HOME  ⁄  Nasional

Fasilitas dari Bea Cukai Ini Bantu Kesuksesan Penyelenggaraan Moto GP Mandalika 2026

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Fasilitas dari Bea Cukai Ini Bantu Kesuksesan Penyelenggaraan Moto GP Mandalika 2026
Foto: (Sumber :Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) memberikan fasilitas kepabeanan terhadap sekitar 500 ton logistik MotoGP Mandalika 2026 melalui skema Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan ATA Carnet untuk memperlancar pemasukan, pemeriksaan, serta pengiriman kembali perlengkapan balap ke negara penyelenggara seri berikutnya.)

Pantau - Jakarta, 16-10-2026 - Kesuksesan penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 atau MotoGP Mandalika turut didukung oleh kelancaran logistik lintas negara. Untuk membantu kelancaran penyelenggaraan ajang internasional tersebut, Bea Cukai memberikan fasilitas kepabeanan melalui skema Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan ATA Carnet agar barang dan perlengkapan balap dapat masuk, digunakan, dan dikirim kembali sesuai ketentuan.

MotoGP Mandalika berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 di Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Selain menjadi ajang olahraga internasional, kegiatan ini turut mendukung pariwisata, menggerakkan aktivitas ekonomi, serta memperkenalkan Indonesia kepada masyarakat dunia. Dalam penyelenggaraannya, MotoGP membutuhkan pergerakan barang dalam jumlah besar, mulai dari perlengkapan balap hingga kebutuhan teknis lainnya. Barang-barang tersebut harus tiba tepat waktu agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan sesuai jadwal. Dalam proses ini, pelayanan kepabeanan menjadi salah satu bagian dari rantai logistik yang mendukung kesiapan penyelenggaraan.

Kepala Subdirektorat Humas dan Publikasi Bea Cukai, Netty Hartawati, mengatakan fasilitas kepabeanan membantu penyelenggara memenuhi kebutuhan logistik sekaligus memastikan pemasukan dan penggunaan barang dari luar negeri berjalan sesuai ketentuan. "Keberhasilan penyelenggaraan MotoGP merupakan wujud kelancaran logistik lintas negara. Bea Cukai menjadi bagian dari ekosistem pendukung melalui fasilitas kepabeanan yang membantu barang dan perlengkapan yang dibutuhkan tiba dan digunakan sesuai jadwal. Kemudahan ini tetap disertai pemenuhan persyaratan serta pengawasan sesuai ketentuan,” ujarnya.

Dua instrumen yang dimanfaatkan dalam mendukung kegiatan tersebut adalah fasilitas KEK dan ATA Carnet. Melalui skema Pemberitahuan Pabean Kawasan Ekonomi Khusus (PPKEK), barang yang memenuhi persyaratan dapat memperoleh fasilitas kepabeanan sesuai ketentuan yang berlaku. Sementara itu, ATA Carnet memfasilitasi pemasukan sementara barang untuk keperluan tertentu, termasuk perlengkapan yang akan digunakan dalam kegiatan internasional dan dikirim kembali ke negara asal atau negara berikutnya.

Manfaat kedua fasilitas tersebut terlihat dalam pelaksanaan MotoGP Mandalika 2026. Bea Cukai, melalui unit vertikalnya yakni Bea Cukai Mataram memberikan pelayanan dan pengawasan terhadap sekitar 500 ton logistik keperluan balapan yang tiba melalui Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid pada 5–6 Oktober 2026.

Dalam prosesnya, logistik MotoGP diangkut menggunakan lima penerbangan sewaan atau charter flight. Bea Cukai Mataram melakukan pengawasan sejak kedatangan barang, dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik setelah logistik tiba di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika. Barang yang memenuhi persyaratan memperoleh fasilitas pembebasan bea masuk dan tidak dipungut pajak dalam rangka impor sesuai skema yang digunakan, serta kemudahan prosedural dalam pemeriksaan fisik.

"Untuk importasi logistik Moto GP ini, mulai hari Senin tanggal 5 Oktober 2026, Bea Cukai Mataram lakukan pengawasan terhadap logistik Moto GP yang dibawa menggunakan 5 charter flight lalu dilakukan juga pemeriksaan fisik setelah logistik tiba di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika," ungkap Kepala Kantor Bea Cukai Mataram, Zaeni Rokhman.

Pelayanan juga berlanjut setelah balapan berakhir. Pada Minggu  tanggal 11 Oktober 2026, petugas Bea Cukai Mataram melakukan pemeriksaan fisik secara simultan dengan menyesuaikan jadwal selesainya balapan di tiap-tiap kelas. Langkah ini mendukung proses pengiriman kembali barang logistik ke negara tempat penyelenggaraan seri berikutnya.

"Kami langsung memeriksa barang logistik MotoGP dengan total 400 dokumen ATA Carnet yang akan segera di ekspor kembali (reekspor) ke negara tempat race selanjutnya, yaitu Australia. Kecepatan dan ketepatan dalam pelayanan pemeriksaan dan pengawasan terhadap barang logistik MotoGP ini sangat diperhatikan demi suksesnya event internasional ini," sambung Zaeni.

Pemeriksaan dan pengiriman kembali barang tersebut menjadi bagian penting dari siklus logistik MotoGP. Ketepatan proses administrasi dan pemeriksaan membantu memastikan perlengkapan dapat melanjutkan perjalanan menuju lokasi balapan berikutnya tanpa mengabaikan kewajiban kepabeanan.

Meski memberikan kemudahan, fasilitas kepabeanan bukan berarti menghilangkan persyaratan dan pengawasan. Penyelenggara dan pihak terkait tetap harus memenuhi ketentuan yang berlaku, sementara Bea Cukai memastikan pemanfaatan fasilitas serta pergerakan barang berlangsung sesuai prosedur. Kelancaran logistik dalam ajang internasional seperti MotoGP merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak. Koordinasi antara penyelenggara, pelaku logistik, pemerintah, dan instansi pendukung diperlukan agar kebutuhan barang dapat dipenuhi tepat waktu dan setiap tahapan berjalan tertib.

Dalam penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026, Bea Cukai telah berkoordinasi dengan beberapa pihak, seperti Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) dan Mandalika Grand Prix Association (MGPA). Sinergi tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan kebutuhan logistik dan prosedur kepabeanan dapat dipersiapkan dengan baik sebelum, selama, hingga setelah balapan. Melalui fasilitas kepabeanan yang tepat dan pengawasan sesuai ketentuan, aktivitas olahraga, pariwisata, dan ekonomi dapat berlangsung dengan sukses, Indonesia pun akan selalu siap menjadi tuan rumah kegiatan berskala global.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026