
Pantau - Menteri Sosial Republik Indonesia Saifullah Yusuf mengatakan jumlah siswa Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia telah mencapai 44 ribu anak yang tersebar di 182 sekolah sebagai bagian dari program pemerintah untuk memberikan akses pendidikan kepada keluarga tidak mampu.
“Per hari ini jumlah siswa Sekolah Rakyat di seluruh wilayah Indonesia sebanyak empat puluh empat ribu orang,” kata Saifullah Yusuf dalam kegiatan Pelatihan Wali Asuh dan Wali Asrama di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPKS) di Padang, Sumatera Barat, pada 7 Oktober 2026.
Sebanyak 44 ribu anak tersebut mengikuti pendidikan mulai dari jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA).
Pemerintah bertekad terus meningkatkan kualitas dan mutu penyelenggaraan Sekolah Rakyat sekaligus memperbaiki fasilitas bagi peserta didik.
Sekolah Rakyat Menjangkau Anak Putus Sekolah
Menurut Saifullah Yusuf, siswa Sekolah Rakyat umumnya merupakan anak usia sekolah yang berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.
Sebagian siswa merupakan anak yang telah putus sekolah, belum pernah mengenyam pendidikan formal, maupun berpotensi putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi keluarga.
Sekolah Rakyat dihadirkan untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak tersebut memperoleh pendidikan berkualitas tanpa harus memikirkan biaya.
Program tersebut sejalan dengan harapan Presiden, yaitu “Memutus mata rantai kemiskinan lewat pendidikan”.
Seluruh kebutuhan pendidikan siswa Sekolah Rakyat ditanggung negara secara gratis, mulai dari biaya pendidikan, pakaian, seragam, buku, hingga alat tulis.
Pemerintah juga menyediakan sistem asrama bagi para siswa sebagai bagian dari fasilitas Sekolah Rakyat.
Pemerintah Targetkan Gedung Permanen di Setiap Kabupaten dan Kota
Saifullah Yusuf mengatakan Presiden memproyeksikan Sekolah Rakyat dapat bertransformasi dari penggunaan gedung sementara menjadi gedung permanen.
Saat ini belum seluruh Sekolah Rakyat memiliki gedung permanen karena salah satu kendala yang dihadapi adalah penyediaan lahan.
Pemerintah terus melakukan konsolidasi dengan pemerintah daerah untuk memenuhi kebutuhan lahan dan mendukung pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat.
“Namun dalam jangka pendek Presiden menargetkan satu Sekolah Rakyat pada setiap kabupaten atau kota bisa memiliki gedung permanen, konsolidasi terus kami lakukan bersama pemerintah daerah,” ungkap Saifullah Yusuf.
Dalam jangka pendek, pemerintah menargetkan setiap kabupaten atau kota dapat memiliki satu Sekolah Rakyat dengan gedung permanen.
Setiap gedung permanen Sekolah Rakyat ditargetkan mampu menampung lebih dari 2.000 peserta didik dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.
- Penulis :
- Arian Mesa




