
Pantau - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menyalurkan bantuan senilai Rp2,03 miliar yang berasal dari Pemerintah Kota Bandung, Bank BJB, dan masyarakat Kota Bandung untuk mendukung pemulihan korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Bantuan tersebut difokuskan pada pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak bencana, termasuk pembangunan hunian sementara, fasilitas pendidikan darurat, tempat ibadah, serta penyediaan kebutuhan pokok.
Ketua Baznas RI, Sodik Mudjahid, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas masyarakat Bandung terhadap warga NTT yang tengah menghadapi masa pemulihan pascabencana.
"Terima kasih kepada Pemkot Bandung, Bank BJB, dan seluruh warga Kota Bandung atas kepedulian untuk membantu masyarakat NTT yang terdampak gempa. Kami juga mengapresiasi kepercayaan yang telah diberikan untuk Baznas menyalurkan bantuan ini kepada saudara-saudara kita yang terdampak gempa di NTT," kata Sodik dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (8/10/2026).
Menurut Sodik, penanganan dampak gempa bumi di NTT saat ini telah memasuki tahap pemulihan awal sehingga kebutuhan masyarakat mulai mengalami perubahan.
Bantuan Rp2,03 Miliar Digunakan untuk Hunian Sementara dan Fasilitas Darurat
Sodik menjelaskan bahwa kebutuhan utama masyarakat terdampak gempa kini mulai bergeser dari bantuan tanggap darurat menuju penyediaan tempat tinggal sementara dan pemulihan fasilitas umum.
Sejumlah fasilitas yang menjadi perhatian meliputi ruang kelas sementara bagi sekolah yang mengalami kerusakan, masjid darurat, serta sarana sanitasi untuk mendukung aktivitas masyarakat.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Baznas mengalokasikan bantuan dalam berbagai bentuk program pemulihan pascabencana.
Berikut rincian bantuan yang disalurkan Baznas RI untuk masyarakat terdampak gempa di NTT.
- 15 unit hunian sementara (huntara).
- 1 unit fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) darurat.
- 1.000 paket logistik keluarga.
- 1.000 paket perlengkapan tidur.
- 2 unit masjid darurat.
- 1 unit sekolah darurat.
- 1 paket mebel sekolah.
- 280 paket perlengkapan sekolah.
- 120 paket perlengkapan ibadah.
- Penyediaan air bersih bagi masyarakat terdampak.
- Layanan kesehatan untuk korban bencana.
- Layanan dukungan psikososial.
- Program perlindungan kelompok rentan.
Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat sekaligus mempercepat pemulihan aktivitas sehari-hari setelah bencana gempa bumi.
Pembangunan sekolah darurat juga menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan kegiatan belajar mengajar bagi anak-anak yang fasilitas pendidikannya terdampak gempa.
Selain bantuan fisik, layanan kesehatan dan dukungan psikososial turut disiapkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan pendampingan selama masa pemulihan.
Pemkot Bandung Percayakan Penyaluran Bantuan kepada Baznas RI
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kota Bandung, Nasrulloh Jamaludin, menjelaskan bahwa pihaknya mempercayakan pengelolaan dan penyaluran bantuan kepada Baznas RI karena memiliki pengalaman dalam menangani bantuan kemanusiaan.
Menurutnya, jaringan Baznas yang tersebar di berbagai daerah menjadi salah satu pertimbangan dalam memastikan bantuan dapat menjangkau masyarakat terdampak bencana.
"Kita tahu Baznas RI mempunyai jaringan atau turunan di berbagai daerah, baik di kota maupun kabupaten. Jadi, untuk penanganan bencana, penyalurannya lebih mudah melalui Baznas. Harapannya, mudah-mudahan apa yang kita berikan dari warga masyarakat Kota Bandung ini bermanfaat untuk korban bencana di NTT," ujar Nasrulloh.
Pemerintah Kota Bandung berharap bantuan yang dihimpun bersama masyarakat dan Bank BJB dapat memberikan manfaat nyata bagi warga NTT yang sedang menjalani proses pemulihan.
Sementara itu, perwakilan Bank BJB, Ryza Sativa, turut menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi dengan Baznas dalam menyalurkan bantuan kemanusiaan.
Kerja sama tersebut dinilai penting agar bantuan yang diberikan dapat disalurkan sesuai kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak gempa.
Baznas Pastikan Bantuan Disalurkan Berdasarkan Kebutuhan Korban Gempa
Ketua Baznas Kota Bandung, Momon Ahmad Imron Sutisna, menjelaskan bahwa dana bantuan yang berhasil dihimpun dari masyarakat Bandung selanjutnya dikelola dan disalurkan oleh Baznas RI.
Proses penyaluran dilakukan berdasarkan hasil penilaian kebutuhan masyarakat di lokasi terdampak bencana agar bantuan yang diberikan sesuai dengan kondisi di lapangan.
"Bantuan tersebut dialokasikan untuk sejumlah program dan tidak hanya dipusatkan di satu lokasi," ucap Ahmad Imron.
Dengan mekanisme tersebut, bantuan tidak hanya diarahkan pada pembangunan hunian sementara, tetapi juga mencakup pemulihan fasilitas pendidikan, tempat ibadah, sanitasi, serta layanan kesehatan.
Baznas RI juga memasukkan perlindungan kelompok rentan sebagai salah satu bagian dari program bantuan untuk masyarakat terdampak gempa.
Melalui penyaluran bantuan senilai Rp2,03 miliar ini, Baznas bersama Pemerintah Kota Bandung, Bank BJB, dan masyarakat Bandung berupaya mendukung pemulihan kehidupan warga NTT setelah bencana gempa bumi.
- Penulis :
- Aditya Yohan




