
Pantau - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyatakan Kementerian Sosial terus membenahi tata kelola, pengawasan, dan pemenuhan tenaga pendidik Sekolah Rakyat yang saat ini menampung lebih dari 44 ribu siswa di 182 lokasi di seluruh Indonesia.
Gus Ipul mengakui bahwa pelaksanaan pembelajaran Sekolah Rakyat secara umum telah berjalan baik, tetapi masih menghadapi sejumlah kendala, terutama kebutuhan guru, wali asrama, dan wali asuh.
Pernyataan tersebut disampaikan saat mengunjungi Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 4 DKI Jakarta pada Minggu (11/10/2026) malam.
“Secara umum dapat saya sampaikan bahwa proses pembelajaran telah berjalan dengan baik, meskipun masih banyak kekurangan-kekurangan, dan kami juga harus terus memperbaiki tata kelola, pengawasan, sekaligus mencukupi kekurangan tenaga pendidik seperti guru, wali asrama, dan wali asuh,” kata Gus Ipul.
Sekolah Rakyat Tampung Lebih dari 44 Ribu Siswa di 182 Lokasi
Gus Ipul mengungkapkan bahwa program Sekolah Rakyat telah menjangkau lebih dari 44 ribu siswa yang tersebar di 182 lokasi di Indonesia.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 93 lokasi telah menggunakan gedung permanen, sedangkan lokasi lainnya masih memanfaatkan bangunan sementara.
Menurutnya, pembangunan fasilitas permanen terus dilakukan untuk menunjang kegiatan pendidikan bagi siswa Sekolah Rakyat.
“Sekarang sudah ada lebih dari 44 ribu siswa seluruh Indonesia di 182 titik, 93-nya sudah menggunakan gedung permanen, sisanya masih menggunakan gedung sementara sambil menunggu proses pembangunan gedung permanennya. Khusus untuk gedung permanen itu kapasitasnya mencapai lebih dari 2 ribu siswa setiap titik nantinya, jenjang SD, SMP, dan SMA,” jelasnya.
Gus Ipul mengatakan gedung permanen tersebut dirancang untuk menampung siswa dari jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.
Ia menegaskan bahwa penguatan sarana dan prasarana harus berjalan bersamaan dengan peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan.
Kemensos Prioritaskan Penambahan Guru dan Penguatan Pengawasan
Gus Ipul menjelaskan bahwa pembenahan Sekolah Rakyat tidak hanya berfokus pada pembangunan gedung dan fasilitas belajar.
Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam memastikan kegiatan pendidikan berjalan optimal.
Kementerian Sosial terus berupaya memenuhi kebutuhan tenaga pendidik, termasuk guru, wali asrama, dan wali asuh.
Selain itu, pengawasan dan tata kelola sekolah juga menjadi perhatian agar penyelenggaraan pendidikan dapat disesuaikan dengan kebutuhan siswa.
Gus Ipul menilai tenaga pendidik menghadapi tantangan tersendiri karena siswa Sekolah Rakyat berasal dari lingkungan keluarga dan latar belakang sosial yang beragam.
Penerimaan Siswa Sekolah Rakyat Berdasarkan Desil 1 dan 2
Gus Ipul menjelaskan bahwa penerimaan siswa Sekolah Rakyat tidak menggunakan seleksi berdasarkan kemampuan akademik.
Penentuan calon siswa dilakukan melalui pendekatan data kesejahteraan masyarakat, khususnya keluarga yang masuk kelompok desil 1 dan desil 2.
Kelompok tersebut merupakan keluarga dengan kondisi sosial ekonomi paling tidak mampu yang menjadi sasaran program Sekolah Rakyat.
“Kita tahu bahwa penjangkauan (siswa) tidak dengan menggunakan tes akademik, tapi menggunakan pendekatan berbasis data desil 1 dan desil 2, yaitu keluarga-keluarga yang paling tidak mampu secara sosial ekonomi. Nah setelah itu dilakukan penjangkauan, diproses di daerah, ditetapkan menjadi siswa Sekolah Rakyat, setelah mereka ditetapkan baru dimulai tes kesehatan," ungkapnya.
Menurut Gus Ipul, calon siswa yang telah melalui proses penjangkauan dan penetapan di daerah kemudian menjalani pemeriksaan kesehatan.
Ia menilai pendekatan tersebut diperlukan agar sekolah dapat memahami kondisi dan kebutuhan masing-masing siswa sejak awal.
Sekolah Rakyat Terapkan Pendekatan Pendidikan dan Psikososial
Gus Ipul menegaskan bahwa keberagaman latar belakang siswa membutuhkan pendekatan pembelajaran yang lebih menyeluruh.
Para siswa memiliki perbedaan budaya, kebiasaan, pola asuh, dan pengalaman kehidupan keluarga sebelum bergabung dengan Sekolah Rakyat.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan bagi kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan dalam mendampingi perkembangan siswa.
Karena itu, pembelajaran tidak hanya diarahkan pada peningkatan kemampuan akademik, tetapi juga memperhatikan kondisi sosial, psikologis, dan kesehatan.
“Maka dari itu dalam proses pembelajarannya, di samping kita melakukan pendekatan edukatif, tapi juga memberikan pendekatan rehabilitasi bagi siswa-siswa yang memerlukan layanan psikososial,” ujarnya.
Gus Ipul menilai pendampingan yang tepat dapat membantu siswa beradaptasi dengan lingkungan pendidikan sekaligus mengembangkan kemampuan mereka.
Gus Ipul Sebut Siswa Sekolah Rakyat Raih Ribuan Prestasi
Di tengah berbagai tantangan penyelenggaraan pendidikan, Gus Ipul mengungkapkan bahwa siswa Sekolah Rakyat telah mencatat sejumlah prestasi.
Menurutnya, capaian tersebut diraih dalam berbagai kegiatan dan kompetisi di tingkat internasional, nasional, hingga daerah.
Ia menyebut prestasi para siswa menunjukkan adanya potensi yang dapat berkembang melalui pendampingan pendidikan yang sesuai.
“Namun demikian banyak potensi yang ketika menemukan satu pendampingan yang tepat, banyak prestasi yang sudah diraih. Tahun 2025 kemarin, tahun 2026 ini, sudah ribuan prestasi tingkat internasional, nasional, dan juga tingkat kabupaten, kota sampai tingkat kecamatan,” pungkasnya.
Kunjungan Gus Ipul Diwarnai Makan Malam dan Penampilan Siswa
Dalam kunjungannya ke SRT 4 DKI Jakarta, Gus Ipul juga menyempatkan diri makan malam bersama ratusan siswa.
Ia duduk lesehan bersama para siswa sambil menyaksikan penampilan musik yang dibawakan secara bergantian.
Jessie, siswi kelas 10, membawakan lagu Aku yang Dulu Bukanlah yang Sekarang.
Libo, siswa asal Papua yang kini menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat Bekasi, turut tampil menyanyikan lagu Perahu Retak karya Franky Sahilatua.
Penampilan berikutnya dibawakan Latifah yang menyanyikan lagu Gala Bunga Matahari.
Jessie dan Latifah diketahui memiliki hubungan pertemanan yang dekat meskipun berbeda keyakinan.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari interaksi Gus Ipul dengan siswa sekaligus melihat langsung suasana pembelajaran dan kehidupan sehari-hari di lingkungan Sekolah Rakyat.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




