HOME  ⁄  Nasional

Kabut Asap dari Karhutla Indonesia Paksa Malaysia Tutup Sekolah, Lebih dari 2 Juta Siswa Belajar di Rumah

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Kabut Asap dari Karhutla Indonesia Paksa Malaysia Tutup Sekolah, Lebih dari 2 Juta Siswa Belajar di Rumah
Foto: (Sumber :Kondisi kabut asap di wilayah Chow Kit dan Kampung Baru, Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat (18/9/2026). (ANTARA/Rangga Pandu Asmara Jingga).)

Pantau - Pemerintah Malaysia menutup sejumlah sekolah di beberapa negara bagian dan wilayah federal pada Jumat (9/10/2026) akibat memburuknya kabut asap yang dikaitkan dengan kebakaran hutan dan lahan di Indonesia.

Menteri Pendidikan Malaysia Fadhlina Sidek menyampaikan bahwa penutupan sekolah diberlakukan di sejumlah wilayah yang terdampak peningkatan kabut asap.

Berdasarkan data yang dilaporkan Bloomberg, kebijakan tersebut menyebabkan lebih dari dua juta siswa harus mengikuti kegiatan pembelajaran dari rumah.

Penutupan sekolah dilakukan sebagai langkah menghadapi kondisi kualitas udara yang memburuk dan berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat.

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyatakan bahwa situasi kabut asap semakin mengkhawatirkan, terutama karena dampaknya terhadap kesehatan penduduk.

Malaysia Tutup Sekolah di Johor hingga Kuala Lumpur

Sejumlah sekolah yang diliburkan berada di negara bagian Johor, Melaka, Negeri Sembilan, dan Selangor.

Kebijakan serupa juga diberlakukan di wilayah federal Kuala Lumpur dan Putrajaya serta Distrik Rompin di negara bagian Pahang.

Penutupan sekolah tersebut menyebabkan kegiatan belajar tatap muka dialihkan menjadi pembelajaran dari rumah.

Langkah itu diambil menyusul meningkatnya kabut asap yang menyelimuti sejumlah kawasan Malaysia.

Kabut asap tersebut dilaporkan berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Indonesia.

Pemerintah Malaysia terus berupaya menangani dampak kabut asap yang telah mengganggu aktivitas pendidikan dan menimbulkan kekhawatiran terhadap kesehatan masyarakat.

PM Anwar Ibrahim Siapkan Operasi Penyemaian Awan

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyatakan pemerintahannya meningkatkan langkah penanganan kabut asap yang semakin memburuk.

Salah satu upaya yang disiapkan adalah operasi penyemaian awan untuk membantu mengurangi dampak kabut asap.

Malaysia sebelumnya telah melakukan operasi penyemaian awan selama tiga hari di negara bagian Sarawak pada September 2026.

Operasi tersebut bertujuan menambah cadangan air bendungan sekaligus mengurangi kabut asap di wilayah tersebut.

Sarawak merupakan negara bagian Malaysia di Pulau Kalimantan yang berbatasan langsung dengan Indonesia.

Pemerintah Malaysia juga telah meminta persetujuan Indonesia untuk melakukan operasi penyemaian awan yang melibatkan penggunaan wilayah udara Indonesia.

Permintaan tersebut menjadi bagian dari upaya penanganan kabut asap lintas batas yang berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan.

Anwar Ibrahim dan Prabowo Bahas Penanganan Kabut Asap

Anwar Ibrahim turut membahas persoalan kabut asap dengan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

Dalam pembicaraan tersebut, kedua pemimpin sepakat memberikan dukungan terhadap upaya penanganan kabut asap.

Koordinasi antara kedua negara dilakukan di tengah meningkatnya dampak kebakaran hutan dan lahan terhadap kualitas udara di kawasan.

Berdasarkan data Kementerian Kehutanan Republik Indonesia, hampir 95.000 hektare lahan terbakar di Indonesia sepanjang Juli 2026.

Sementara itu, total luas lahan yang terbakar secara nasional hingga akhir Juli 2026 mencapai sekitar 202.000 hektare.

Kebakaran tersebut menjadi perhatian karena dampaknya tidak hanya dirasakan di wilayah Indonesia, tetapi juga negara tetangga.

Indonesia Catat Sekitar 175 Ribu Kasus ISPA Sejak Agustus

Selain menimbulkan kabut asap lintas negara, kebakaran hutan dan lahan juga berdampak terhadap kesehatan masyarakat di Indonesia.

Sejak Agustus 2026, Indonesia mencatat sekitar 175.000 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di berbagai wilayah yang terdampak kebakaran hutan dan lahan.

Kondisi tersebut menunjukkan besarnya dampak gangguan kualitas udara terhadap kesehatan penduduk di kawasan terdampak.

Sementara itu, Singapura juga menghadapi dampak kabut asap ketika menjadi tuan rumah balapan Formula 1 pada akhir pekan 10–11 Oktober 2026.

Penyelenggara Formula 1 menyatakan balapan tetap akan dilaksanakan sesuai jadwal meskipun wilayah tersebut terdampak kabut asap.

Penanganan kebakaran hutan dan lahan serta koordinasi antarnegara menjadi bagian dari upaya mengurangi dampak kabut asap terhadap aktivitas masyarakat di Asia Tenggara.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026