HOME  ⁄  Nasional

Mendikdasmen Tambah Bantuan Panel Interaktif untuk Sekolah pada 2026, Biaya Penambahan Daya Listrik Gratis

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Mendikdasmen Tambah Bantuan Panel Interaktif untuk Sekolah pada 2026, Biaya Penambahan Daya Listrik Gratis
Foto: Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu?ti saat meninjau SD Negeri 39 Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Sabtu 17/10/2026 (sumber: ANTARA/Rendra Oxtora)

Pantau - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti memastikan pemerintah akan menambah bantuan perangkat Interactive Flat Panel (IFP) atau panel layar interaktif untuk sekolah pada 2026 guna memperluas digitalisasi pembelajaran, termasuk di Kalimantan Barat.

Penambahan perangkat tersebut merupakan bagian dari program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk meningkatkan pemanfaatan teknologi digital dalam kegiatan belajar mengajar.

Abdul Mu’ti menyampaikan perkembangan penyaluran bantuan perangkat pembelajaran digital tersebut saat meninjau SD Negeri 39 Sungai Raya di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, pada Sabtu.

Menurut Abdul Mu’ti, seluruh bantuan perangkat IFP yang dialokasikan pemerintah pada 2025 telah selesai dikirimkan kepada sekolah-sekolah penerima.

Dengan rampungnya distribusi tersebut, pemerintah melanjutkan program bantuan pada 2026 melalui penambahan perangkat bagi sekolah yang membutuhkan fasilitas pembelajaran digital.

Penambahan bantuan dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan masing-masing satuan pendidikan sehingga jumlah perangkat yang diterima sekolah dapat berbeda dari alokasi awal.

SMA Negeri 7 Pontianak Terima Lima Unit IFP, Melebihi Alokasi Awal

Abdul Mu’ti mengungkapkan bahwa dirinya sempat terkejut ketika mengetahui SMA Negeri 7 Pontianak telah menerima lima unit perangkat IFP.

Jumlah tersebut lebih banyak dibandingkan alokasi awal yang direncanakan pemerintah untuk sekolah tersebut.

Pada awalnya, SMA Negeri 7 Pontianak mendapatkan alokasi bantuan sebanyak tiga unit IFP.

Namun, dalam pelaksanaannya, jumlah perangkat yang diterima meningkat menjadi lima unit atau bertambah dua unit dari rencana semula.

Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa penambahan tersebut dimungkinkan melalui penyesuaian distribusi bantuan berdasarkan kebutuhan sekolah.

Penyesuaian alokasi dilakukan agar perangkat pembelajaran digital dapat tersedia sesuai kebutuhan masing-masing satuan pendidikan.

Pemerintah berharap penambahan perangkat tersebut dapat membantu sekolah mengembangkan metode pembelajaran yang lebih interaktif dengan memanfaatkan teknologi digital.

SD Negeri 39 Sungai Raya Akan Mendapat Tambahan Tiga Panel Interaktif

Selain SMA Negeri 7 Pontianak, SD Negeri 39 Sungai Raya di Kabupaten Kubu Raya juga menjadi salah satu sekolah penerima bantuan perangkat pembelajaran digital.

Saat dilakukan peninjauan, sekolah tersebut telah menerima satu unit IFP yang dapat digunakan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.

Pemerintah berencana memberikan tambahan sebanyak tiga unit perangkat IFP kepada SD Negeri 39 Sungai Raya.

Apabila rencana tersebut terealisasi, sekolah akan memiliki total empat unit panel layar interaktif untuk mendukung kegiatan pembelajaran.

Penambahan perangkat tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menyesuaikan distribusi bantuan dengan kebutuhan fasilitas pendidikan di lapangan.

Melalui penggunaan IFP, guru diharapkan dapat menyampaikan materi pelajaran dengan dukungan media pembelajaran digital yang lebih interaktif.

Keberadaan perangkat tersebut juga diharapkan mempermudah peserta didik dalam mengikuti kegiatan pembelajaran berbasis teknologi.

Pemerintah menilai penyediaan fasilitas digital menjadi salah satu langkah untuk memperluas kesempatan sekolah dalam menerapkan metode pembelajaran yang memanfaatkan perkembangan teknologi.

Kemendikdasmen Gandeng PLN untuk Penambahan Daya Listrik Gratis

Selain menambah perangkat pembelajaran digital, Kemendikdasmen memberikan perhatian terhadap kesiapan infrastruktur pendukung di sekolah penerima bantuan.

Salah satu kebutuhan utama dalam penggunaan IFP adalah ketersediaan pasokan listrik dan kapasitas daya yang memadai.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Kemendikdasmen menjalin kerja sama dengan PT PLN (Persero) dalam mendukung penambahan daya listrik di sekolah penerima perangkat IFP.

Kerja sama tersebut bertujuan memastikan sekolah memiliki kapasitas listrik yang mencukupi untuk mengoperasikan perangkat pembelajaran digital.

Abdul Mu’ti menegaskan bahwa biaya penambahan daya listrik bagi sekolah penerima bantuan diberikan secara gratis.

Dengan fasilitas tersebut, sekolah tidak perlu menanggung biaya peningkatan kapasitas daya listrik yang diperlukan untuk mendukung penggunaan perangkat IFP.

Dukungan dari PLN diharapkan dapat mengurangi kendala infrastruktur yang berpotensi menghambat pemanfaatan perangkat pembelajaran digital.

Pemerintah berupaya memastikan bantuan IFP tidak hanya diterima secara fisik, tetapi juga dapat dioperasikan dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari.

Biaya Operasional Listrik IFP Bisa Menggunakan Dana BOS

Selain memberikan fasilitas penambahan daya listrik secara gratis, pemerintah juga menyiapkan dukungan pembiayaan operasional penggunaan perangkat pembelajaran digital.

Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa biaya listrik untuk mengoperasikan perangkat IFP dapat dibiayai melalui dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOS).

Dana BOS dapat dimanfaatkan untuk memenuhi berbagai kebutuhan operasional sekolah sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk pembayaran tagihan listrik.

Dengan demikian, sekolah penerima bantuan IFP dapat menggunakan dana BOS untuk membantu memenuhi kebutuhan biaya listrik selama pengoperasian perangkat.

Pemanfaatan dana BOS tersebut diharapkan dapat mendukung keberlanjutan penggunaan fasilitas pembelajaran digital tanpa menambah beban pembiayaan di luar mekanisme operasional sekolah yang tersedia.

Abdul Mu’ti menekankan pentingnya keterpaduan antara penyediaan perangkat pembelajaran digital dan kesiapan infrastruktur kelistrikan.

Menurutnya, dukungan fasilitas dan infrastruktur diperlukan agar pelaksanaan digitalisasi pembelajaran dapat berjalan secara optimal.

Pemerintah berharap semakin banyak sekolah memiliki sarana yang memadai untuk mengembangkan proses pembelajaran berbasis teknologi.

Melalui penambahan bantuan IFP pada 2026, kerja sama penambahan daya listrik gratis dengan PLN, serta dukungan biaya operasional melalui dana BOS, Kemendikdasmen berupaya memperkuat digitalisasi pendidikan dan meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah-sekolah Indonesia.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026