
Pantau - Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas II Rendani Manokwari, Papua Barat, membatalkan seluruh penerbangan dari dan menuju Bandara Rendani pada Selasa akibat kabut asap yang membuat jarak pandang berada di bawah ketentuan keselamatan operasional.
Kepala UPBU Kelas II Rendani Manokwari Herman Sujito menjelaskan kabut asap berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyebabkan jarak pandang pilot berkurang drastis.
“Hari ini semua rute penerbangan dibatalkan karena jarak pandang saat pagi hari itu hanya sekitar 3 kilometer, dan siangnya hanya 1 kilometer saja,” ungkap Herman.
Jarak pandang di sekitar Bandara Rendani pada pagi hari tercatat sekitar 3 kilometer sebelum semakin menurun menjadi hanya sekitar 1 kilometer pada siang hari.
Penerbangan Komersial dan Perintis Terdampak
Pembatalan berdampak terhadap sejumlah rute penerbangan komersial dari dan menuju Manokwari, termasuk Jakarta-Manokwari dan Makassar-Manokwari.
Rute Manokwari-Sorong, Kaimana-Manokwari, Jayapura-Manokwari, serta Nabire-Manokwari juga dibatalkan akibat kondisi tersebut.
Selain penerbangan komersial, tiga rute penerbangan perintis pada siang hari turut dibatalkan, yakni Wasior-Manokwari, Manokwari-Kambuaya, dan Manokwari-Teminabuan.
“Penerbangan komersial maupun perintis tidak bisa beroperasi, karena jarak pandang di bawah ketentuan keselamatan operasional,” ujar Herman.
UPBU Rendani menyatakan keputusan pembatalan diambil untuk menjamin keselamatan penumpang dan awak pesawat karena kondisi kabut asap berada di luar kendali manusia.
UPBU Rendani terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memantau perkembangan kondisi cuaca sebagai salah satu dasar bagi maskapai dalam menentukan waktu penerbangan dapat kembali beroperasi.
“Kami tentu berharap kondisi kabut asap segera membaik sehingga aktivitas penerbangan dapat kembali normal,” ungkap Herman.
Penumpang Dapat Perubahan Jadwal dan Opsi Refund
Salah satu penumpang rute Manokwari-Jakarta, Ari Pomanto, mengatakan maskapai telah memberikan informasi mengenai pembatalan penerbangannya.
Penerbangan Ari kemudian dijadwalkan ulang menjadi Kamis, 7 Oktober, sebagai langkah mengantisipasi kemungkinan kondisi serupa masih terjadi pada Rabu.
“Saya harusnya berangkat siang ini tapi batal dan dipindahkan ke Kamis. Kalau mau refund juga bisa tapi ada potongan 10 persen,” ujar Ari.
Selain mendapatkan pilihan perubahan jadwal, penumpang disebut dapat mengajukan pengembalian dana atau refund dengan potongan sebesar 10 persen.
Asap Karhutla Disebut Datang dari Sejumlah Wilayah
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Papua Barat Danang Tri Soesilo menjelaskan kabut asap yang menyelimuti Manokwari tidak hanya dipengaruhi karhutla di Papua Barat.
Menurut Danang, asap dari karhutla di Papua Selatan dan Papua Nugini (PNG) turut mempertebal kabut asap yang sebelumnya terbentuk akibat kebakaran di sejumlah wilayah Papua Barat.
Karhutla di Papua Barat dilaporkan terjadi antara lain di Kabupaten Manokwari Selatan, Teluk Bintuni, Kaimana, dan Fakfak.
Danang menyebut kebakaran hutan dan lahan di Maybrat, Papua Barat Daya, turut menyumbang asap yang mencapai Manokwari.
“Termasuk juga karhutla dari Maybrat, Papua Barat Daya yang asapnya kena sampai ke Manokwari,” ungkap Danang.
- Penulis :
- Leon Weldrick




