
Pantau - Pemerintah Kota Jakarta Selatan menargetkan pembangunan lapangan multifungsi di kawasan Manggarai, Kecamatan Tebet, selesai pada awal November 2026 sebagai upaya menyediakan fasilitas kegiatan positif bagi masyarakat sekaligus mencegah tawuran antarkelompok pemuda.
Lapangan yang berada di kawasan Taman RW 04, Jalan Manggarai Utara II, Kelurahan Manggarai, tersebut kini telah mencapai progres pembangunan sekitar 70 persen.
Wali Kota Jakarta Selatan Syafrin Liputo memastikan pemerintah daerah terus mendorong penyelesaian fasilitas tersebut sesuai jadwal.
“Target awal November selesai,” kata Syafrin kepada wartawan di Jakarta, Selasa (20/10/2026).
Pembangunan lapangan multifungsi menjadi salah satu langkah pemerintah dalam menangani persoalan tawuran yang masih terjadi di sekitar Stasiun Manggarai.
Pembangunan Lapangan Multifungsi Manggarai Capai 70 Persen
Camat Tebet Putut Puji mengatakan pembangunan lapangan multifungsi yang berada di depan Stasiun Manggarai telah memasuki tahap pemasangan atap.
Menurutnya, perkembangan pekerjaan secara keseluruhan telah mencapai sekitar 70 persen.
"Sudah pasang atap, kira-kira sudah 70 persen," kata Putut.
Pemerintah Kota Jakarta Selatan menargetkan sisa pekerjaan dapat diselesaikan pada awal November 2026.
Fasilitas tersebut dibangun untuk menyediakan ruang aktivitas yang dapat dimanfaatkan warga sekitar.
Anak-anak dan remaja menjadi salah satu kelompok yang diharapkan dapat menggunakan lapangan tersebut untuk mengembangkan minat dan hobi.
Keberadaan fasilitas olahraga dan kegiatan masyarakat diharapkan dapat memberikan alternatif aktivitas bagi generasi muda di kawasan Manggarai.
Pemerintah daerah juga menjadikan pembangunan lapangan sebagai bagian dari upaya pencegahan konflik antarkelompok di lingkungan permukiman.
Lapangan Disiapkan Jadi Wadah Kegiatan Positif Remaja
Pembangunan lapangan multifungsi di Manggarai tidak hanya diarahkan untuk menambah fasilitas umum.
Pemerintah Kota Jakarta Selatan berharap fasilitas tersebut dapat membantu mengurangi keterlibatan anak-anak dan remaja dalam tawuran.
Lapangan itu direncanakan menjadi tempat masyarakat menyalurkan minat, bakat, dan hobi melalui kegiatan positif.
Dengan tersedianya ruang aktivitas bersama, warga diharapkan memiliki pilihan kegiatan yang lebih produktif.
Pemerintah juga berupaya mengembangkan pendekatan pencegahan tawuran yang tidak hanya mengandalkan pengamanan.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah mempelajari faktor-faktor yang menyebabkan perselisihan antarkelompok di wilayah Manggarai.
Hasil pendalaman tersebut akan digunakan untuk menentukan langkah penanganan yang sesuai dengan kondisi masyarakat.
Pemkot Jaksel Dalami Penyebab Tawuran di Manggarai
Syafrin sebelumnya mengatakan pemerintah daerah masih mendalami berbagai faktor yang memicu tawuran di kawasan Manggarai.
Pendalaman dilakukan agar penanganan konflik dapat menyasar penyebab utama, bukan hanya menghentikan bentrokan yang sedang berlangsung.
Menurutnya, pemerintah ingin memperoleh gambaran mengenai persoalan yang dihadapi kelompok-kelompok masyarakat di wilayah tersebut.
Salah satu alternatif solusi yang dipertimbangkan adalah mengarahkan minat dan potensi warga pada kegiatan produktif.
Pemerintah juga membuka kemungkinan pengembangan akses terhadap pekerjaan yang layak bagi masyarakat yang membutuhkan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari pendekatan penanganan tawuran secara berkelanjutan.
Berdasarkan koordinasi dengan sejumlah unsur terkait, pemerintah memperoleh informasi mengenai adanya sejumlah anak yang diduga berupaya memicu perselisihan antarkelompok di Manggarai.
Informasi tersebut masih menjadi bahan pendalaman untuk mengetahui latar belakang konflik yang terjadi.
Pemerintah dan Tiga Pilar Siapkan Posko Pencegahan Tawuran
Selain membangun lapangan multifungsi, pemerintah daerah berencana memperkuat pemantauan keamanan di kawasan Manggarai.
Pemerintah bersama unsur tiga pilar akan mendirikan posko bersama di lokasi yang dinilai membutuhkan pengawasan.
Posko tersebut direncanakan menjadi sarana pemantauan situasi sekaligus pencegahan tawuran susulan.
Keberadaan posko diharapkan dapat mendukung koordinasi antarpihak dalam menjaga ketertiban masyarakat.
Langkah tersebut juga menjadi bagian dari penanganan konflik yang dilakukan bersamaan dengan pembangunan fasilitas umum.
Namun, pemerintah belum menyampaikan jadwal pasti pendirian posko bersama tersebut.
Tawuran Dekat Stasiun Manggarai Berujung Pembakaran Kios
Upaya pencegahan tawuran kembali menjadi perhatian setelah bentrokan antarkelompok pemuda terjadi di sekitar Stasiun Manggarai, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, pada Minggu (18/10/2026).
Peristiwa tersebut bermula dari aksi saling lempar petasan antarkelompok.
Perselisihan kemudian berkembang menjadi tawuran yang mengganggu keamanan kawasan tersebut.
Dalam kejadian itu, sebuah kios dilaporkan terbakar.
Peristiwa tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah daerah memperkuat upaya penanganan konflik di Manggarai.
Selain melakukan pemantauan keamanan, pemerintah berupaya menyediakan fasilitas yang dapat digunakan masyarakat untuk kegiatan positif.
Pembangunan lapangan multifungsi di Taman RW 04 Manggarai diharapkan menjadi salah satu sarana pendukung upaya tersebut.
Lapangan Manggarai Ditargetkan Bisa Dimanfaatkan Mulai November
Dengan progres pembangunan sekitar 70 persen, Pemerintah Kota Jakarta Selatan menargetkan lapangan multifungsi di Manggarai rampung pada awal November 2026.
Pekerjaan yang sedang berlangsung telah memasuki tahap pemasangan atap.
Setelah pembangunan selesai, fasilitas tersebut diharapkan dapat menjadi ruang aktivitas bagi anak-anak, remaja, dan masyarakat sekitar.
Pemerintah juga akan melanjutkan pendalaman terhadap faktor penyebab tawuran serta menyiapkan langkah pengamanan bersama unsur terkait.
Melalui pembangunan lapangan, penanganan sosial, dan rencana pendirian posko bersama, Pemkot Jakarta Selatan berupaya mencegah terulangnya bentrokan antarkelompok di kawasan Manggarai.
- Penulis :
- Aditya Yohan




