sosial untuk membuka akses pendaftaran, memperbarui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), serta menyederhanakan proses melalui teknologi.

"Perlinsos Digital adalah game changer. Warga mendaftar, sistem yang akan memverifikasi dan menilai, lalu ditetapkan layak atau tidak layak dengan alasan yang jelas," kata Gus Ipul.

Salah satu penerapan sistem tersebut adalah registrasi ulang penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) untuk penyaluran pada 2027.

Menurut Gus Ipul, lansia, penyandang disabilitas, dan masyarakat di daerah terpencil menjadi kelompok yang berisiko tertinggal karena keterbatasan akses maupun kemampuan menggunakan teknologi digital.

"Keterbatasan teknologi tidak boleh menjadi alasan mereka tidak terdata," tegas Gus Ipul.

Pemerintah karena itu memperluas Agen Perlinsos melalui Gerakan Nasional Peduli Tetangga dengan melibatkan berbagai unsur yang berada dekat dengan masyarakat.

"Dimulai dari yang dekat, yang dekat tidak boleh terlewat," ujar Gus Ipul.

Bhabinkamtibmas Didorong Bantu Warga Mendaftar

Gus Ipul menilai jaringan Bhabinkamtibmas yang menjangkau desa dan kelurahan dapat membantu masyarakat mengakses Perlinsos Digital.

"Terima kasih kepada Pak Kapolri dan jajaran yang selama ini telah mendampingi Kementerian Sosial. Dan bahkan dalam rangka memperluas Agen Perlinsos, Pak Kapolri sudah bergerak, jajaran Kapolri sudah bergerak di desa-desa lewat Bhabinkamtibmas," kata Gus Ipul.

Saat ini, lebih dari 5,6 juta keluarga telah terdaftar dalam Perlinsos Digital dengan dukungan lebih dari 289 ribu agen, sedangkan pemerintah menargetkan sekitar 48 juta keluarga terdaftar.

Gus Ipul menegaskan Agen Perlinsos hanya bertugas membantu proses pendaftaran dan tidak memiliki kewenangan menentukan kelayakan seseorang sebagai penerima bansos.

"Perlu kami tegaskan, agen hanya membantu mendaftar, sistem yang akan menentukan kelayakan. Dan dengan begitu, pensasaran tetap objektif dan berkeadilan. Sebagai Agen Perlinsos, ini relawan, tidak ada bayaran, dan tidak boleh memungut bayaran," katanya.

Luhut Minta Jaringan Polri Bergerak hingga Daerah Terpencil

Luhut menilai struktur kepolisian yang berjenjang hingga tingkat bawah memiliki potensi besar untuk memperluas jangkauan program, terutama bagi masyarakat di daerah terpencil.

"Saya berharap banyak sekali dengan Polri. Dan saya berharap karena saya lihat, sistem polisi ini sudah berjenjang sampai ke bawah. Jadi saya mohon nanti, tolong instruksi Pak Kapolri, agar ini membawa keadilan, kebersamaan sampai daerah-daerah terpencil," kata Luhut.

Ia meminta keterlibatan tersebut menjangkau jajaran Polda, Polres hingga Bhabinkamtibmas.

"Jadi saya titip pada Pak Kapolri dan teman-teman, Kapolda sampai kepada Kapolres, Bhabinkamtibmas, ya tolong diturunkan," ujarnya.

"Ini gerakan masif. Dan saya mohon sekali lagi, Polri menurut saya, ini dengan Anda hadir di bawah dan pergi tadi, rakyat juga pasti senang. Anda melindungi haknya mereka," kata Luhut.

Masyarakat dapat melakukan registrasi melalui perlinsos.kemensos.go.id dengan menyiapkan NIK pada KTP, nomor meter PLN, serta mengikuti proses verifikasi wajah.

Registrasi tidak otomatis membuat seseorang menjadi penerima bansos karena data yang masuk tetap menjalani proses verifikasi, pemadanan, dan penilaian kelayakan sesuai ketentuan program.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026