
Pantau - Kesehatan metabolik perlu dijaga melalui pola makan bergizi seimbang, aktivitas fisik teratur, tidur berkualitas, dan pengelolaan stres secara konsisten untuk mendukung fungsi tubuh serta mengurangi risiko gangguan metabolisme.
Nutrition Education and Training Lead Asia Pacific Herbalife, Dr. Vipada Sae-Lao, mengatakan kesehatan metabolik tidak hanya ditentukan oleh berat badan dan kadar gula darah, tetapi juga dipengaruhi komposisi tubuh, kesehatan usus, keseimbangan hormon, serta kebiasaan sehari-hari.
“Di Asia, kondisi kardiometabolik yang memengaruhi kesehatan jantung dan metabolisme terus meningkat. Hal ini karena masyarakat Asia cenderung memiliki risiko metabolik pada indeks massa tubuh yang lebih rendah dibandingkan masyarakat di negara-negara Barat,” kata Sae-Lao dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (15/10/2026).
Menurutnya, perubahan gaya hidup masyarakat perkotaan, pola konsumsi makanan, dan berkurangnya aktivitas fisik menjadi alasan penting untuk memperhatikan kesehatan metabolik sejak dini.
Komposisi Otot dan Lemak Berpengaruh terhadap Metabolisme
Kesehatan metabolik merupakan kemampuan tubuh mengolah makanan menjadi energi sekaligus mempertahankan kadar gula darah, lemak darah, dan tekanan darah dalam rentang sehat.
Sae-Lao menjelaskan bahwa komposisi tubuh menjadi salah satu indikator penting dalam menilai kondisi metabolisme seseorang.
Perbandingan massa otot dan lemak dapat memberikan gambaran kesehatan metabolik yang lebih menyeluruh dibandingkan berat badan atau indeks massa tubuh (IMT) saja.
Massa otot berperan dalam penggunaan energi, sedangkan penumpukan lemak berlebih, terutama di sekitar organ dalam, dapat mengganggu keseimbangan metabolisme dan meningkatkan peradangan.
Karena itu, menjaga komposisi tubuh melalui pola makan seimbang dan aktivitas fisik menjadi bagian penting dari upaya mempertahankan kesehatan metabolik.
Pola Makan Berserat dan Lemak Sehat Bantu Kendalikan Gula Darah
Sae-Lao menyarankan konsumsi makanan dengan kandungan zat gizi yang beragam untuk mendukung fungsi metabolisme tubuh.
Sumber lemak sehat seperti ikan berlemak, kacang-kacangan, biji-bijian, dan minyak zaitun dapat menjadi bagian dari pola makan sehari-hari.
Pengendalian kadar gula darah juga dapat didukung dengan mengonsumsi karbohidrat kaya serat, protein rendah lemak, serta lemak sehat.
Selain jenis makanan, keteraturan waktu makan perlu diperhatikan agar metabolisme tubuh tetap selaras dengan jam biologis.
Membatasi kebiasaan makan larut malam juga dapat membantu menjaga keseimbangan proses metabolisme.
Kesehatan Usus Berperan dalam Pengaturan Energi
Kondisi saluran pencernaan turut memengaruhi kesehatan metabolik karena mikroorganisme dalam usus berinteraksi dengan berbagai sistem tubuh.
Mikroorganisme tersebut berperan dalam pemrosesan zat gizi dan pengaturan energi.
Pola makan beragam yang kaya serat, termasuk makanan prebiotik, dapat membantu menjaga keseimbangan mikrobioma usus.
Konsumsi probiotik juga dapat menjadi bagian dari upaya mendukung kesehatan saluran pencernaan.
Kebiasaan hidup sehat yang diterapkan secara konsisten turut berperan dalam menjaga sistem kekebalan tubuh dan membantu pengaturan peradangan.
Tidur Berkualitas dan Pengelolaan Stres Tak Boleh Diabaikan
Sae-Lao menambahkan bahwa kualitas tidur dan pengelolaan stres memiliki hubungan erat dengan keseimbangan hormon serta sensitivitas insulin.
Kedua faktor tersebut juga berkaitan dengan pengaturan nafsu makan dan kadar gula darah.
Gangguan tidur maupun stres yang tidak terkelola dapat memengaruhi berbagai proses yang mendukung keseimbangan metabolik.
Menurutnya, kesehatan metabolik perlu dipandang sebagai hasil kerja berbagai sistem tubuh yang saling berkaitan.
“Kesehatan metabolik yang baik berkaitan dengan keselarasan berbagai sistem tubuh yang secara bertahap menyesuaikan diri satu sama lain,” ujar Sae-Lao.
Asupan Protein dan Antioksidan Dukung Kesehatan Kulit
Kondisi metabolik juga dapat berkaitan dengan kesehatan kulit, meskipun penampilan kulit tidak dapat digunakan sebagai penentu langsung fungsi metabolisme tubuh.
Sae-Lao menjelaskan bahwa kecukupan protein berperan dalam proses perbaikan jaringan tubuh.
Sementara itu, buah dan sayuran menyediakan vitamin serta antioksidan yang mendukung kesehatan kulit.
Asupan cairan yang cukup dan konsumsi makanan beragam juga diperlukan untuk mempertahankan fungsi tubuh secara keseluruhan.
Ia menegaskan bahwa kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten lebih penting daripada mengandalkan satu metode atau solusi instan dalam menjaga kesehatan metabolik jangka panjang.
- Penulis :
- Aditya Yohan




