
Pantau - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar menggandeng pelaku industri untuk menggalang bantuan masker dan air bersih bagi masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan.
Langkah tersebut disampaikan Muhaimin seusai rapat koordinasi bersama Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza dan sejumlah pelaku industri di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Jakarta, Jumat (16/10/2026).
Penggalangan bantuan dilakukan di tengah meningkatnya ancaman kesehatan akibat karhutla, dengan Kementerian Kesehatan mencatat 277.075 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) secara kumulatif hingga 12 Oktober 2026.
"Kita juga menyampaikan bersama-sama akan bahu membahu berpartisipasi di dalam mengatasi kebakaran hutan," kata Muhaimin.
Pemerintah Gandeng Industri untuk Bantu Warga Terdampak Karhutla
Muhaimin mengatakan pemerintah berupaya melibatkan sektor industri dalam membantu masyarakat yang terdampak kebakaran hutan dan lahan.
Salah satu bentuk dukungan yang disiapkan adalah penggalangan bantuan berupa masker dan air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga di wilayah terdampak.
"Kita akan menggalang pengiriman masker dan air bersih untuk masyarakat, yang selama ini juga kita lakukan," kata Muhaimin Iskandar.
Menurutnya, bantuan tersebut akan diarahkan ke sejumlah daerah di Sumatera dan Kalimantan yang mengalami dampak karhutla.
Keterlibatan pelaku industri menjadi bagian dari upaya bersama untuk membantu penanganan dampak kebakaran terhadap masyarakat.
Namun, pemerintah belum merinci jumlah bantuan yang akan dikirim maupun jadwal penyalurannya.
Kemenkes Catat 277.075 Kasus ISPA hingga 12 Oktober 2026
Sebelumnya, Kementerian Kesehatan mengungkapkan tingginya jumlah kasus ISPA yang tercatat di tengah kondisi karhutla di sejumlah wilayah Indonesia.
Juru Bicara Kementerian Kesehatan Widyawati menyampaikan bahwa jumlah kasus tersebut menunjukkan besarnya persoalan kesehatan yang perlu diwaspadai.
"Berdasarkan data hingga 12 Oktober 2026, tercatat 277.075 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) secara kumulatif, dengan 62.400 kasus diantaranya pada rentang usia 0-5 tahun," kata Widyawati.
Data tersebut menunjukkan anak-anak berusia di bawah lima tahun turut menjadi kelompok yang terdampak gangguan kesehatan pernapasan.
Kementerian Kesehatan juga menyoroti kondisi kualitas udara di sejumlah daerah yang menunjukkan tingkat pencemaran mengkhawatirkan.
Sebanyak 13 Daerah Masuk Kategori Kualitas Udara Berbahaya
Berdasarkan pemantauan indeks standar pencemar udara, sebanyak 37 stasiun pemantau mencatat kondisi kualitas udara yang perlu diwaspadai.
Dari jumlah tersebut, 13 daerah tercatat berada dalam kategori berbahaya.
Sebanyak 11 daerah lainnya masuk kategori sangat tidak sehat, sedangkan 13 daerah berada dalam kategori tidak sehat.
Widyawati menyebut hasil pemantauan tersebut menunjukkan adanya ancaman serius terhadap kesehatan masyarakat akibat buruknya kualitas udara.
Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah dalam menyiapkan langkah penanganan bagi masyarakat yang tinggal di wilayah terdampak karhutla.
Bantuan Masker dan Air Bersih Disiapkan untuk Sumatera dan Kalimantan
Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat menyiapkan penggalangan bantuan bersama pelaku industri untuk mendukung kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.
Masker menjadi salah satu bantuan yang disiapkan di tengah tingginya kasus gangguan pernapasan dan memburuknya kualitas udara.
Selain itu, bantuan air bersih juga akan dikirimkan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat.
Penyaluran bantuan direncanakan menjangkau sejumlah daerah terdampak karhutla di Sumatera dan Kalimantan.
Pemerintah berharap kerja sama dengan pelaku industri dapat memperkuat dukungan bagi masyarakat selama penanganan dampak kebakaran hutan dan lahan berlangsung.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




