HOME  ⁄  Nasional

Bea Cukai Dampingi UMKM Malang Tembus Pasar Mancanegara

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Bea Cukai Dampingi UMKM Malang Tembus Pasar Mancanegara
Foto: (Sumber :Salah satu pendampingan dilakukan kepada CV Austindopak East Java pada Senin (28/09/2026) untuk menggali potensi dan kebutuhan usaha sekaligus memberikan pemahaman mengenai persiapan menuju pasar ekspor.)

Pantau - Malang, 05-10-2026 — Bea Cukai Malang damping dan pacu pelaku UMKM wilayah Malang Raya untuk mengembangkan potensi usahanya dan memperluas pasar ke mancanegara. Upaya tersebut dilakukan melalui asistensi dan pendampingan ekspor kepada sejumlah pelaku usaha potensial.

Salah satu kegiatan dilaksanakan pada Senin (28/09) melalui asistensi kepada CV Austindopak East Java. Perusahaan yang berdiri sejak 2004 tersebut bergerak di bidang kerajinan tangan (handycraft), dengan produk unggulan berupa topeng muka yang dapat dikreasikan sesuai kreativitas penggunanya.

Kegiatan dipimpin oleh Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Malang, Pitoyo Pribadi, bersama tim. Dalam kegiatan tersebut, Bea Cukai Malang berdiskusi dengan pemilik usaha, Sarwo Budi Satrijo, untuk menggali potensi dan kebutuhan usaha sekaligus memberikan pemahaman mengenai persiapan menuju pasar ekspor.

“Produk lokal memiliki peluang untuk dikenal lebih luas apabila didukung dengan kesiapan usaha dan pemahaman terhadap ketentuan ekspor. Karena itu, pendampingan dilakukan untuk membantu pelaku usaha mempersiapkan diri secara bertahap menuju pasar internasional,” ujar Pitoyo.

Pendampingan juga diberikan kepada PT Albaraka International Grup di Kabupaten Malang pada Kamis (17/09). Perusahaan yang dimiliki Ahmed tersebut mengembangkan produk Operculum & Fishery Product, Wood and Forestry Product, serta Spices and Agricultural Product yang berpotensi dipasarkan, khususnya ke kawasan Timur Tengah.

Bea Cukai Malang memberikan edukasi terkait pengembangan usaha berorientasi ekspor, terutama pemenuhan dokumen ekspor. Diskusi juga dilakukan untuk mengetahui kebutuhan dan kendala perusahaan serta memberikan pemahaman yang relevan agar kegiatan ekspor dapat berjalan sesuai ketentuan.

Sementara itu, Tim Klinik Ekspor Bea Cukai Malang juga memberikan asistensi kepada PT Inovasi Pangan Lestari di Kabupaten Malang pada Jumat (11/09). Perusahaan yang berdiri sejak 2021 tersebut mengolah hasil pertanian menjadi berbagai produk keripik buah dan sayur, seperti keripik buah naga, brokoli, jagung manis, cabai, dan bawang merah.

Perusahaan mengembangkan pemasaran melalui skema business to business (B2B) dan business to consumer (B2C), serta membuka peluang produksi dengan konsep white label dan private label. Pemanfaatan media sosial juga menjadi salah satu strategi untuk memperkenalkan produk dan menjangkau calon konsumen, termasuk membuka peluang pasar luar negeri.

“Bea Cukai Malang akan terus mendorong UMKM untuk mengembangkan produk, memenuhi ketentuan, dan meningkatkan kesiapan usahanya. Dengan fondasi bisnis yang baik dan pendampingan yang berkelanjutan, produk unggulan daerah diharapkan dapat semakin siap bersaing di pasar global,” ujar Pitoyo.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026