
Pantau - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Belitung, Kepulauan Bangka Belitung, berhasil menjangkau sekitar 24.000 siswa dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).
Koordinator Wilayah (Korwil) Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Belitung, Enggit Clara, menyampaikan capaian tersebut di Tanjungpandan, Kamis (8/10/2026).
Menurutnya, pencapaian ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memastikan program prioritas nasional tersebut berjalan optimal dan tepat sasaran.
"Program Makan Bergizi Gratis di Belitung saat ini telah menjangkau sekitar 24.000 siswa mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA," katanya.
Program prioritas Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tersebut juga mendapat sambutan positif dari kalangan pelajar, tenaga pendidik, dan orang tua siswa.
"Program MBG ini mendapatkan respon dan sambutan yang sangat positif dari para siswa, guru, dan juga orang tua siswa," ujarnya.
Sebanyak 11 Dapur SPPG Beroperasi, Tiga Dapur Baru Segera Dibuka
Enggit menjelaskan, saat ini terdapat 11 dapur SPPG yang aktif beroperasi untuk mendukung penyediaan dan distribusi makanan bergizi kepada para siswa di Kabupaten Belitung.
Dapur-dapur tersebut melayani sejumlah wilayah, termasuk daerah yang memiliki jarak cukup jauh dari pusat perkotaan.
"Dapur SPPG yang beroperasi paling terjauh saat ini adalah Dapur SPPG Air Buntar di Kecamatan Membalong," katanya.
Untuk memperluas jangkauan penerima manfaat, pihak SPPG Belitung juga tengah mempersiapkan pengoperasian tiga dapur tambahan dalam waktu dekat.
"Ketiga dapur tersebut yakni Dapur SPPG Pangkalalang III, Dapur SPPG Air Saga II, dan Dapur SPPG Badau," ujarnya.
Penambahan fasilitas tersebut diharapkan dapat memperluas pelayanan program MBG sekaligus mendukung pemerataan akses makanan bergizi bagi para siswa di berbagai wilayah Kabupaten Belitung.
Enggit memastikan sistem logistik dan distribusi makanan terus diperhatikan agar pelaksanaan program tetap berjalan lancar, termasuk untuk sekolah-sekolah yang berada di wilayah terpencil.
"Meskipun ada wilayah yang cukup jauh seperti di Dapur SPPG Air Buntar Membalong, sistem logistik dan distribusi tetap kita tata sedemikian rupa agar seluruh anak-anak kita mendapatkan hak gizi yang merata tanpa terkecuali," katanya.
SPPG Belitung Perketat Pengawasan Makanan untuk Cegah Keracunan
Selain memperluas jangkauan pelayanan, SPPG Belitung juga menerapkan pengawasan ketat terhadap kualitas dan keamanan makanan yang disalurkan kepada siswa.
Pengawasan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pemilihan bahan baku segar, proses pengolahan makanan, pengujian higienitas, hingga pendistribusian ke sekolah-sekolah.
Langkah tersebut dilakukan untuk meminimalkan risiko kesalahan dalam proses penyediaan makanan sekaligus memastikan kualitas menu MBG tetap terjaga hingga diterima peserta didik.
Salah satu upaya pencegahan yang telah diterapkan adalah pemasangan label batas waktu konsumsi pada setiap wadah makanan atau ompreng yang digunakan dalam program MBG.
" Saat ini kami juga sudah menerapkan label batas konsumsi menu MBG yang ditempel di setiap ompreng guna memitigasi risiko keracunan dan hal-hal lainnya karena telah melewati batas konsumsi," ujarnya.
Penerapan label tersebut menjadi bagian dari upaya SPPG Belitung untuk meningkatkan keamanan pangan dan mengurangi risiko makanan dikonsumsi setelah melewati batas waktu yang ditentukan.
Enggit menegaskan pihaknya terus berkomitmen menjalankan program MBG dengan penuh tanggung jawab, terutama dalam menjaga mutu makanan dan memastikan kelancaran distribusi kepada seluruh penerima manfaat.
Dengan 11 dapur yang telah beroperasi dan tiga dapur tambahan yang segera dibuka, pelaksanaan program MBG di Kabupaten Belitung terus diarahkan untuk menjangkau lebih banyak siswa secara merata.
- Penulis :
- Aditya Yohan




