
Pantau - Badan Narkotika Nasional atau BNN RI mengungkap sebanyak 1.716 dari 1.745 sampel cairan rokok elektrik atau vape terdeteksi mengandung narkotika maupun New Psychoactive Substances (NPS).
Temuan tersebut berdasarkan pengujian yang dilakukan Pusat Laboratorium Narkotika BNN hingga 12 Agustus 2026.
Dari total 1.745 sampel yang diperiksa, sebanyak 1.552 sampel atau 88,9 persen terdeteksi mengandung etomidate.
Kepala BNN RI Komjen Pol. Suyudi Ario Seto menyebut temuan tersebut menjadi salah satu isu krusial yang perlu mendapatkan perhatian dalam upaya pemberantasan narkotika.
Data tersebut disampaikan Suyudi ketika menerima audiensi Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia atau Bakom RI Muhammad Qodari di Gedung BNN, Jakarta, Selasa, 29 September.
BNN Dorong Penguatan Sinergi Antinarkotika
Dalam pertemuan tersebut, Suyudi mendorong penguatan kerja sama BNN dan Bakom RI dalam menyebarluaskan pesan antinarkotika kepada masyarakat.
"Kami berharap Badan Komunikasi Pemerintah dapat bersinergi kuat dalam mendiseminasikan pesan-pesan antinarkotika sekaligus mendorong langkah konkret kerja sama BNN dan Badan Komunikasi Pemerintah," kata Suyudi.
Suyudi kembali menekankan arahan Presiden Prabowo Subianto yang disampaikan pada peringatan Hari Anti Narkotika Internasional atau HANI agar seluruh elemen negara tidak membiarkan BNN bekerja sendiri menghadapi ancaman narkotika.
Menurut dia, keterlibatan berbagai sektor diperlukan agar upaya menghadapi peredaran dan penyalahgunaan narkotika dapat dilakukan secara lebih efektif.
"Penguatan sinergi lintas sektoral menjadi langkah penting dalam menghadapi ancaman narkotika," ujar Suyudi.
BNN Jalankan Program Pencegahan hingga Rehabilitasi
Suyudi turut memaparkan sejumlah program pencegahan dan penanganan narkotika yang dijalankan BNN.
Program tersebut antara lain Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak Bersih Narkotika atau ANANDA BERSINAR serta Integrasi Kurikulum Anti Narkotika atau IKAN.
BNN juga menyediakan layanan rehabilitasi keliling, layanan tele-rehabilitasi yang dapat diakses secara daring, serta pusat panggilan melalui nomor 184.
Kepala Bakom RI Muhammad Qodari menyatakan komitmennya membawa persoalan narkotika yang disampaikan BNN ke tingkat pembahasan lebih tinggi.
Qodari juga akan mendorong agar upaya memerangi narkotika menjadi salah satu agenda utama Presiden Prabowo Subianto.
Bakom RI selanjutnya akan melakukan pembahasan internal untuk mematangkan bentuk kerja sama sekaligus menentukan langkah konkret yang dapat ditindaklanjuti bersama BNN.
- Penulis :
- Shila Glorya




