HOME  ⁄  Nasional

Pramono Anung Pastikan 367 Fasilitas Kesehatan di Jakarta Ramah Disabilitas, Kerahkan 584 Pasukan Putih Layani Warga

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Pramono Anung Pastikan 367 Fasilitas Kesehatan di Jakarta Ramah Disabilitas, Kerahkan 584 Pasukan Putih Layani Warga
Foto: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi menghadiri Special Kids Expo (SPEKIX) 2026 bertema "Sustaining Inclusion, Empowering, and Futures" di Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu 10/10/2026 (sumber: ANTARA/Risky Syukur)

Pantau - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan sebanyak 31 rumah sakit umum daerah (RSUD) dan 336 fasilitas puskesmas di bawah pengelolaan Dinas Kesehatan DKI Jakarta kini telah berstatus ramah disabilitas untuk memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya penyandang disabilitas, lansia, dan anak-anak berkebutuhan khusus.

Pernyataan tersebut disampaikan Pramono saat menghadiri acara Special Kids Expo (SPEKIX) 2026 yang berlangsung di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (10/10/2026).

Pramono menjelaskan bahwa total 367 fasilitas kesehatan tersebut terdiri atas 44 puskesmas, 31 rumah sakit, dan 292 puskesmas pembantu yang tersebar di berbagai wilayah ibu kota.

"Di Jakarta ini ada 44 puskesmas, 31 rumah sakit, 292 pembantu puskesmas yang semuanya sekarang sudah ramah disabilitas," kata Pramono.

Menurut Pramono, DKI Jakarta menjadi salah satu dari sedikit provinsi di Indonesia yang seluruh fasilitas kesehatan di bawah naungan Dinas Kesehatan telah memiliki status ramah disabilitas.

"Tidak banyak provinsi yang kemudian memberikan layanan kesehatan secara penuh (kepada penyandang disabilitas)," kata dia.

Pramono Kerahkan 584 Pasukan Putih untuk Layani Lansia dan Penyandang Disabilitas

Selain memastikan kesiapan fasilitas kesehatan, Pramono memperkenalkan program Pasukan Putih yang dijalankan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memberikan pelayanan kesehatan secara langsung kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus.

Program tersebut menyasar warga lanjut usia atau lansia, penyandang disabilitas, serta anak-anak berkebutuhan khusus yang membutuhkan kemudahan dalam mengakses pelayanan kesehatan.

Pramono mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah memiliki 584 personel Pasukan Putih yang bertugas mendatangi lingkungan permukiman warga untuk memberikan pelayanan.

"Jumlahnya adalah 584 pasukan putih, yang tugasnya adalah keluar masuk dari kampung ke kampung memberikan pelayanan," kata dia.

Melalui program tersebut, petugas kesehatan diterjunkan langsung ke lingkungan masyarakat untuk membantu warga yang mengalami keterbatasan dalam menjangkau fasilitas pelayanan kesehatan.

Pramono menjelaskan bahwa keberadaan Pasukan Putih juga bertujuan mempermudah akses masyarakat terhadap layanan ambulans, pemeriksaan dokter, serta pelayanan tenaga kesehatan lainnya.

Dengan sistem pelayanan yang menjangkau permukiman warga, kelompok lansia, penyandang disabilitas, dan anak-anak berkebutuhan khusus diharapkan dapat memperoleh bantuan kesehatan secara lebih mudah.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menempatkan program Pasukan Putih sebagai salah satu upaya memperluas jangkauan pelayanan kesehatan, terutama bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan pendampingan khusus.

Menteri PPPA Apresiasi Jakarta, Dorong Jadi Percontohan Layanan Inklusif

Sementara itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur Pramono Anung atas upayanya menyediakan akses pelayanan yang inklusif bagi anak-anak.

Arifatul menilai langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menghadirkan fasilitas kesehatan ramah disabilitas dapat menjadi proyek percontohan atau pilot project bagi daerah lain dalam memperluas akses pelayanan bagi anak-anak berkebutuhan khusus.

Menurutnya, penyediaan layanan inklusif membutuhkan kerja sama berkelanjutan antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap pemenuhan kebutuhan anak.

Arifatul berharap kolaborasi antara Kementerian PPPA, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dan penyelenggara SPEKIX tidak berhenti setelah kegiatan tersebut selesai.

Ia menekankan pentingnya tindak lanjut berupa pemetaan data, identifikasi kebutuhan anak-anak, serta penyusunan langkah strategis yang dapat diterapkan secara nyata di lapangan.

"Kolaborasi bukan hanya sekedar pertemuan kali ini, tapi kami ingin ada tim dari SPEKIX, kemudian ada tim dari pemerintah daerah DKI Jakarta dan juga kementerian kami, bagaimana kita bersinergi dan melakukan langkah-langkah selanjutnya yang bisa menjembatani, menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan anak-anak kita," kata dia.

Melalui kerja sama tersebut, Arifatul berharap setiap pihak dapat berkontribusi dalam menemukan solusi terhadap berbagai kebutuhan anak, khususnya mereka yang membutuhkan dukungan dan pelayanan khusus.

Arifatul Ajak Pemerintah dan Masyarakat Dukung Orang Tua Anak Berkebutuhan Khusus

Dalam kesempatan yang sama, Arifatul juga memberikan apresiasi kepada para orang tua yang selama ini membesarkan, merawat, dan mendampingi anak-anak berkebutuhan khusus.

Ia mengakui bahwa membesarkan anak berkebutuhan khusus memiliki tantangan tersendiri sehingga diperlukan dukungan bersama dari keluarga, masyarakat, dan pemerintah.

"Tidak mudah untuk menjadi orang tua dengan anak yang memiliki kelebihan khusus. Tapi ini tetap harus disyukuri dan ayah bunda tidak sendiri, kita akan melakukan ini bersama-sama," tutur Arifatul.

Arifatul menegaskan pentingnya membangun kerja sama yang mampu menghadirkan solusi nyata bagi anak-anak dan keluarga yang membutuhkan pelayanan serta pendampingan khusus.

SPEKIX 2026 sendiri mengusung tema Sustaining Inclusion, Empowering, and Futures yang menekankan pentingnya keberlanjutan inklusi, pemberdayaan, serta dukungan terhadap masa depan anak-anak berkebutuhan khusus dan penyandang disabilitas.

Melalui penyelenggaraan kegiatan tersebut, pemerintah dan berbagai pihak terkait didorong untuk memperkuat kolaborasi dalam menyediakan lingkungan serta pelayanan yang lebih inklusif.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menyatakan komitmennya untuk terus memperluas akses pelayanan kesehatan melalui fasilitas ramah disabilitas, pelaksanaan program Pasukan Putih, dan penguatan kerja sama antarlembaga.

Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemudahan akses pelayanan kesehatan sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan penyandang disabilitas, lansia, dan anak-anak berkebutuhan khusus di Jakarta.

Penulis :
Shila Glorya
FLOII 2026