
Pantau - Anggota DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas mendorong penguatan diplomasi parlemen antara Indonesia dan Australia untuk memperluas kerja sama di bidang ekonomi, keamanan, pendidikan, kebudayaan, serta mempererat hubungan kelembagaan kedua negara.
Dorongan tersebut disampaikan Ibas dalam pertemuan dengan Presiden Senat Australia Senator Sue Lines di Parliament House, Canberra, Australia, Kamis (15/10/2026).
Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI itu menilai hubungan bilateral perlu diperkuat melalui komunikasi antarlembaga legislatif, bukan hanya melalui jalur diplomasi pemerintah.
Menurutnya, diplomasi parlemen dapat membantu membangun kepercayaan, menjaga kesinambungan hubungan, dan memastikan kemitraan kedua negara memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Institusi kita mungkin memiliki struktur dan mekanisme yang berbeda, tetapi kita memiliki tanggung jawab yang sama, yaitu mewakili rakyat, memperkuat demokrasi, dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” tutur Ibas melalui keterangan tertulis yang diterima Parlementaria di Jakarta, Selasa (20/10/2026).
Ibas Tekankan Pentingnya Diplomasi Parlemen Indonesia-Australia
Ibas mengatakan kedekatan geografis Indonesia dan Australia merupakan modal penting dalam membangun kemitraan yang lebih kuat.
Menurutnya, kedua negara memiliki kepentingan bersama dalam menjaga stabilitas kawasan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Karena itu, hubungan bilateral perlu diarahkan pada kerja sama yang konkret dan berkelanjutan.
Ibas menilai parlemen memiliki peran strategis dalam mendukung hubungan antarnegara melalui dialog dan pertukaran pengalaman kelembagaan.
Komunikasi tersebut dapat memperkuat pemahaman mengenai sistem demokrasi dan tata kelola pemerintahan masing-masing negara.
Selain itu, diplomasi parlemen dinilai mampu menjaga hubungan kedua negara tetap berjalan meskipun terjadi perubahan politik atau pergantian kepemimpinan.
Kerja Sama Ekonomi Didorong melalui IA-CEPA
Salah satu bidang yang menjadi perhatian Ibas adalah penguatan hubungan ekonomi, perdagangan, dan investasi antara Indonesia dan Australia.
Menurutnya, kedua negara dapat mengoptimalkan kerja sama melalui Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA).
Perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif tersebut telah berlaku sejak 5 Juli 2020.
IA-CEPA menjadi salah satu kerangka kerja sama yang dapat dimanfaatkan untuk memperluas hubungan ekonomi kedua negara.
Ibas mendorong diplomasi parlemen turut mendukung pengembangan peluang kerja sama dalam kerangka perjanjian tersebut.
Menurutnya, penguatan hubungan ekonomi perlu diarahkan agar memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia dan Australia.
Indonesia dan Australia Perlu Perkuat Dialog Keamanan
Selain ekonomi, Ibas menyoroti pentingnya kerja sama keamanan antara Indonesia dan Australia.
Ia mendorong penguatan dialog mengenai kepentingan keamanan bersama, termasuk pembahasan Treaty on Common Security.
Menurutnya, pembahasan tersebut perlu tetap memperhatikan kewenangan dan mekanisme kelembagaan masing-masing negara.
Kerja sama keamanan dinilai menjadi salah satu bidang penting dalam menjaga stabilitas kawasan.
Ibas menekankan bahwa dialog antarlembaga legislatif dapat melengkapi komunikasi yang telah dilakukan pemerintah kedua negara.
Dengan demikian, pembahasan mengenai keamanan dapat berlangsung melalui berbagai jalur diplomasi yang saling mendukung.
Pendidikan dan Kebudayaan Jadi Fokus Kemitraan
Ibas juga mendorong perluasan kerja sama pendidikan dan kebudayaan sebagai bagian dari penguatan hubungan Indonesia-Australia.
Kerja sama tersebut dapat dilakukan melalui program beasiswa dan pertukaran pelajar.
Selain itu, kedua negara dapat mengembangkan program peningkatan kapasitas generasi muda.
Pertukaran seni dan tradisi juga dinilai dapat mempererat hubungan masyarakat kedua negara.
Menurut Ibas, hubungan bilateral yang kuat membutuhkan keterlibatan masyarakat agar kerja sama tidak hanya berlangsung pada tingkat pemerintahan.
Program pendidikan dan kebudayaan diharapkan dapat memperluas pemahaman masyarakat Indonesia dan Australia mengenai kehidupan serta nilai-nilai masing-masing negara.
Pertukaran Pengalaman Parlemen Dinilai Perkuat Demokrasi
Bidang lain yang didorong Ibas adalah pertukaran pengalaman mengenai sistem ketatanegaraan dan keterwakilan masyarakat.
Ia menilai dialog tersebut dapat memperkaya pemahaman kedua pihak mengenai peran lembaga perwakilan dalam sistem demokrasi.
Indonesia dan Australia memiliki struktur serta mekanisme kelembagaan yang berbeda.
Namun, menurut Ibas, kedua negara memiliki tanggung jawab yang sama dalam menjalankan fungsi perwakilan rakyat.
Pertukaran pengalaman diharapkan dapat membantu memperkuat demokrasi dan tata kelola pemerintahan sesuai konstitusi masing-masing negara.
Selain itu, kerja sama antarlembaga parlemen dapat membuka ruang komunikasi yang lebih luas dalam membahas berbagai kepentingan bersama.
Ibas Harap Kemitraan Kedua Negara Berikan Manfaat Nyata
Ibas menegaskan bahwa diplomasi parlemen merupakan pelengkap diplomasi resmi yang dijalankan pemerintah.
Menurutnya, komunikasi antarlembaga legislatif perlu dilakukan secara berkelanjutan agar hubungan Indonesia dan Australia tetap terjaga.
Ia berharap lima bidang kerja sama yang dibahas dapat dikembangkan menjadi program yang memberikan manfaat bagi masyarakat kedua negara.
Penguatan hubungan tersebut juga diharapkan mendukung stabilitas kawasan dan peningkatan kesejahteraan bersama.
“Ke depan, terdapat banyak peluang yang dapat kita kembangkan bersama. Melalui diplomasi parlemen yang kuat, kita dapat menerjemahkan prioritas bersama menjadi kerja sama yang memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi kedua bangsa,” tandasnya.
- Penulis :
- Aditya Yohan




