HOME  ⁄  Nasional

Indonesia Usulkan Lima Agenda Strategis untuk Perkuat Koperasi Pertanian ASEAN pada 2027

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Indonesia Usulkan Lima Agenda Strategis untuk Perkuat Koperasi Pertanian ASEAN pada 2027
Foto: (Sumber :Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (ASEAN) menggelar pertemuan ke-32 ASEAN Centre for the Development of Agricultural Cooperatives (ACEDAC) dan pertemuan ke-27 ASEAN Sectoral Working Group on Agricultural Cooperatives (ASWGAC), di Yogyakarta, 12-13 Oktober 2026. ANTARA/HO-LPDB Koperasi.)

Pantau - Indonesia mengusulkan lima agenda strategis untuk memperkuat koperasi pertanian dan kehutanan di kawasan ASEAN, mulai dari pemanfaatan kecerdasan buatan hingga integrasi data perdagangan dan regenerasi anggota koperasi.

Usulan tersebut disampaikan dalam pertemuan ke-32 ASEAN Centre for the Development of Agricultural Cooperatives (ACEDAC) dan pertemuan ke-27 ASEAN Sectoral Working Group on Agricultural Cooperatives (ASWGAC) yang berlangsung di Yogyakarta pada 12–13 Oktober 2026.

Direktur Umum dan Hukum Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi Deva Rachman mengatakan kelima agenda menjadi masukan Indonesia dalam penyusunan Rencana Aksi ACEDAC 2027.

Berdasarkan keterangan LPDB Koperasi di Jakarta, Kamis (15/10/2026), agenda tersebut diarahkan untuk meningkatkan produktivitas, daya saing, serta kemampuan koperasi menghadapi perubahan teknologi dan iklim.

Indonesia Dorong Digitalisasi dan Antisipasi Perubahan Iklim

Agenda pertama yang diusulkan Indonesia adalah pengembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk meningkatkan produktivitas koperasi pertanian dan kehutanan.

Pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan membantu koperasi meningkatkan efisiensi pengelolaan usaha sekaligus memperkuat daya saing di pasar regional.

Agenda kedua berfokus pada penyusunan langkah strategis menghadapi fenomena El Niño dan dampak perubahan iklim terhadap keberlanjutan usaha pertanian.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kemampuan koperasi dalam menghadapi tantangan lingkungan yang dapat memengaruhi kegiatan produksi.

Regenerasi Anggota Koperasi Jadi Prioritas ASEAN

Agenda ketiga adalah peningkatan keterlibatan generasi muda dalam koperasi pertanian dan kehutanan melalui program perkemahan pemuda (youth camp) dan pertukaran pemuda (exchange programs).

Deva menilai keterlibatan generasi muda dapat menghadirkan gagasan baru sekaligus mempercepat pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan koperasi.

Sementara itu, agenda keempat menitikberatkan pada penyusunan strategi untuk mengatasi persoalan penuaan anggota koperasi pertanian.

Kedua agenda tersebut diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan kelembagaan koperasi melalui regenerasi dan peningkatan partisipasi generasi muda.

Integrasi Data ASEAN Diharapkan Perluas Akses Pasar

Agenda kelima yang dibawa Indonesia adalah integrasi data koperasi pertanian antarnegara ASEAN untuk mendukung perdagangan, investasi, dan pengembangan pasar.

Integrasi tersebut direncanakan melalui platform pasar digital (marketplace) ACEDAC agar informasi dan peluang kerja sama ekonomi dapat diakses lebih luas.

Penguatan konektivitas data diharapkan mempermudah koperasi menjalin hubungan bisnis lintas negara.

Deva berharap kelima agenda tersebut menjadi landasan bagi pertukaran pengetahuan, pengembangan program bersama, dan kolaborasi antarkoperasi di kawasan ASEAN.

Kerja sama regional juga diarahkan untuk membantu koperasi beradaptasi dengan perubahan teknologi, dinamika pasar, serta tantangan iklim.

Indonesia Dijadwalkan Jadi Tuan Rumah Forum Bisnis ACEDAC 2027

Pertemuan ACEDAC ke-32 dan ASWGAC ke-27 menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis bagi pengembangan koperasi pertanian di ASEAN.

Hasil pembahasan tersebut akan menjadi dasar penguatan kerja sama dan tindak lanjut program pada periode berikutnya.

Indonesia dijadwalkan menjadi tuan rumah Forum Bisnis ACEDAC 2027, sedangkan pertemuan Dewan ACEDAC berikutnya akan diselenggarakan di Laos pada tahun yang sama.

Melalui lima agenda tersebut, Indonesia mendorong pengembangan koperasi pertanian yang lebih adaptif, produktif, dan berdaya saing untuk mendukung ketahanan pangan berkelanjutan di kawasan ASEAN.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026