HOME  ⁄  Nasional

Polri Siapkan 70 Ribu Polisi Khusus Kehutanan atas Arahan Prabowo, 586 Personel Selesai Jalani Pelatihan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Polri Siapkan 70 Ribu Polisi Khusus Kehutanan atas Arahan Prabowo, 586 Personel Selesai Jalani Pelatihan
Foto: (Sumber :Suasana upacara pelantikan Polisi Khusus Kehutanan Tahun Anggaran 2026 di Semarang, Jumat (16/10/2026). ANTARA/HO-Divisi Humas Polri/am.)

Pantau - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menyiapkan penguatan Polisi Khusus Kehutanan dengan sasaran mencapai 70 ribu personel sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan perlindungan kawasan hutan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri Komjen Pol Herry Heryawan menyampaikan sebanyak 586 personel telah menyelesaikan pendidikan dan pelatihan Polisi Khusus Kehutanan pada Jumat (16/10/2026).

“Sebagai tindak lanjut, hari ini kita telah menyelesaikan pendidikan dan pelatihan Polisi Khusus Kehutanan bagi 586 personel,” kata Herry dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta.

Penyelesaian pelatihan tersebut ditandai dengan upacara pelantikan Polisi Khusus Kehutanan Tahun Anggaran 2026 di Semarang, Jawa Tengah.

Polri Bekali 586 Personel dengan Kemampuan Pengamanan Hutan

Herry menjelaskan penguatan Polisi Khusus Kehutanan merupakan bagian dari upaya meningkatkan kemampuan negara dalam menjaga kawasan hutan dan mencegah kerusakan lingkungan.

Sebanyak 586 personel yang mengikuti pendidikan mendapatkan pembekalan berbagai keterampilan kepolisian untuk mendukung tugas pengamanan di lapangan.

Materi pelatihan meliputi deteksi dini, pemolisian masyarakat, pengaturan, penjagaan, pengawalan, patroli, hingga penanganan awal tempat kejadian perkara.

Kemampuan tersebut diharapkan membantu petugas mengidentifikasi potensi gangguan keamanan lingkungan dan meningkatkan efektivitas pengawasan kawasan hutan.

Selain pencegahan karhutla, penguatan personel juga diarahkan untuk menjaga kelestarian keanekaragaman hayati Indonesia.

Polisi Khusus Kehutanan Diminta Manfaatkan Drone dan Citra Satelit

Herry menekankan pentingnya penggunaan teknologi modern dalam pelaksanaan tugas Polisi Khusus Kehutanan.

Ia meminta personel mampu memanfaatkan pesawat nirawak atau drone, analisis citra satelit, pemantauan titik panas, serta sistem informasi intelijen kehutanan.

Pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan memperkuat kemampuan deteksi dini terhadap potensi kebakaran maupun aktivitas yang mengancam kawasan hutan.

“Jadilah Polisi Khusus Kehutanan yang responsif, modern, dan adaptif terhadap dinamika era digital,” ujar Herry.

Menurutnya, kemampuan teknis perlu didukung kedisiplinan dan kesiapan personel dalam menghadapi tantangan perlindungan lingkungan.

Herry Tegaskan Petugas Tidak Boleh Berkompromi dengan Perusak Lingkungan

Selain keterampilan lapangan, Polri menekankan pembentukan karakter dan integritas dalam pendidikan Polisi Khusus Kehutanan.

Herry meminta seluruh personel bertindak tegas terhadap berbagai bentuk pelanggaran yang menyebabkan kerusakan lingkungan.

Ia juga mengingatkan petugas agar tidak menyalahgunakan kewenangan yang diberikan negara.

“Integritas adalah harga mati bagi seorang Polisi Khusus Kehutanan. Jangan pernah mau berkompromi dengan para perusak lingkungan, dan jangan sekali-kali menyalahgunakan wewenang yang telah dipercayakan oleh negara,” katanya.

Herry menilai integritas aparat menjadi bagian penting dalam memastikan pengawasan dan perlindungan kawasan hutan berjalan efektif.

Polri Libatkan TNI hingga Masyarakat Adat untuk Cegah Karhutla

Herry menegaskan perlindungan hutan tidak dapat dilakukan hanya oleh Polisi Khusus Kehutanan tanpa dukungan pihak lain.

Karena itu, ia meminta personel memperkuat koordinasi dengan TNI, Polri, pemerintah daerah, kejaksaan, masyarakat adat, dan kelompok masyarakat peduli api.

Kerja sama lintas sektor tersebut diperlukan untuk meningkatkan pengawasan dan deteksi dini, terutama di wilayah yang rawan kebakaran dan kerusakan ekosistem.

“Tugas menjaga hutan dan pencegahan karhutla tidak bisa dilakukan sendirian,” kata Herry.

Pendekatan tersebut sejalan dengan semangat “Polisi Bersama Masyarakat” yang menempatkan partisipasi warga sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan kelestarian lingkungan.

Herry berharap seluruh personel yang telah menyelesaikan pendidikan mampu menerapkan keterampilan ketika kembali bertugas di berbagai wilayah Indonesia.

“Jadikan pencapaian tersebut sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kompetensi, menjaga integritas, dan memberikan pengabdian terbaik kepada bangsa dan negara,” katanya.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026