HOME  ⁄  Nasional

WRI Menilai Sanur Berpotensi Menjadi Percontohan Kawasan Rendah Emisi di Bali

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

WRI Menilai Sanur Berpotensi Menjadi Percontohan Kawasan Rendah Emisi di Bali
Foto: (Sumber :WRI Indonesia dalam Workshop Pekan Iklim secara daring jelaskan potensi Sanur jadi percontohan kawasan rendah emisi, Denpasar, Rabu (7/10/2026). (ANTARA/Ni Putu Putri Muliantari).)

Pantau - World Resources Institute (WRI) Indonesia menilai kawasan Sanur, Kota Denpasar, Bali, berpotensi menjadi percontohan kawasan rendah emisi atau Low Emission Zone untuk mengurangi tingginya emisi dari sektor transportasi.

Transport Decarbonisation Project Lead WRI Indonesia Haiqal Rizaldi mengatakan Sanur telah memulai proses menuju penerapan kawasan rendah emisi.

“Sanur menjadi salah satu kawasan yang telah memulai proses tersebut (menerapkan rendah emisi),” ucap Haiqal dalam Workshop Pekan Iklim di Denpasar, Rabu, 7 Oktober 2026.

Menurut Haiqal, penerapan kawasan rendah emisi penting karena mobilitas masyarakat Bali masih sangat bergantung pada kendaraan pribadi, sementara jumlah kendaraan terus bertambah setiap tahun.

Kendaraan Pribadi Mendominasi Mobilitas di Bali

WRI Indonesia mencatat populasi kendaraan di Bali pada 2024 mencapai sekitar 5,2 juta unit dengan pertumbuhan sekitar 5 persen atau bertambah 250 ribu kendaraan setiap tahun.

Sepeda motor mendominasi penggunaan kendaraan di jalanan Bali dengan porsi mencapai 62 persen, sedangkan mobil sebesar 33 persen.

Sementara itu, penggunaan transportasi nonmotor dan angkutan umum masing-masing hanya sekitar 1 persen.

Tingginya ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi membuat sektor transportasi menyumbang sekitar 41 persen dari total emisi di Provinsi Bali pada 2024.

“Transportasi umum itu diperlukan untuk menurunkan emisi sektor transportasi di Bali yang berkisar 40 persen,” ujarnya.

Angkutan Umum Baru Menjangkau 10 Persen Sarbagita

Upaya mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi menghadapi tantangan karena jangkauan layanan angkutan umum perkotaan di Bali masih terbatas.

Layanan yang meliputi Trans Metro Dewata, Trans Sarbagita, dan Shuttle Intaran tercatat baru menjangkau sekitar 10 persen wilayah Sarbagita.

Pengembangan kawasan rendah emisi di Sanur dinilai dapat menjadi salah satu langkah untuk menekan emisi sektor transportasi sekaligus mendorong perubahan pola mobilitas di Bali.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026