
Pantau - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengajak ratusan siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 4 DKI Jakarta mengikrarkan komitmen menolak perundungan, kekerasan, dan intoleransi untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan saling menghormati.
Ikrar tersebut dipimpin Gus Ipul saat meninjau SRT 4 DKI Jakarta pada Minggu (11/10/2026) malam.
Dalam kunjungannya, Gus Ipul mengingatkan para siswa agar tidak menjadikan perbedaan agama, suku, latar belakang, maupun kebiasaan sebagai alasan untuk melakukan diskriminasi terhadap teman.
“Macam-macam latar belakangn, keyakinan, suku dan kebiasaannya. Tapi kita semua ini adalah saudara satu bangsa, yaitu bangsa Indonesia,” kata Gus Ipul didampingi Kepala Sekolah SD Regut Sutrasto, Kepala Sekolah SMP Kundriyah, dan Kepala Sekolah SMA Ratu Mulyanengsih.
Ratusan Siswa Sekolah Rakyat Berikrar Tolak Perundungan
Gus Ipul meminta seluruh siswa membangun hubungan persaudaraan dengan saling menghormati dan menyayangi satu sama lain.
Ia menegaskan bahwa tindakan menghina, meledek, maupun merundung teman tidak boleh terjadi di lingkungan Sekolah Rakyat.
Menurutnya, keberagaman keyakinan dan latar belakang siswa harus menjadi kekuatan untuk membangun kebersamaan.
“Ada teman-teman yang muslim, dan yang non-muslim. Gabung di sini, saling memperkuat, saling merangkul,” kata Gus Ipul.
Dalam kegiatan tersebut, Gus Ipul memandu para siswa mengucapkan ikrar bersama untuk menolak segala bentuk kekerasan dan intoleransi.
“Saya siswa Sekolah Rakyat, tidak akan melakukan kekerasan dalam bentuk apapun kepada teman saya. Karena semua teman adalah saudara saya,” kata Gus Ipul yang diikuti serempak oleh para siswa.
Para siswa juga menyatakan komitmen untuk menghormati dan menyayangi teman, mencintai guru serta orang tua, dan menumbuhkan rasa cinta terhadap Indonesia.
Gus Ipul Ajak Siswa Siap Jadi Generasi Emas 2045
Selain mengikrarkan komitmen anti-perundungan, para siswa menyatakan kesiapan menjadi bagian dari generasi emas Indonesia pada 2045.
Mereka juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas kesempatan memperoleh pendidikan melalui program Sekolah Rakyat.
“Saya siswa Sekolah Rakyat, siap menjadi generasi emas 2045. Terima kasih Bapak Presiden Prabowo sudah memberikan kesempatan kepada kami untuk menatap masa depan yang lebih baik,” kata Gus Ipul yang diikuti para siswa.
Gus Ipul berharap kesempatan belajar tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh seluruh siswa untuk mengembangkan kemampuan dan meraih cita-cita.
Ia juga menekankan pentingnya membangun karakter melalui sikap saling menghormati, toleransi, dan tanggung jawab.
Mensos Tekankan Disiplin sebagai Kunci Keberhasilan
Gus Ipul mengingatkan para siswa bahwa disiplin merupakan kebiasaan penting yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, kedisiplinan menjadi salah satu faktor utama dalam mencapai keberhasilan, apa pun profesi yang dipilih setelah menyelesaikan pendidikan.
“Apapun nanti yang kalian pilih, mau jadi akademisi, pekerja terampil, atau pengusaha, apapun pilihanmu, kunci sukses itu satu, yaitu disiplin,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa kebiasaan disiplin dapat dimulai dari kegiatan sederhana, seperti bangun tidur tepat waktu, beribadah, belajar, dan makan secara teratur.
Gus Ipul juga meminta para siswa membiasakan diri menjaga kebersihan lingkungan sekolah.
Menurutnya, tanggung jawab merawat fasilitas pendidikan tidak hanya berada pada petugas kebersihan, guru, dan tenaga kependidikan.
Seluruh siswa juga diminta berpartisipasi menjaga gedung permanen Sekolah Rakyat agar fasilitas yang tersedia dapat digunakan dengan baik.
“Partisipasi dari anak-anakku sekalian dibutuhkan. Anak-anakku sekalian siap ikut bersih-bersih?,” tanya Gus Ipul yang langsung dijawab para siswa.
Siswa Tampilkan Tari Piring, Pencak Silat, hingga Paduan Suara
Kunjungan Menteri Sosial turut diisi berbagai penampilan seni dan keterampilan siswa dari kegiatan ekstrakurikuler Sekolah Rakyat.
Acara dipandu oleh Jasmia, salah seorang siswa Sekolah Rakyat yang bertugas sebagai pembawa acara.
Sebanyak lima siswa membuka rangkaian pertunjukan dengan menampilkan tari piring.
Penampilan kemudian dilanjutkan dengan atraksi pencak silat yang memperlihatkan keterampilan bela diri para siswa.
Demonstrasi karate juga ditampilkan melalui rangkaian gerakan yang dilakukan secara kompak.
Selain pertunjukan bela diri, kelompok paduan suara membawakan lagu You Raise Me Up dari Josh Groban dan Perahu Retak karya Franky Sahilatua.
Libo, anak asal Papua yang sempat viral di media sosial dan kini bersekolah di Sekolah Rakyat Bekasi, turut bergabung dalam penampilan paduan suara tersebut.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan penampilan Viona, siswi kelas 10 Sekolah Rakyat, yang membawakan lagu Zapin Melayu.
Penampilan tersebut mendapat sambutan tepuk tangan dari para siswa yang menghadiri kegiatan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




