
Pantau - Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin P Octavianus mendorong Universitas Kristen Indonesia (UKI) memperkuat kerja sama dengan pemerintah untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) kesehatan yang berkualitas, meningkatkan pemerataan layanan medis, dan mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Benjamin menegaskan penguatan tenaga kesehatan menjadi salah satu prioritas Kementerian Kesehatan dalam menghadapi perubahan demografi serta tantangan pelayanan kesehatan nasional.
Hal tersebut disampaikan dalam rangkaian peringatan Dies Natalis ke-73 UKI yang digelar di Auditorium Graha William Soeryadjaya, Kampus UKI, Jakarta, Kamis (15/10/2026).
"Prioritas Kemenkes RI, antara lain peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, layanan kesehatan yang merata dan berkeadilan, penguatan SDM kesehatan dengan memanfaatkan teknologi, serta menjalin kolaborasi antara pemerintah, rumah sakit, dan masyarakat untuk Indonesia yang lebih sehat," kata Benjamin di Jakarta, Jumat (16/10/2026).
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menghasilkan tenaga medis yang kompeten sekaligus mendukung pengembangan riset dan inovasi di bidang kesehatan.
Wamenkes Ingatkan Bonus Demografi 2030 Harus Didukung SDM Sehat
Benjamin mengingatkan bahwa Indonesia akan menghadapi momentum penting ketika proporsi penduduk usia produktif mencapai puncaknya pada 2030.
Kelompok usia produktif yang dimaksud mencakup penduduk berusia 15 hingga 64 tahun.
Menurutnya, kondisi tersebut harus diimbangi dengan peningkatan kualitas kesehatan dan kompetensi masyarakat agar potensi bonus demografi dapat dimanfaatkan secara optimal.
"Pada tahun 2030, proporsi penduduk usia produktif, yakni 15-64 tahun, berada pada puncak demografi. Tanpa SDM sehat dan kompeten, surplus tenaga kerja menjadi beban pengangguran," ujar Benjamin.
Ia menilai pembangunan sistem kesehatan yang kuat dan merata menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi produktif menuju 2045.
Karena itu, Benjamin mengajak UKI memperkuat kontribusi dalam mencetak tenaga kesehatan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan perkembangan teknologi.
Kerja sama antara pemerintah, rumah sakit, perguruan tinggi, dan masyarakat juga dinilai diperlukan untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.
Fakultas Kedokteran UKI Telah Luluskan Lebih dari 6.000 Dokter
Benjamin yang merupakan alumnus Fakultas Kedokteran UKI turut mengapresiasi kontribusi perguruan tinggi tersebut dalam menghasilkan tenaga medis.
Ia menyebut Fakultas Kedokteran UKI telah meluluskan lebih dari 6.000 dokter hingga 2025.
Para lulusan tersebut telah berkontribusi dalam pelayanan kesehatan di berbagai wilayah Indonesia maupun di luar negeri.
"UKI memiliki Fakultas Kedokteran yang hingga tahun 2025 telah meluluskan lebih dari 6.000 dokter yang telah berkontribusi di berbagai pelosok Indonesia dan dunia dalam pelayanan kesehatan. Kementerian Kesehatan mendukung FK UKI memiliki program pendidikan spesialis ke depannya," ucap Benjamin.
Dukungan terhadap pengembangan pendidikan dokter spesialis menjadi salah satu bentuk penguatan kapasitas perguruan tinggi dalam memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan.
Benjamin berharap UKI terus menghasilkan karya dan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia serta dunia.
Kemenkes Dorong Riset Vaksin untuk Perkuat Kemandirian Kesehatan
Selain peningkatan kualitas tenaga medis, Benjamin menyoroti pentingnya kemandirian nasional dalam pengembangan vaksin.
Ia mendorong perguruan tinggi dan lembaga penelitian memperkuat riset untuk menghasilkan vaksin yang sesuai dengan kebutuhan kesehatan masyarakat Indonesia.
Pengembangan tersebut perlu mencakup penelitian dalam negeri, pelaksanaan uji klinis, serta peningkatan kapasitas nasional.
"Kembangkan vaksin di Indonesia untuk penyakit prioritas melalui riset dalam negeri, uji klinik, dan penguatan kapasitas nasional. Kolaborasi riset dan inovasi untuk vaksin yang aman, efektif, terjangkau, dan berdaulat bagi Indonesia," tutur Benjamin.
Menurutnya, kolaborasi riset menjadi bagian penting dalam membangun sistem kesehatan yang mampu menghadapi tantangan masa depan.
Penguatan kemampuan pengembangan vaksin juga diharapkan mendukung kemandirian Indonesia dalam memenuhi kebutuhan kesehatan nasional.
Rektor UKI Ungkap 87 Kerja Sama Internasional Sepanjang 2025
Sementara itu, Rektor UKI Angel Damayanti mengatakan peringatan Dies Natalis ke-73 menjadi momentum untuk mengevaluasi perjalanan institusi sekaligus memperkuat arah pengembangan universitas.
Angel menyampaikan bahwa UKI terus memperluas kerja sama internasional sebagai bagian dari peningkatan kualitas pendidikan dan penelitian.
"Langkah menuju global telah kita bangun. Pada tahun 2025, UKI merealisasikan 54 kerja sama dengan perguruan tinggi luar negeri, serta 33 kerja sama dengan lembaga nonperguruan tinggi dari luar negeri," ungkap Angel.
Dengan demikian, UKI mencatat 87 kerja sama dengan institusi luar negeri sepanjang 2025.
Kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya universitas memperluas jejaring akademik dan kelembagaan di tingkat internasional.
UKI Usung Empat Pilar untuk Pengembangan Pendidikan hingga 2030
Memasuki periode kepemimpinan 2026–2030, UKI mengusung semangat UKI EMAS sebagai landasan pengembangan institusi.
Konsep tersebut mencakup empat pilar, yakni Empowerment atau pemberdayaan, Meaningfulness atau kebermanfaatan, Agility atau kelincahan, serta Sustainability atau keberlanjutan.
Angel menekankan bahwa pendidikan tinggi tidak hanya bertujuan menghasilkan lulusan yang siap memasuki dunia kerja.
Perguruan tinggi juga diharapkan mampu mencetak individu yang menghasilkan solusi dan inovasi bagi masyarakat.
"Saya berharap lulusan UKI bukan hanya pencari kerja, tetapi pencipta solusi dan inovasi. Dosen bukan hanya mengajar, tetapi menghasilkan ilmu dan perubahan. Riset bukan berhenti di publikasi, tetapi menjadi inovasi di masyarakat," pungkas Angel.
Dalam peringatan Dies Natalis ke-73, UKI juga mengusung tema From Legacy to Global Impact sebagai arah pengembangan kontribusi institusi di tingkat nasional dan internasional.
Melalui penguatan pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, dan kolaborasi lintas sektor, UKI menegaskan komitmennya untuk mendukung pembangunan SDM yang berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.
- Penulis :
- Aditya Yohan




