
Pantau - Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digelar di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Baubau, Sulawesi Tenggara, tercatat melayani 591 peserta dari kalangan warga binaan, petugas pemasyarakatan, keluarga warga binaan, hingga masyarakat sekitar.
Kepala Lapas Kelas IIA Baubau, Abdul Waris, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memastikan kondisi kesehatan warga binaan dan petugas tetap terpantau sekaligus memperluas akses pelayanan kesehatan gratis kepada masyarakat.
"Kami ingin memastikan kesehatan warga binaan dan petugas tetap terpantau, sekaligus memberikan akses pemeriksaan gratis bagi masyarakat. Kolaborasi dengan Dinas Kesehatan dan puskesmas menjadi bagian penting dalam mewujudkan layanan kesehatan yang berkelanjutan," kata Abdul Waris saat dihubungi dari Kendari, Kamis (8/10/2026).
Program tersebut dilaksanakan melalui kerja sama antara pihak lapas dan sejumlah instansi kesehatan di Kota Baubau sebagai bagian dari upaya meningkatkan pelayanan kesehatan di lingkungan pemasyarakatan.
Sebanyak 501 Warga Binaan Jalani Pemeriksaan HIV, IMS, dan TBC
Abdul Waris menjelaskan bahwa kegiatan CKG di Lapas Baubau melibatkan ratusan peserta dengan berbagai jenis pemeriksaan yang disesuaikan berdasarkan kebutuhan masing-masing kelompok.
Berdasarkan rincian yang disampaikan pihak lapas, peserta pemeriksaan kesehatan terdiri atas:
- 501 warga binaan Lapas Kelas IIA Baubau.
- 46 pegawai atau petugas pemasyarakatan.
- 27 masyarakat umum dan keluarga warga binaan.
Khusus bagi warga binaan, pemeriksaan kesehatan difokuskan pada pemantauan kondisi kesehatan secara berkala serta deteksi dini penyakit menular.
Pemeriksaan tersebut meliputi skrining Human Immunodeficiency Virus (HIV), Infeksi Menular Seksual (IMS), dan Tuberkulosis (TBC).
"Khusus bagi 501 warga binaan, pemeriksaan yang dilakukan meliputi cek kesehatan serta skrining berkala terhadap penyakit menular, yaitu HIV, Infeksi Menular Seksual (IMS), dan Tuberkulosis (TBC). Hal ini dilakukan sebagai langkah deteksi dini dan pencegahan penularan di lingkungan hunian lapas," ujarnya.
Menurut Abdul Waris, pemeriksaan berkala menjadi salah satu langkah penting untuk mengidentifikasi potensi gangguan kesehatan sejak dini sekaligus mencegah penyebaran penyakit menular di lingkungan hunian lapas.
Sementara itu, pemeriksaan bagi pegawai dan masyarakat sekitar mencakup pengecekan tekanan darah, kadar gula darah, asam urat, serta kolesterol.
Peserta juga mendapatkan kesempatan berkonsultasi secara langsung dengan dokter mengenai kondisi kesehatan masing-masing.
Lapas Baubau Gandeng Dinas Kesehatan dan Sejumlah Puskesmas
Pelaksanaan program CKG tersebut melibatkan sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan di Kota Baubau untuk mendukung kelancaran pemeriksaan.
Abdul Waris menyebutkan kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Lapas Kelas IIA Baubau dengan Dinas Kesehatan Kota Baubau dan beberapa fasilitas kesehatan setempat.
Instansi yang terlibat dalam kegiatan tersebut meliputi:
- Dinas Kesehatan Kota Baubau.
- Puskesmas Katobengke.
- Puskesmas Bungi.
- Puskesmas Bukit Wolio Indah.
- Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kota Baubau.
Kerja sama lintas sektor tersebut dilakukan untuk memastikan pemeriksaan kesehatan dapat menjangkau warga binaan, petugas, serta masyarakat yang membutuhkan layanan medis.
Abdul Waris menjelaskan bahwa kegiatan ini juga merupakan bagian dari pelaksanaan program pemerintah di bidang imigrasi dan pemasyarakatan.
"Aksi sosial ini juga merupakan implementasi dari Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan poin ke-13 mengenai layanan pemeriksaan kesehatan gratis dan bakti sosial bagi masyarakat di sekitar unit pelaksana teknis (UPT)," jelasnya.
Melalui program tersebut, Lapas Baubau berupaya memperluas manfaat layanan kesehatan agar tidak hanya dirasakan oleh penghuni lapas, tetapi juga masyarakat di sekitar lingkungan pemasyarakatan.
Warga Apresiasi Layanan Kesehatan Gratis di Lapas Baubau
Selain mendukung program pelayanan kesehatan pemerintah, pelaksanaan CKG juga menjadi bagian dari partisipasi Lapas Baubau dalam memperingati Hari Jadi Baubau ke-485.
Kegiatan tersebut sekaligus dilaksanakan dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Baubau ke-25 sebagai daerah otonom.
Salah seorang keluarga warga binaan yang mengikuti pemeriksaan, Idah, mengaku terbantu dengan tersedianya layanan kesehatan tanpa biaya tersebut.
"Saya sangat terbantu dengan adanya pemeriksaan kesehatan gratis ini karena bisa mengetahui kondisi kesehatan tanpa harus mengeluarkan biaya," kata Idah.
Menurutnya, pemeriksaan tersebut memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mengetahui kondisi kesehatannya tanpa harus mengeluarkan biaya pemeriksaan.
Pihak Lapas Baubau berharap kerja sama dengan instansi kesehatan dapat terus mendukung pelayanan medis yang berkelanjutan bagi warga binaan, petugas, dan masyarakat sekitar.
Program CKG tersebut juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala dan deteksi dini penyakit.
- Penulis :
- Aditya Yohan




