HOME  ⁄  Nasional

Menbud Fadli Zon Sebut Revitalisasi Museum Kesaktian Pancasila Mengabadikan Bukti Sejarah Perjuangan Pahlawan

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Menbud Fadli Zon Sebut Revitalisasi Museum Kesaktian Pancasila Mengabadikan Bukti Sejarah Perjuangan Pahlawan
Foto: (Sumber :Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam sesi wawancara cegat usai peresmian Museum Kesaktian Pancasila di kawasan Lubang Buaya, Jakarta, Kamis (1/9/2026). ANTARA/Sinta Ambar/am..)

Pantau - Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan revitalisasi Museum Kesaktian Pancasila di kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur, dilakukan untuk mengabadikan bukti sejarah sekaligus menjaga memori kolektif mengenai perjuangan Pahlawan Revolusi.

Fadli mengatakan revitalisasi museum telah berlangsung sejak peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun lalu dan akan terus dilanjutkan sebagai bagian dari upaya pelindungan peninggalan sejarah.

“Kita harus menjaganya, kita melindunginya, kita merevitalisasinya, dan ini sedang berlangsung dan juga terus berlanjut, termasuk di daerah-daerah, sehingga museum-museum tersebut juga dapat menjadi pusat pendidikan, dan juga tempat bagi memori kolektif nasional,” ujar Fadli seusai peresmian Museum Kesaktian Pancasila di Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Museum Dilengkapi Sentuhan Digital dan Narasi Lebih Runtut

Revitalisasi Museum Kesaktian Pancasila mencakup penggunaan teknologi digital, penyajian yang lebih interaktif, penambahan narasi, serta penyusunan urutan peristiwa yang lebih runtut dengan melibatkan sejarawan.

Museum yang dibuka untuk masyarakat umum itu juga memiliki ruang relik berisi sejumlah benda bersejarah yang berkaitan dengan peristiwa yang ditampilkan museum.

Fadli berharap pembaruan tersebut menjadikan museum sebagai salah satu sumber informasi bagi masyarakat, termasuk pelajar dan mahasiswa, untuk mengenal sejarah perjalanan bangsa Indonesia.

“Kami berharap masyarakat, khususnya para pelajar, mahasiswa, atau masyarakat umum, dapat mengunjungi tempat ini sebagai bagian penting dari sejarah panjang kita, dan terutama untuk mengingatkan bahwa kita telah sepakat dengan Pancasila sebagai kekuatan pengikat kita, sebagai fondasi negara dan filosofi bangsa kita,” katanya.

Pengunjung Disuguhi Diorama Peristiwa Sejarah

Saat memasuki Museum Kesaktian Pancasila, pengunjung akan disambut patung Pancasila yang terpajang pada dinding di ruang pertama.

Pada area berikutnya terdapat sejumlah diorama peristiwa yang dilengkapi keterangan, termasuk tanggal dan lokasi kejadian.

Suasana museum dibuat dengan nuansa gelap dan tata cahaya yang diarahkan untuk menonjolkan diorama sehingga menjadi pusat perhatian pengunjung.

Terkait tiket masuk Museum Kesaktian Pancasila, Kementerian Kebudayaan masih akan berkoordinasi dengan TNI mengenai pengelolaan museum tersebut.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026