HOME  ⁄  Nasional

Maman Imanul Haq Dukung Kerja Sama Pendidikan Indonesia-Mesir, Dorong Program Gelar Ganda hingga Pertukaran Mahasiswa

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Maman Imanul Haq Dukung Kerja Sama Pendidikan Indonesia-Mesir, Dorong Program Gelar Ganda hingga Pertukaran Mahasiswa
Foto: (Sumber :Anggota Komisi VIII DPR RI Maman Imanul Haq. Foto : Dok/Andri.)

Pantau - Anggota Komisi VIII DPR RI Maman Imanul Haq mendukung penguatan kerja sama pendidikan antara Indonesia dan Mesir melalui pengembangan riset bersama, program gelar ganda, serta pertukaran dosen dan mahasiswa untuk memperluas kemitraan akademik kedua negara.

Maman menilai hubungan historis Indonesia dan Mesir perlu dikembangkan menjadi kerja sama pendidikan yang lebih produktif dan memberikan manfaat langsung bagi dunia akademik serta generasi muda.

Dukungan tersebut disampaikan Maman menanggapi komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas kerja sama pendidikan dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi.

“Kerja sama pendidikan Indonesia dan Mesir memiliki fondasi sejarah yang sangat kuat. Sekarang saatnya kita memperluasnya menjadi kemitraan akademik yang produktif, termasuk melalui riset, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta penguatan jejaring pendidikan,” ujar Maman dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (15/10/2026).

Menurutnya, penguatan hubungan pendidikan kedua negara perlu diwujudkan melalui program strategis yang melibatkan pemerintah, perguruan tinggi, dan berbagai lembaga pendukung pendidikan internasional.

DPR Dorong Program Gelar Ganda dan Riset Bersama Indonesia-Mesir

Maman mendorong pemerintah memperluas kerja sama akademik dengan Mesir melalui penyelenggaraan program gelar ganda atau double degree, penelitian bersama, serta pertukaran tenaga pengajar dan mahasiswa.

Ia juga mengusulkan pengembangan pusat kajian Indonesia di Mesir sebagai sarana memperkenalkan perkembangan ilmu pengetahuan, kebudayaan, dan tradisi intelektual Indonesia kepada masyarakat internasional.

Menurutnya, penguatan jejaring perguruan tinggi kedua negara dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi mahasiswa dan akademisi untuk meningkatkan kompetensi melalui kolaborasi pendidikan.

Selain memperluas program akademik, Maman menekankan pentingnya meningkatkan kualitas pendampingan bagi calon mahasiswa Indonesia yang berencana melanjutkan pendidikan di Mesir.

Pendampingan tersebut dinilai diperlukan agar calon mahasiswa memperoleh informasi yang memadai mengenai persyaratan pendidikan, persiapan keberangkatan, hingga keberlangsungan studi.

Bahasa Indonesia di Universitas Al-Azhar Jadi Sarana Diplomasi Pendidikan

Maman turut menyoroti keberadaan Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Al-Azhar, Kairo, sebagai salah satu bentuk penguatan hubungan pendidikan dan kebudayaan Indonesia dengan Mesir.

Menurutnya, pengajaran Bahasa Indonesia di salah satu pusat pendidikan Islam terkemuka dunia memiliki nilai strategis dalam memperkenalkan identitas dan kekayaan budaya Indonesia.

Ia menjelaskan pembelajaran Bahasa Indonesia di Al-Azhar tidak hanya berkaitan dengan kemampuan berbahasa, tetapi juga membuka kesempatan untuk mengenalkan sejarah, tradisi intelektual, dan pengalaman keislaman masyarakat Indonesia.

“Ketika Bahasa Indonesia diajarkan di Al-Azhar, yang hadir bukan hanya bahasa, tetapi juga kebudayaan, sejarah, tradisi intelektual, dan pengalaman keislaman Indonesia. Ini adalah bentuk diplomasi pendidikan dan kebudayaan,” ungkapnya.

Maman menilai Universitas Al-Azhar selama ini memiliki peran penting dalam membangun hubungan intelektual Indonesia dengan dunia Islam.

Karena itu, penguatan kerja sama pendidikan dengan Mesir diharapkan mampu memperluas jejaring akademik Indonesia sekaligus meningkatkan pertukaran pengetahuan dan pengalaman keislaman di tingkat internasional.

Maman Apresiasi Peran Forkapmi dalam Mendampingi Mahasiswa Indonesia di Mesir

Maman menegaskan keberhasilan kerja sama pendidikan internasional tidak hanya bergantung pada pemerintah dan perguruan tinggi, tetapi juga membutuhkan dukungan organisasi mahasiswa serta lembaga pendamping pendidikan.

Ia mengapresiasi peran Forum Komunikasi Alumni Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (Forkapmi) yang aktif memberikan layanan konsultasi bagi calon mahasiswa Indonesia yang ingin menempuh pendidikan di Universitas Al-Azhar, Mesir.

“Forkapmi memiliki peran penting sebagai konsultan studi Al-Azhar Mesir. Kehadiran lembaga seperti ini membantu calon mahasiswa dan keluarga memperoleh informasi dan pendampingan yang dibutuhkan untuk menempuh pendidikan di Mesir,” jelasnya.

Menurut Maman, lembaga pendamping seperti Forkapmi perlu menjadi bagian dari ekosistem pendidikan internasional yang membantu calon mahasiswa dalam mengakses informasi dan mempersiapkan kebutuhan studi.

Ia berharap kerja sama antara pemerintah, perguruan tinggi, organisasi mahasiswa, dan lembaga pendamping dapat semakin diperkuat untuk memastikan program pendidikan Indonesia-Mesir berjalan secara berkelanjutan.

Maman juga menekankan pentingnya memastikan hubungan pendidikan kedua negara tidak hanya menghasilkan kesepakatan kelembagaan, tetapi memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa dan generasi muda Indonesia.

“Pemerintah, perguruan tinggi, organisasi mahasiswa, dan lembaga seperti Forkapmi dapat berjalan bersama. Dengan begitu, hubungan pendidikan Indonesia-Mesir tidak hanya semakin kuat secara kelembagaan, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi generasi muda,” pungkas Maman.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026