
Pantau - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyatakan pemerintah menargetkan sekitar 48 juta keluarga terdaftar dalam Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital untuk memperluas jangkauan penyaluran bantuan sosial.
Gus Ipul mengatakan keterbatasan literasi digital menjadi salah satu tantangan karena kelompok yang membutuhkan bantuan, seperti lanjut usia, penyandang disabilitas, dan masyarakat di daerah terpencil, berisiko tertinggal dalam proses pendaftaran.
“Tantangannya adalah tidak semua warga melek digital. Ada lansia, penyandang disabilitas, warga di daerah terpencil, justru yang paling membutuhkan, paling berisiko tertinggal. Keterbatasan teknologi tidak boleh menjadi alasan mereka tidak terdaftar,” kata Gus Ipul saat membuka Rapat Tingkat Menteri (RTM) Perluasan Perlinsos dan Rencana Implementasi Tahun 2027 di Gedung Aneka Bhakti Kemensos, Jakarta, Rabu (30/9/2026).
Pemerintah Butuh Sekitar 2,4 Juta Agen Perlinsos
Gus Ipul menjelaskan hingga 30 September 2026 sekitar 5,6 juta keluarga atau sekitar 10 persen dari target telah terdaftar dalam Perlinsos Digital dengan bantuan lebih dari 289 ribu Agen Perlinsos.
“Harapan kita makin hari agen Perlinsos terus meningkat. Jika tiap agen rata-rata dapat mendaftarkan 30 keluarga, maka untuk mencapai 48 juta keluarga kita membutuhkan sekitar 2,4 juta agen, hampir 10 kali lipat dari yang ada sekarang,” ujarnya.
Menurut Gus Ipul, perluasan jumlah Agen Perlinsos menjadi salah satu kunci dalam memperluas penerapan Perlinsos Digital.
Kementerian Sosial kemudian mencanangkan Gerakan Nasional Peduli Tetangga untuk mendorong masyarakat membantu tetangga maupun keluarga yang membutuhkan bansos tetapi belum terdaftar melalui pendaftaran secara digital.
“Kami mengajak seluruh Kementerian/lembaga, khususnya yang memiliki jejaring hingga lapisan masyarakat paling bawah. Yaitu ASN, Pemerintah Daerah, Pendamping Desa, Penyuluh Pertanian, Penyuluh KB, Jajaran Kementerian Agama, BPS, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas, Pokdarwis atau Kelompok Sadar Wisata, untuk menjadi agen Perlinsos,” ajaknya.
Gus Ipul mengatakan masyarakat dapat mendaftar sebagai Agen Perlinsos melalui laman perlinsos.kemensos.go.id.
Ia menegaskan Agen Perlinsos hanya bertugas membantu proses pendaftaran masyarakat, sedangkan penentuan kelayakan penerima dilakukan oleh sistem.
“Dengan begitu penyasaran tetap objektif dan berkeadilan,” ujarnya.
Luhut Targetkan Pendaftaran Rampung Tahun Ini
Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (KPTDP) Luhut Binsar Pandjaitan turut mengajak menteri dan pimpinan lembaga menyosialisasikan Agen Perlinsos melalui sumber daya manusia di masing-masing instansi.
“Kita konsentrasi sini, karena ini merupakan basis luar biasa, ini game changer untuk pemerintahan Presiden Prabowo. Dan saya kira sukses besar dari pemerintahan ini kalau ini bisa kita tetapkan,” kata Luhut.
Luhut mengatakan pemerintah menargetkan proses pendaftaran Perlinsos Digital selesai pada akhir 2026 sehingga sistem tersebut dapat digunakan untuk penyaluran bansos pada 2027.
“Kita akan coba kuartal pertama tahun depan kita bagi bansos. Tapi itu subjek kepada keberhasilan kita sampai akhir tahun,” ujarnya.
Rapat tersebut turut dihadiri Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, Menteri PANRB Rini Widyantini, Menteri Agama Nasaruddin Umar, serta sejumlah menteri dan pimpinan lembaga lainnya.
- Penulis :
- Aditya Yohan




