HOME  ⁄  Nasional

InJourney Salurkan 4.000 Porsi Makanan untuk 140 Balita dan Latih 20 Warga Jadi Tenaga Keselamatan Bandara

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

InJourney Salurkan 4.000 Porsi Makanan untuk 140 Balita dan Latih 20 Warga Jadi Tenaga Keselamatan Bandara
Foto: (Sumber :PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney) melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), memberikan bantuan sebanyak 4.000 porsi makanan tambahan (PMT) disalurkan kepada 140 balita berstatus gizi kurang dan sangat kurang (underweight) di Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang pada Kamis (8/10/2026). ANTARA/HO-Bandara Soetta.)

Pantau - PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, memperkuat program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dengan menyalurkan 4.000 porsi makanan tambahan kepada 140 balita serta memberikan pelatihan keselamatan penerbangan kepada 20 warga sekitar.

Program tersebut difokuskan pada penanganan stunting dan pencegahan gizi buruk sekaligus peningkatan keterampilan masyarakat melalui pelatihan Airport Rescue Fire Fighting (ARFF).

General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta Heru Karyadi mengatakan keberadaan bandara harus memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar, tidak hanya melalui konektivitas transportasi dan kegiatan ekonomi.

"Kami ingin keberadaan bandara dapat memberikan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat, baik melalui dukungan terhadap kesehatan maupun peningkatan kualitas sumber daya manusia," katanya di Tangerang, Kamis (8/10/2026).

InJourney Salurkan 4.000 Porsi Makanan Tambahan untuk Balita

Melalui program InJourney Airports Pangan Berdaya-Penurunan Stunting dan Pencegahan Gizi Buruk Tahun 2026, pihak bandara menyalurkan bantuan makanan tambahan kepada balita yang mengalami masalah gizi.

Sebanyak 140 balita dengan status gizi kurang dan sangat kurang atau underweight menjadi penerima manfaat program tersebut.

Bantuan diberikan kepada masyarakat di Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, Banten.

Heru menjelaskan bahwa penyaluran makanan tambahan dilakukan secara bertahap melalui pos pelayanan terpadu (posyandu).

"Distribusi bantuan tersebut dilakukan secara bertahap melalui Posyandu di delapan desa selama 28 hari," ucapnya.

Program tersebut dilaksanakan dengan melibatkan pemerintah daerah dan tenaga kesehatan setempat.

Sebanyak 140 Paket Kebersihan Juga Dibagikan

Selain bantuan makanan bergizi, InJourney Airports menyalurkan 140 paket perlengkapan kebersihan atau hygiene kit kepada penerima manfaat.

Program kesehatan tersebut juga disertai kegiatan edukasi bagi keluarga mengenai pentingnya sanitasi dan pemenuhan kebutuhan gizi.

Materi edukasi mencakup gizi seimbang, kebersihan lingkungan, dan kesehatan keluarga.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pencegahan masalah gizi melalui pemberian bantuan serta peningkatan pengetahuan masyarakat.

Kerja sama dengan tenaga kesehatan dan pemerintah daerah dilakukan untuk mendukung pelaksanaan program di wilayah penerima manfaat.

InJourney Latih 20 Warga dalam Penanganan Darurat Penerbangan

Di bidang pengembangan sumber daya manusia, Bandara Soekarno-Hatta menjalankan program InJourney Airports Cerdaskan Bangsa.

Program tersebut diwujudkan melalui pelatihan dan sertifikasi keahlian kebandarudaraan Basic Airport Rescue Fire Fighting (ARFF).

Sebanyak 20 peserta terpilih mengikuti pelatihan intensif selama 30 hari di Politeknik Penerbangan Indonesia Curug (PPIC).

Pelatihan dirancang untuk memberikan keterampilan khusus dalam bidang keselamatan penerbangan dan penanganan keadaan darurat di lingkungan bandara.

Peserta mendapatkan kesempatan mengembangkan kompetensi yang berkaitan dengan kebutuhan industri penerbangan.

"Melalui program Cerdaskan Bangsa, kami ingin memberikan bekal yang dapat membuka kesempatan bagi masyarakat sekitar untuk berkembang dan memiliki daya saing di industri penerbangan," papar Heru.

Bandara Soekarno-Hatta Dorong Peningkatan Kesejahteraan Warga

Heru menegaskan bahwa pelaksanaan program TJSL mengutamakan kerja sama lintas sektor agar bantuan dapat diterima masyarakat yang membutuhkan.

Kolaborasi tersebut juga ditujukan untuk menjaga keberlanjutan program kesehatan dan pengembangan keterampilan.

Menurutnya, program penanganan masalah gizi dan pelatihan ARFF merupakan bagian dari kontribusi Bandara Soekarno-Hatta terhadap kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasional.

"Harapan kami, masyarakat di sekitar Bandara Internasional Soekarno-Hatta dapat tumbuh bersama dengan keberadaan bandara. Anak-anak dapat tumbuh lebih sehat, sementara masyarakat usia produktif memiliki kompetensi dan peluang yang semakin baik," kata dia.

Melalui kedua program tersebut, InJourney Airports berupaya mendukung kesehatan anak sekaligus meningkatkan kemampuan masyarakat usia produktif dalam menghadapi kebutuhan dunia kerja.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026